Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 44


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu hari-hari ku berjalan seperti biasa lagi,


Hari ini aku di antar ripa'i mendatangi perusahaan mas Rendi untuk mengambil laporan kegiatan PKL ku, semoga saja hasilnya memuaskan ku harap begitu


Setelah mendapatkan berkasnya, aku mampir ke ruangan mbak Rena


Tok


Tok


Tok


" Masuk " suara di dalam sana


Aku masuk dan mengulas senyum mbak Rena pun sama, tak ada kesedihan lagi di wajah cantik itu, ku harap hari-hari nya akan semakin membaik, semoga juga dia menemukan laki-laki yang tulus sayang padanya


" Dena, ada apa " tanyanya


Aku hanya mengangkat berkas di tangan ku


" Oh habis mengambil laporan ya, kapan kamu pulang ke kota mu " tanyanya sedikit terlihat kesedihan di wajah nya


" Hari ini, tepatnya sore nanti setelah KA nay pulang kerja " jawab ku


" Duduk " titahnya


" Saya hanya sebentar mbak, sekedar mau pamitan saja, terimakasih sudah mau membimbing saya dan mengajari saya, juga mau berteman dengan saya " ucapku


" Teman ya, tapi cara bicara mu masih seperti itu seperti bukan teman tepatnya atasan dan bawahan "


Mbak Rena seperti tak suka dengan cara bicara ku, mungkin aku terlalu kaku padanya


" Maaf mbak saya hanya mau menghormati mbak saja " ucapku


" Ku mohon anggaplah aku seperti sodara bagimu walau jauh kita tetap bisa berkomunikasi kan " ucapnya


Aku mengangguk,


" Baiklah jam berapa kalian berangkat, Vivi juga kan " tanyanya lagi


" He'mh dia juga, mungkin jam 3 sore nanti biar tak terlalu kemalaman di jalan " jawabku


" Ka nay sudah tau dia bilang mau mengantar kami ke terminal untuk perpisahan, jadi dia akan ijin nanti " lanjutku


" Boleh aku juga ikut, " tanyanya


" Kalau tidak merepotkan tak apa " jawab ku


Aku melihat jam di pergelangan tangan ku ternyata sudah hampir siang aku harus segera pulang ke kontrakan untuk beberes


" Baiklah jam dua nanti aku ke kontrakan kalian " aku hanya mengangguk


" Baiklah mbak, aku permisi, ripa'i sudah menunggu ku " pamitku, namun mbak Rena malah menanyakan sesuatu yang tak ku duga


" Dena apa ripa'i tau, sosok wanita yang mengikutinya apa kau tau juga " ucapnya sedikit berhati-hati


Aku hanya tersenyum dan mengangguk lalu pamit padanya


Di perjalanan menuju lobi aku terus berpikir, apa mau sosok yang selalu mengikuti ripa'i, dan kenapa dia seolah bisu apa mungkin ?


Ah , tidak aku juga belum tau silsilah ripa'i jadi jangan sampai aku menyimpulkan semuanya hanya karna sosok itu


Ya, hampir dua tahun menyandang kekasih bagi Pai namun tak pernah aku ada keinginan untuk mengorek tentangnya, bagi ku biarlah nanti dia sendiri yang akan menceritakan semua nya pada ku ketika mungkin sudah benar-benar merasa nyaman dengan ku


Aku tersenyum membalas senyum laki-laki yang berstatus kekasih ku namun tak tau apapun tentangnya


" Sudah selesai " tanyanya seraya menghampiri ku


Aku mengangkat berkas yang ada di tangan ku, dan Pai pun mengerti

__ADS_1


" Kalu begitu ayo, o ia apa mau langsung pulang " tanyanya


Ku lihat kembali jam di tangan baru menunjukan pukul 11


" Bisakah kita ke taman yang waktu itu sebentar " pintaku


" Tentu "


Ripa'i menggenggam tangan ku, sungguh dia sangat memperhatikanku, terkadang aku takut mungkinkah ada sesuatu di balik semua itu, namun aku selalu berusaha tenang


Motor melaju dengan kecepatan sedang menuju tempat yang ku minta, sampai nya disana kami langsung turun dari motor dan melepas helem


Aku berinisiatif memegang tangan ripa'i lebih dulu karna biasanya dia yang melakukan itu


Aku menoleh melihat wajah tampan itu, dia sedang tersenyum menatapku akupun membalas senyumannya


Aku menuntun tangan itu agar mengikuti ku, sampailah kami di tempat yang kemarin, dibawah pohon


" Ripa'i aku ingin melihat pohon ini lagi kelak kalau aku sudah sukses " ucap ku


" Kesuksesan yang seperti apa yang kamu inginkan " tanya Pai, pertanyaannya membuatku menoleh padanya


Aku sedikit berpikir, benar juga sukses yang seperti apa yang aku maksud, selama ini aku selalu melihat kedua orang tuaku kesusahan mungkin aku ingin sukses dan membahagiakan mereka


" Aku hanya ingin membuat kedua orang tuaku tak merasa sia-sia telah menyekolahkan ku dengan susah payah " jawab ku


" Baiklah akan aku tunggu, tapi saat itu tiba jangan menolak ku untuk menjadikan mu milik ku seutuhnya dalam janji pernikahan " ucapnya


CK, lulus saja belum, perjalanan ku bukan hanya di sini saja aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya berjuang dalam hidup


Aku tersenyum namun hati seperti merasa akan di rantai saja, padahal ripa'i hanya baru bicara itupun hanya rencananya mana tau rencana yang kuasa


" Masalah itu kita percayakan saja pada hati masing-masing, dan tentunya pada takdir Allah, jika ia menghendaki mungkin samapi nanti kita akan bersama jika tida semoga kita bisa menemukan yang terbaik untuk kita masing-masing " ucapku


Seketika raut di wajah ripa'i berubah senyumnya pudar


" Apa kamu tak mengharapkan apa yang ku harapkan, apa kamu tak mau mempertahankan apa yang ingin ku pertahankan " jelasnya sedikit ada penekanan


" Baiklah, jika saat yang kamu harapkan tiba dan aku masih di sisi mu, maka ku anggap takdirmu dengan ku " ucapnya


Aku tersenyum, bahkan dahulu aku tak pernah mendapat kata yang begitu dapat meyakinkan hati ku ketika dengan Sukma,


' mungkinkah dia memang takdir ku ' dalam hatiku


Ku lihat ripa'i melirik jam di pergelangan tangannya


" Kita pulang, aku harus menyimpan motor ini dulu baru aku ke kontrakan untuk menjemput mu " ucapnya aku tak menolak


Kamipun kembali ke kontrakan


********************


Sore hari pun tiba kami sudah siap-siap untuk ke terminal, ka nay terus meneteskan air mata dan memeluk ku dan yanah bergantian


" Sudah ka nanti kami ketinggalan bus " celetuk yanah


" Vi apa kamu sudah sangat ingin meninggalkan ku " balas ka any dengan melepas pelukannya


" Bukan begitu " yanah sedikit bingung


" Benar kata yanah ka, nanti kami bisa ketinggalan bus, percayalah kita masih bisa saling menyapa kan lewat telpon, Jani juga sudah rindu rumah jadi Rinjani mohon sudah ya " jelasku menenangkan hati KA nay


Aku melihat ke jalan mencari mbak Rena ini sudah pukul dua lewat namun dia belum datang


" Mbak Rena " suara yanah


Aku menoleh dan melihat mbak Rena benar itu ia, aku berjalan menghampiri dia aku ingin memeluknya, mbak Rena lebih dulu memeluk ku, air matanya menetes begitu juga dengan ku


" Apa mbak akan baik-baik saja " tanyaku

__ADS_1


" Tentu Dena, kita akan bertemu lagi kan " tanya nya seraya air mata nya terus menetes


" Panggil aku Rinjani jika ingin menjadi orang terdekat ku, karna Dena hanya bagi mereka yang tak mengenal ku " pintaku


Mbak Rena tersenyum dan memelukku kembali


" Aku antar kalian ke terminal " ucapnya, aku mengangguk,


" Aku juga ikut " ucap KA nay


Kami pergi dengan di antar mbak Rena, di sepanjang perjalanan kami mengobrol, ripa'i yang mengemudi aku tak tau jika dia bisa mengemudi, aish bagaimana aku ini sudah pasti dia bisa mengemudi kan ada mobil juga di garasi rumahnya


Selama mengobrol aku mendengarkan tak ikut berbicara, aku memperhatikan ripa'i dari tadi dia hanya dim tersenyum hany bila di perlukan, ada apa dengannya mungkinkah dia merasa kecewa pada ku


Lama kami di dalam mobil akhirnya sampai juga


Kami berpamitan kembali kemudian masuk bus yang akan membawa kami ke tempat tujuan


Penumpang masih sedikit aku duduk sendiri yanah juga ripa'i, ku pikir yanah akan duduk di sampingku namun ternyata dia duduk di belakangku dan langsung memasang genset di telinganya


Sedang ripa'i dia asik dengan ponselnya, akupun memilih memainkan ponsel ku daripada bosan sendiri


Sambil memasang genset di telinga ku mendengarkan musik lama juga aku tak mendengarkan musik, aku berbalas pesan dengan beberapa teman ku


# selamat jalan semoga selamat sampe rumah # pesan dari KA Tio, dari Andi juga sama hanya saja ada sedikit tambahan


# maaf tak bisa mengantar dan bertemu # pesan andi, begitulah tambahannya


# jangan lupa menelpon bila sudah sampai # pesan dari KA nay dan mbak Rena


# apa sudah beres semuanya, dan apa sudah pulang # pesan dari mas Rendi


# woyy kapan pulang # dari grup Ponda


# apa kabar # dari anta juga yang lain nya, ada beberapa pesannya hampir sama


# Rinjani kata mas Rendi kamu pulang hari ini, apa benar # Abang ku


# kakak, apa punya kontak nya ka anta # dari adik kelas ku


# teh fitri nitip oleh-oleh ya kalau pulang # fitri


Ponsel yang di pegang adikku adalah ponsel ku dari Sukma, sengaja ku kirimkan pada nya lewat jasa pengiriman sedang ponsel yang ku pegang sekarang adalah milik ku, hasil dari gajih pertama magang ku ku belikan hp, lumayan juga lebih canggih nama nya juga smartphone


Aku hanya membalas pesan dari adik dan Abang ku saja yang lain sedikit malas


# iya bang Jani pulang hari ini, ni lagi di mobil hanya saja mobilnya masih menunggu penumpang # balas ku pada Abang ku


# he'mh # balas ku pada pitri


Tak lagi bermain ponsel aku memilih untuk memejamkan mata rasanya sangat lelah sekali


Saat memejamkan mata aku merasa ada yang naik bus lagi, dan tak lama bus pun jalan


Ripa'i berpindah di samping ku aku menoleh, kupikir orang tadi yang duduk di samping ku, ku perhatikan ripa'i tak membalas melihat ku sedikit ada rasa kesal ku rasakan


Aku memilih bertaya dari pada hanya diam dan menerka-nerka saja


" Ripa'i apa kamu sedang kesal " tanyaku, kulihat ripa'i sedang mencoba memejamkan matanya


" Tidak " singkatnya, namun dia masih memejamkan matanya


Aku menarik napas dan membuang nya kasar


" Jika ia kau sedang kesal aku minta maaf " ucapku kemudian mengikuti ripa'i memejamkan mata


Ku rasakan tangan ku di genggam sangat kuat, aku membuka mata dan melihat ke tangan ku ternyata ripa'i yang menggenggam, dia sedang menatapku


" Jangan pernah meremehkan atau meragukan perasaan ku sedikitpun " datarnya, aku tersenyum dan mengangguk

__ADS_1


Aku membalas genggaman itu, Pai menyandarkan kepalaku di pundaknya


__ADS_2