
Ku lihat matanya terpejam, aku di bawah yang di alasi karpet berbulu, nyaman rasanya seraya menyalahkan tv, ku kecilkan volume tv itu agar tak membangunkan ripa'i
Setengah jam aku menonton tv dan ku rasakan bosan mulai menghampiri, dan tak ada yang bisa ku kerjakan mau memasak juga tak ada bahan yang bisa ku masak, hingga aku hanya lesehan menjatuhkan kepala ku di meja seraya memandangi wajah tampan yang terlihat tenang dalam tidurnya
Kadang aku berpikir heran dengan ripa'i, kenapa dia bersikap sangat lembut pada ku, keluarga ku, juga orang-orang yang dekat dengan ku, apa ia hanya karna dia kekasih ku, tak pernah sekalipun dia ingin berdebat dengan ku walau ku tau kadang dia kesal karna ulah ku, namun tetap saja menanggapi nya dengan tersenyum seolah tak pernah ada kekesalan.
Hingga rasa kantuk ku datang dan aku tertidur, saat aku terbangun aku melihat ripa'i yang sedang memandangiku, aku mengangkat wajah ku dan ripa'i tersenyum ntah apa yang sedang ia pikirkan
" Senang sekali melihat wajah damai mu ketika tertidur " celektuknya, dan aku hanya membalasnya dengan tersenyum kecut
" Ya sudah aku mandi dulu setelah itu baru mengantarmu pulang " ucapnya seraya berdiri dari duduknya dan berlalu kekamar nya
Selama menunggu ripa'i aku melihat-lihat ruangan tengah ripa'i, seutas senyum ku nampak kala melihat foto yang terpajang di meja dan didinding, ntah kapan ripa'i mengambil gambar itu dan mencetaknya, banyak sekali foto-foto ku saat sedang sendiri atau sedang dengannya bahkan saat bersama para sahabat ku
" Bagaimana bukankah itu terlihat sangat cantik " ucapnya seraya menghampiriku
" Sudah selesai " bukannya menjawab aku malah balik bertanya, ripa'i tersenyum dan mengangguk
" Baiklah aku akan mengantarmu pulang sepertinya kamu tak betah berlama-lama dengan ku " ucapnya, langsung saja aku memasang wajah datar ku sedikit kesal juga dengan candaan ripa'i, ku tau dia hanya bercanda
" Bercanda, tak perlu seperti itu ayo " ucapnya seraya menggandengku keluar
Kamipun melangkah meninggalkan tempat itu, aku baik ripa'i hanya diam ketika di dalam mobil sampai ripa'i menghentikan mobilnya aku masih diam, dia keluar dari mobil dan berjalan menuju tempat makan yang tak jauh dari pinggir jalan itu, ternyata dia sangat hapal dengan selera ku, sungguh walau kini aku sudah bekerja dan sudah memiliki tabungan namun tetap saja bila mencari makan tetap pinggir jalan, ntah kenapa rasanya berbeda ketika makan masakan pinggir jalan seperti aku sedang memakan masakan di rumah
Berbeda dengan ke dua adik ku, mereka lebih suka makanan resto dari pada pinggir jalan menurut mereka itu sangat enak dan menurutku biasa saja
Sampai ripa'i kembali aku tak keluar mobil memilih tetap duduk di dalam mobil
" Kenapa tak bertanya mau beli makan " ucapku saat Pai sudah masuk mobil
" Kenapa harus bertanya, bukannya kau paling suka makanan ini " jawabnya
Memang benar katanya itu, namun aku dapat pesan dari Indri Fitri pulang membawa makanan belum lagi makanan yang di belikan asisten ripa'i, ya sampai aku dan ripa'i datang asisten ripa'i tak di bolehkan pergi karna selain menunggu ripa'i aku juga menitipkan adik-adikku
" Tidak apa, hanya saja di rumah juga banyak makanan Fitri yang bawa " jawab ku
__ADS_1
" Oh ya, ya sudah kalau begitu ini untuk kita saja he'mh " celetuknya
Hah, makanan sebanyak itu yang benar saja, mana bisa habis kalau hanya aku dan dia yang memakannya, namun tak mau banyak bicara aku hanya mengiyakan saja
Mobil kembali berjalan dengan kecepatan sedang, sampai ke tempat ku
***
" Assallamuallaikum " ucapku saat pintu ku buka
" Wa'allaikum sallam " jawab orang di dalam rumah
Ku lihat kedua adik ku sedang sibuk dengan buku mereka masing-masing, senangnya melihat adik-adik ku rajin belajar karna itu artinya aku tak sia-sia menyekolahkan mereka tinggi, aku juga melihat asisten ripa'i bergabung dengan mereka, tak masalah bagiku asal mereka tak terganggu
" Rajinnya adik-adikku ini " celetuk ripa'i seraya menghampiri mereka
" Siapa yang adik siapa " asal Fitri, aku menggelengkan kepala, kenapa dia bisa satu karakter dengan ku dulu kan tidak begitu
Ripa'i hanya tersenyum, dan ikut duduk di sebelah ku
" Lihat saja ya, kalau kaka bisa meminang tth kalian ini, kalian akan Kaka kirim keluar negri mau " canda ripa'i
" Beneran mau " tanya ripa'i kembali
Ntah lakh lagian mana mungkin jug ripa'i serius ingin mengirim adik-adikku sejauh itu
" Kalau but belajar, ya nggak papa, iya kan teh " ocehnya sembari meminta persetujuan Fitri
" Ogah " asal Fitri dan itu berhasil membuat tawa kecil dari ripa'i
Tak lagi menggoda adik ku kini ia malah menggoda ku
" Apa akan ada ripa'i lain nanti di keluargamu " candanya
" Apaan sih " lemah ku
__ADS_1
" Karna sepertinya kedua adik perempuan mu sama sepertimu, mewarisi sikap tth yang seperti ini bukan tak mungkin jika akan ripa'i lain yang akan satu seperjuangan dengan ku "
Bukan menanggapi ucapan ripa'i aku justru meninggalkannya menuju kamar untuk membersihkan diri
Cukup lama aku di dalam kamar, bahkan sangat nggan untuk keluar mungkin karna rasa lelah dalam tubuh ku, kadang aku berpikir kapan rasa lelah ini berbuah manis namun pikiran itu lenyap kala teringat bagai mana keadaan ku yang dulu dn sekarang
Senyum getir nampak di bibir ku, ntah kenapa rasanya lelah sekali ntah apa yang membuat pikiran ku begitu terasa lelah dan tubuh ku pun merespon, kala pikiran ku terasa lelah tubuh kupun merasa sangat lemah, bahkan hanya sekedar untuk berdiripun kadang aku tak sanggup
Percayalah, sekuat apapun seorang wanita tetap ia Takan mampu terus bertahan, ada kalanya ketika mereka tak mampu lagi memikul semua beban namun tak ada tempat untuk mencurahkannya, maka hanya air mata yang menjadi pelampiasannya,
Ya, kadang aku menangis kala sendiri, tak mau adik ku tau dan berpikiran kalau kedua adik ku menjadi beban bagi ku jika melihat ku menangis, maka aku hanya akan menangis di dalam kamar saja tepat nya dimalam hari saat pulang kerja dan badan terasa lelah,
Dan ntah kenapa saat ini dada ku terasa sesak sangat sesak, bagai mana tida jika saja dulu keluarga ku berkecukupan mungkin aku akan merasakan bagai mana rasanya di sayang dan di perhatikan orang tua, bahkan ketika aku atau adik ku sakit kami hanya akan saling mengurus satu sama lain karna jika mengharapkan ibu yang mengurus maka akan sangat sulit, karna ibu harus izin dulu dan gajinya akan di potong pula, maka kami lebih memilih mengurus satu sama lain
Aku menangis, hatiku menjerit tak ada yang tau sungguh aku selalu menanti saat dimana semua saudara ku sukses dan mampu mengangkat derajat orang tua kami.
Mungkin merasa aku terlalu lama di kmar hingga salah satu dari mereka menyusul ku kekamar
Tok
Tok
Tok
Tok
Ku dengar pintu yang terus di ketuk karna aku nggan membukanya, dapat ku pastikan jika itu bukan adik-adikku karna jika adik ku setelah mengetuk dan tak mendapat jawaban maka ia akan masuk tapi ini tida, hingga ku dengar suara orang di balik pintu memanggil ku
" Rinjani, apa semua baik-baik saja " suara ripa'i
Aku ingin sekali melangkah untuk membuka pintu namun saat ini posisiku sedang terisak, ntah kenapa semakin ku tahan isakkannya terasa semakin sesak
Ku dengar suara pintu di buka, ripa'i menghampiri ku, terlihat wajah khawatir nya, mungkin dia khawatir terjdi sesuatu dengan ku
Semakin pai mendekat semakin tak kuasa aku menahan isakan itu, hingga tak sadar aku memeluk ripa'i, awalnya ripa'i hanya diam tak membalas pelukan ku namun ketika aku semakin mengencangkan pelukan itu barulah ia membalasnya
__ADS_1
" Tumpahkanlah, ku tau pasti rasa lelah itu tak mampu kamu tahan lagi, menangislah aku disini sebgai sandaran mu " lembutnya sembati mengusap kepala ku pelan
Aku tak membalas perkataan ripa'i, masih mencoba untuk menenangkan diri.