
" makan nya kamu diam saja sama apa yang akan aku lakuin " seringai licik nampak di wajah nya
Dia menyeret ku masuk ke ruang ketua aku berontak sempat ada perkelahian antara aku dan pa'i namun karna aku memakai rok jadi aku kesulitan bergerak
Kini aku berada dalam pelukan ripa'i dia memelukku erat dari belakang dengan berani nya dia menciumi bahuku yang terhalang seragam
" Ripa'i jika kamu berani macem macem sama aku aku pastikan kamu akan menyesal " gertak ku
" Aku tak takut jika dengan cara ini aku bisa miliki kamu " enteng nya, aku tak kehabisan cara untuk menghindar ku injak kaki ripa'i dan itu berhasil membuat dia melepaskan ku
" Ayo lah Rinjani " kesal nya
" Pai kamu tau bahkan aku tak pernah di peluk laki laki mana pun " kata ku mengingatkan dia agar tak kurang ajar pada ku
" Bohong sekali kamu " balas nya
Dan lagi lagi dia berhasil menangkap ku dia memojokkan ku dan mengunci ku bibir nya tergerak maju untuk mencium bibir ku namun aku segera melayangkan tinju pada perut nya dia hanya meringis dan kini ia semakin menggila saat dia hendak menyentuh kancing seragam ku aku menghentikan nya
" Tunggu Pai apa yang kamu ingin kan dari ku sebenar nya " ku tau dia brengsek namun saat mengenal ku kini dia sudah jadi pribadi yang baik dan jika memang dia ingin melecehkan ku mungkin sudah dari dulu dia lakukan
Dia tersenyum menatap ku
" Aku tak yakin kau bisa melakukan nya jadi ku lakukan yang ini saja " jawabnya dan tangan nya terulur kembali ke arah kancing seragam ku
" Tunggu ku mohon, katakan apa mau mu " jelas ku
" Baik lah karna kau memaksa akan ku katakan " senyum licik terus nampak di wajah itu
" Aku mau kamu menjadi kekasihku itu saja dan aku janji Takan melakukan apa pun kepada mu selain menjaga mu " ucap nya berhasil membuat ku bingung terheran heran
" Kalu kamu tidak mau aku akan melanjutkan ini " lanjut nya sembari melihat ke arah dada ku sungguh aku merasa kesal juga marah ku pikir Pai akan tulus berteman dengan ku
" Bagai mana " ia melanjutkan kalimatnya kala mendapati aku yang hanya diam saja
Sebenar nya ripa'i sangat lah tampan ketampanan nya mengalahkan wajah manis sukmaya namun jujur aku tak mencintai nya
Dia terus mendesak ku tenagaku pun sudah lemah karna ulah nya bagai mana tida dari tadi aku terus menepis nya supaya ia tak berhasil mencium ku
" Bagai mana " tanya nya lagi lembut namun penuh arti
" Ok aku mau asal kamu berjanji satu lah pada ku " pinta ku
" Katakan " kesal nya
" Jangan coba macem macem selama jadi pacar ku jangan banyak tingkah cukup menjaga ku saja " pinta ku
" Walau hanya memeluk " pinta nya
" Maaf Pai sampai sekarang aku tak pernah memberikan pelukan pada siapa pun juga" ya memang benar karna yang di lakukan Sukma bukan aku yang memeluk tapi dia itu pun hanya sekali untuk selamanya
" Baik lah deall " jawab nya
Aku pun menjabat tangan nya
" Ternyata harus di gertak dulu baru mau jadi pacar " kekeh nya
" Apa kamu bilang " kesal ku
" Maaf ya menakuti mu, aku sudah kehabisan cara untuk mendekati mu " jelas nya
" Kenapa harus aku Pai padahal kamu tau aku "
" Entah lakh " jawab nya singkat
Bel pulang sekolah berbunyi namun aku belum kembali ke kelas
" Pai aku minta buka pintu nya aku mau pulang " pinta ku
" Baik lah tapi aku yang Anter " aku hanya mengangguk saja malas menjawab
Sebelum benar benar keluar aku membuka suara lagi
" Pai tunggu " tahan ku
" Apa lagi apa mau aku terus kan yang tadi ku yakin kamu belum pernah merasakan nya " sontak saja aku menendang kaki nya kala mendengar kata itu dari mulut nya
" Sakit " kesal nya
__ADS_1
" Lagian, aku hanya mau kamu Rahasia in tentang seratus baru kita ya dari teman teman " pinta ku
" Kenapa " tanya nya namun aku tak menjawab
Sesampainya di depan kelas aku melihat anta sedang berdiri sambil memegang ransel ku seperti nya dia menunggu ku namun saat aku menghampiri nya dengan Pai dia berlalu begitu saja setelah memberikan tas ku
" Kenapa dia " tanya Pai padaku dan aku hanya menggidikkan bahu saja
Aku pulang di antar Pai bahkan berangkat sekolah pun aku di jemput karna adik ku bisa mengendarai motor jadi dia yang bawa motor
Begitulah setiap harinya kecuali hari libur
*******************
Tak terasa kini aku sudah klas dua semester satu waktu berlalu dengan cepat namun aku masih mengulang siklus yang sama hari ini aku melihat wajah ripa'i yang kesal entah kenapa aku tak tau
" Kamu lagi kesal, kenapa " tanya ku pelan
" He'mh" singkat nya
" Iya kesal kenapa " aku pun mulai kesal
" Selama aku nggak ada di sekolah jangan keganjenan ya jangan Deket Deket laki laki lain apa lagi si anta " cerocos nya aku mengerutkan dahi heran
" Kenapa si ada apa " tanya ku kesal, asal kalian tau walau setatus kami pacaran tak ada kata kata manis yang keluar dari mulut kami semua sama seperti waktu kami temanan hanya dia jadi punya alasan bila sedang marah karna cemburu mungkin
" Bentar lagi aku PKL otomatis aku bakal ninggalin kamu " aku tersenyum mengejek
" Jangan tersenyum seperti itu " kesal nya
" Iya iya maaf " kata ku
" Ya aku minta sama kamu jaga baik baik hati ku ok " lebay nya menurut ku
" Apa sih lebay, lagian aku bukan cewe ganjen ya " jelas ku
Dia tersenyum pada ku
" Ia aku lupa pacar ku ini cewe jutek nan dingin namun hangat pada ku "
" Kata siapa kapan aku bersikap hangat padamu " cerocos ku dan kejadian tak terduga terjadi padaku dengan cepat dia mengecup bibir ku aku hanya diam mematung pasal nya hampir satu tahun setatus kami pacaran baru kali ini dia berani nekat mencium ku
" Aku mohon jangan marah " lirih nya
" Aku hanya nggak mau kamu ninggalin aku saat aku jauh dari mu " lanjut nya
Aku menatap nya lekat mencari kebohongan di wajah nya namun dia malah balik menatap ku
" Kenapa kamu pikir aku bohong " tanya nya
" Sungguh aku serius " lanjut nya lagi
Aku tak menjawab lagi
Semenjak aku menyandang pacar ripa'i aku tak lagi terlalu memikirkan Sukma entah dia kembali atau tida aku sudah tak peduli
*****************
Bulan ini ripa'i sudah bersiap dengan PKL nya dia memberitahu ku akan PKL di perusahaan Abang nya dia bilang tempat nya jauh jadi Diak tak bisa sering menemui ku
Kini aku menjalani hari ku di sekolah tanpa gangguan dari ripa'i
" Jani ada teman kamu tau " kata kakak memberi tahu ku
" Siapa " tanya ku
" Nggak tau keluar aja " katanya
Aku pun keluar rumah aku mendapati anta sedang mengobrol dengan teman Kaka ku
" Cie Jani pacar nya udah ganti ni " celetuk ka Boni membuat aku dan anta saling pandang
" Nggak usah sok tau deh " kesal ku sembari melempar sandal pelan ke arah nya
Aku beralih pada anta
" Ada perlu apa " tanya ku
__ADS_1
" Nggak ada pengen main aja " jawab nya
Lama kami mengobrol bukan hanya kami berdua karna disitu juga ada teman kakak ku
Karna kurasa sudah malam aku pun berpamitan pada anta untuk tidur dia hanya mengangguk
Esok pagi nya disekolah aku diminta ke UKS katanya Pai hari ini mau berangkat PKL namun dia terjatuh dari motor jujur aku sangat khawatir mungkin karna sudah terbiasa dengan nya jadi aku membuka hati ku sedikit untuk nya
Setelah mendapat kabar itu aku langsung ke UKS meninggalkan teman teman ku
" Pai " teriak ku, ku dapati seseorang tengah terbaring ku pikir luka nya seserius itu
Aku menghampiri nya
" Ripa'i kamu nggak apa apa kan " tanya ku khawatir namun yang di tanya malah menatap ku tajam
Aku kesal fakta nya Pai baik baik saja tak ada luka seperti yang di beri tahu kan tadi
" Kamu ngerjain aku " kesal ku namun bukan jawaban yang ku dapat namun ciuman, aku memberontak ini kali kedua dia mencium ku namun sayang Pai tak melepaskan dia semakin memperdalam ciuman nya di bibir ku aku pasrah hanya diam air mata ku yang bicara Betapa kecewa nya aku pada perlakuan ripa'i
Dia sadar dan melepaskan ciuman itu saat aku hendak meninggalkan nya dia memeluk ku
" Lepas " pintaku seketika Pai melepas pelukan nya
" Maaf aku tak bisa menahan diri aku marah aku cemburu karna kulihat semalam kamu bersama anta " ucap nya
" Kamu juga di sana " tanya ku dan dia mengangguk
" Berarti kamu lihat juga kalau di sana bukan hanya aku dan anta tapi juga Kaka ku dan teman nya ada di sana " kesal ku
" Aku kecewa Pai sangat kecewa " lanjut ku lagi
Lagi lagi dia memeluk ku kata maaf terus keluar dari mulut nya
" Maaf Jani aku benar benar minta maaf " pinta nya
" Aku mau kita putus Pai " pinta ku dengan air mata yang terus mengalir
" Nggak aku nggak mau " jelas nya raut muka nya kini sudah dalam mode dingin namun tetap tampan
" Kenapa kamu nggak bisa menjaga ku " ujar ku
" Aku mohon Jani aku nggak bisa kehilangan kamu " pinta nya
" Baik lah tapi aku mohon jangan pernah melakukan itu lagi kecuali aku mengijinkan nya " jelas ku
" Aku janji Rinjani aku akan selalu menjaga mu hanya itu "
" Kita masih pacaran kan " lanjut nya dan aku hanya mengangguk
Dia menghapus air mata di pipiku dengan jemari nya di usap nya pucuk kepala ku
" Sungguh aku sangat mencintai mu " katanya di tengah diam kami
Tak ada lagi percakapan karna dia juga harus bergegas untuk berangkat menuju tempat nya akan PKL
" Aku pergi jaga diri baik baik selama aku tak ada " pamitnya
" Iya " singkat ku
******************
Tiga bulan sudah tak ada kabar dari ripa'i sepi rasanya seperti nya ia aku sudah terbiasa dengan nya atau bahkan sudah menerima kehadiran nya sebagai pacar ku
" Teh kata ibu tth di suruh ke Jakarta ngambil duit bapak " tutur adik ku
Ya aku perpaduan Sunda Melayu karna bapak ku berasal dari Jakarta walau bukan di pusat ibu kota nya
" Tth males pit " lesu ku
" Ihh teh kan disuruh ibu masa males "
" Jauh pit makan nya tth males "
" Pitri temenin mau " tawarnya
" Beneran mau nemenin " aku memastikan
__ADS_1
Walau anak sekolah aku tak takut untuk berpergian jauh asal tidak mengenakan seragam sekolah aku berani berani aja
Siang hari nya aku dan adik ku sudah di stasiun kereta api kami tengah duduk menunggu kereta berhenti