Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 62


__ADS_3

" kau tau saat aku melihatmu tersenyum rasanya aku bahagia, namun saat aku sadar senyum itu palsu Karana ada perih di hati mu ,ingin rasanya aku memelukmu dan membuat senyum itu nyata, dan aku senang saat orang bilang kau gadis berhati es yang dapat ku taklukan, namun apa mereka tau, kalau tak mudah memahami hati yang mereka bilang dingin itu nyatanya sehangat mentari, dan selembut kapas, itulah kau di mataku di hati ku dan di hidupku, yang Takan mungkin orang lain dapat mengerti itu " panjang kali lebarnya menjelaskan pada ku


Benarkah semua itu, bagaimana aku sendiri tak menyadarinya, bahkan aku tak tau sedalam itu ripa'i memahami ku


" Aku selalu menunggu dimana kalanya kau mengijinkan ku jadi yang pertama dan terakhir membuat senyum kebahagiaan tanpa ada kepalsuan " lanjutnya seraya mengusap kepalaku dari samping


Sungguh beruntungnya aku, andai dulu aku tak pernah mau mendengarkan nasehat Abang ku mungkin saat ini ripa'i sudah tak disisi ku lagi,


" Takan lama lagi ripa'i waktu itu akan tiba " datar ku


" He'mh, aku tau dan akan selalu sabar menunggumu " balasnya


" Oia, besok Gibran bilang akan melaksanakan operasi pada Asiah, apa dia memberi tahu mu " tanyanya aku menggeleng


" Dia bilang keadaannya sudah jauh membaik jadi bila tidak ada kendala jam sepuluh dia akan melangsungkan operasi di bantu oleh ayahnya juga " jelasnya


" Baiklah aku akan kesana setelah menjemput para sahabat ku besok " jawab ku


" Maksudmu mereka juga akan datang menjenguk " ripa'i tau siapa yang aku maksud


" He'mh, aku tidak tau jika besok akan di langsungkan operasi, namun aku sudah berjanji akan menjemput mereka karna mereka ingin melihat kondisi Asiah " jelasku


" Baiklah, kalu begitu aku akan menunggu di rumah sakit saja, seraya menemani orang tua Asiah " ucapnya aku mengangguk


Akhirnya sampai juga di tempat ku dengan selamat,


" Apa tidak masuk dulu " tawar ku


" Tida, besok juga bertemu kembali, istirahatlah " pintanya dan kembali masuk ke dalam mobil, namun tak lama kembali turun


" Ada apa ?" Tanya ku heran


Ripa'i menghampiri ku, dan


Cup


Dia mengecup keningku tanpa permisi


" Maaf " setelahnya, aku memukul perutnya pelan sedikit kesal padanya


" Makannya jangan terus menolak lamaran ku " selorohnya dan segera masuk kembali kedalam mobilnya, dia melambaikan tangannya melalui jendela mobil


Sampai mobil tak terlihat aku belum kunjung masuk kedalam rumah masih ingin merasakan kedamaian angin malam


Hingga ponsel ku berbunyi ku lihat nama yanah yang tertera akupun mengangkatnya


" Wa'allaikum sallam " aku menjawab salam di sebrang sana


" Jani apa besok ada acara " suara yanah di sebrang sana


" He'mh, ada apa " tanyaku


" Tidak, tadinya hanya ingin berkumpul dengan mu, rasanya lama sekali tak bertemu aku kangen " suara yanah di sebrang sana


" Apa kau tak ada tugas besok, bukan kah belakangan kau sangat sibuk " tanyaku memastikan kalau dia memang sedang tak ada tugas


" Tidak, aku sedang bergilir tugas jadi siangnya aku free " jelasnya


" Sayang sekali, besok aku harus menemani Asiah yang akan menjalankan operasi " jelasku


" Besok, di rumah sakit mana, boleh aku kesana, bukankah dia juga temannya anta " tanya yanah di sebrang sana, ya sepertinya anta sudah bercerita

__ADS_1


" Boleh, minta anta mengantarmu karna ku yakin dia sudah tau tempatnya " jawabku


" Mmhh ia, o ia Rinjani ka nay meminta kita mengunjunginya, dia bilang dia punya baby kembar senang nya " ternyata ka nay juga memberi tau yanah


" He'mh, mbak Rena juga mengajak ku untuk menemui KA nay, dia ingin kita berangkat bersama, " jelasku


" Ya sudah, aku tutup dulu rasanya badan ku ingin segera beristirahat " lanjutku dan mendapat persetujuan dari yanah


Panggilan ku akhiri, dan aku pun masuk kedalam rumah, di dalam kamar aku mengirim pesan pada grup Ponda


# besok jam 7 pagi aku sudah sampai di sana jadi ku harap saat aku tiba kalian sudah siap # pesan ku terkirim pada grup Ponda


# ya kami sudah akan siap saat kau datang # ojah


# kami juga menginap di rumah ojah supaya semua siap barengan # Caca


# he'mh, hati-hati saat menjemput kami # pupu


# pasti # balasku


# aku tidur dulu sampai bertemu besok # pesan terakhir ku


Aku tak memberitahu mereka kalau besok Asiah menjalankan operasi, nanti saja aku takut mereka khawatir karna kata operasi di desaku menjadi kata paling mengerikan


Aku memejamkan mata mencoba untuk tertidur, namun notifikasi pesan datang kembali di ponselku


# mas besok akan berkunjung dengan tth mu ibu dan bapak, mereka bilang kangen pada anak-anak nya # mas Rendi


# ya # balasku singkat


Ku dengar notifikasi lagi ku pikir balasan dari mas Rendi ternyata bukan


# besok aku akan mengantar yanah ke rumah sakit dia bilang kau yang meminta # anta, ternyata itu pesan dari ant, hanya ku buka dan ku baca tanpa berniat membalasnya


Aku tersenyum membaca pesan dari ripa'i, mungkinkah dia sudah sampai di tempatnya


# apa sudah sampai # pesan ku terkirim pada teman hati


# he'mh, baru selesai mandi, kenapa belum tidur # teman hati


# belum bisa tertidur # balas ku


# kenapa, apa menanti pelukan dari suamimu # teman hati


#????# balas ku


# aku, yg akan memeluk mu jika kau akan tertidur, namun saat ini hanya bisa lewat mimpi dulu # teman hati


# jangan terlalu banyak bermimpi, sudah lakh aku tidur duluan # balas ku, namun sungguh aku tersenyum membaca pesan ripa'i


# he'mh, tidurlah selamat malam # balasnya


Aku tak membalas lagi, karna aku sudah benar-benar ingin menutup mataku untuk tidur, maka akupun memejamkan mata ku dan tertidur.


***


Tept jam 4 subuh aku sudah mengendarai mobil ku menuju kampung halaman ku, karna ku tau ibu dan bapak ku sedang tak ada di rumh karna semalam mas Rendi memberi tahuku kalau ibu dan papak akan menemui kami jadi ku yakin ibu sudah berada di tempat mas Rendi dari kemarin


Aku mengendrai mobil ku dengan kecepatan sedang karna aku ingin sedikit merasakan angin pagi di desaku yang sudah hampir tak kurasakan, paling kala pulang saja itupun jika ada waktu senggang


Ku lirik jam di pergelangan tangan ku sudah menunjukan pukul 05:15 Aku belum melaksanakan kewajiban ku, tak jauh dari tempat ku, aku melihat musholah sederhana aku memarkirkan mobilku di sana tak baik jika melewatkan banyak waktu untuk sembahyang begitulah kata guru ku yang selalu ku ingat

__ADS_1


Aku turun, dan langsung membersihkan muka dan berwudhu dan melakukan sembahyang di tempat itu, tak lupa ku panjatkan do'a untuk Asiah setelah sembahyang, semoga semua berjalan dengan baik semana mestinya


Kalau di rumah aku akan menyempatkan membaca ayat suci Alquran namun karna aku sedang terburu-buru jadi tak ku sempatkan


Saat sedang mengendari mobil ku kembali aku mendapat panggilan Vidio dari ripa'i, aku mengangkatnya


" Assallamuallaikum " ucapnya ketika panggilan terhubung


" Wa'allaikum sallam " jawabku seraya terus berfokus pada jalanan


" Apa sedang berkendara " tanyanya memastikan karna aku tak meliriknya


" He'mh, " singkat ku,


" Oh, aku hanya mau mengingatkanmu saja siapa tau kewajibanmu belum kau tunaikan, namun karna sudah melihatmu berkendara ku yakin kau sudah menunaikannya "


Mendengar perkataan ripa'i akupun meliriknya, subhanallah tampannya dia memakai Koko dan peci di kepalanya mungkin baru melaksanakan sembahyang


" Iya, aku sudah kamu apa baru selesai " tanyaku tak jadi mengacuhkan wajah tampan di sebrang telpon sana


" He'mh, baru selesai, apa dalam perjalanan pulang ke desa ?" Tanyanya


" He'mh, aku sebentar lagi sampai " jawab ku


Karna jalanan belum terlalu ramai dan ini hari libur juga jadi cukup senggang


" Oh, ya sudah aku mau ganti baju dulu, mati jam delapan aku kerumah sakit sembari membawakan sarapan untuk ibu dan bapak Asiah " ucapnya


" He'mh terimakasih, sudah mau membantu ku memperhatikan mereka " ucap ku


" Berhati-hatilah dah " panggilan pun di akhiri oleh ripa'i


Mengingat kembali wajah ripa'i menggunakan perlengkapan solat sangat tampan, sungguh aku merasa terpesona


Aku kembali berfokus pada jalanan agar segera sampai, tepat pukul 6 aku sudah sampai di tempat ojah, namun karna mereka belum siap semuanya karna banyak barang yang para orang tua titipkan untuk bapak dan ibu Asiah jadi aku harus sedikit menunggu


" Apa masih lama " tanya ku pada yang lain


" Ntah lakh " jawab Caca


" Kalau begitu aku kerumah sebentar, kangen pada ponakan ku " ucapku seraya berlalu meninggalkan rumah ojah, ku suruh saja Caca mengatur semuanya


Aku hanya berjalan kaki ke tempat Abang ku, ya karna Abang ku mengisi rumah te nur dan merenopasinya sebelum menikah dulu jadi dia yang meninggali rumah itu, toh te nur juga tinggal tidak di sana


" Assallamuallaikum " sapa ku saat sudah sampai di depan rumah


" Wa'allaikum sallam " jawab tth iparku yang sedang menyapu halaman


" Rinjani, kan ibu ke rumah mu, kenapa kamu disini " tanyanya mungkin heran karna dia tau ibu dan bapak ku akan mengunjungi ku namun aku malah pulang


Aku menyalami punggung tangannya sebagai bentuk hormat ku padanya


" Iya teh tau, Rinjani pulang hanya sebentar bentar lagi juga berangkat lagi, Abang ada " tanya ku jujur kangen rasanya pada kakak laki-laki ku yang sudah jarang ku temui


" Ada di dalam lagi siap-siap mau berangkat " katanya, aku heran ini hari Minggu kenapa masih bekerja


" Nggak libur emang " tanya ku, aku masuk kedalam dan menemuinya, kulihat mukanya cukup terkejut melihat ku ada di tempatnya


Aku menyalaminya dan sedikit bercengkrama dengannya sebelum para sahabat ku memanggilku, ku dengar tangis rindi anak kedua kakak ku dia masih balita dan ntah kenapa dia menangis


Aku mencoba ingin menggendong nya namun dia tak mau, mungkin karna jarang melihat ku dan dia belum hapal siapa aku makannya dia tak mau, kakak ku hanya tersenyum kala aku mendapat penolakan dari anaknya

__ADS_1


" Ya sudah bang, jaga mereka baik-baik Rinjani harus pergi lagi " ucapku seraya berpamitan


__ADS_2