Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 53


__ADS_3

Selama perjalanan Indri hanya memainkan ponselnya saja, tak ada pertanyaan atau obrolan yang keluar dari mulutnya, namun justru itu membuat ku nyaman karna aku tak suka berkendara ada kebisingan


Jam satu siang kami sampai di bandara


" Ngapain kita kesini " tanya Iin saat keluar dari mobil


" Nyari makan " asalku


Ku lihat Iin menggelengkan kepala mungkin tak habis pikir dengan ku namun tetap mengikuti ku


Karna aku juga merasa lapar jadi aku membawa Indri ke tempat makan yang ada di dekat sana


Kami duduk dan memesan makanan hingga suara seseorang yang ku kenal ku dengar menyapa ku


" Hai, apa kabar " ucapnya di samping meja


Aku dan Indri menoleh karna kami sedang melihat ke layar ponsel masing-masing


Aku tersenyum " kabar baik " santai ku


" Lama tak bertemu ternyata kamu masih sama " candanya aku hanya diam berbeda dengan adik ku


" Emang Kaka pikir tth saya apa hingga akan berubah setelah lama tak jumpa " celetuknya


Anta tersenyum mendengar ucapan Indri


Ya, orang yang menyapa ku anta, ntah dia dari mana atau mau kemana hingga ada di tempat ini


" Boleh bergabung " pinta nya


" Silahkan " asalku


Aku kembali melihat ponsel ku memeriksa sesuatu yang ada di ponsel ku


" Kamu di sini, sedang apa ?" Tanyanya pada ku


" Tidak sedang apa-apa, hanya sedang menunggu seseorang " jawab ku ramah


" Oh, apa ripa'i " tanyanya lagi


Aku mengangguk


" Kamu sendiri " tanya ku balik


" Habis mengantar seseorang " jawabnya


" Oh, bagaimana kabar yanah " tanya ku, karna lama sekali aku tak bertukar kabar dengannya


" Kabarnya baik, dan dia juga ada di kota ini sekarang " jawabnya


" Mh benarkah, sedang apa " tanyaku tak menyangka ternyata aku dekat dengannya


Pesanan datang namun aku hanya makan sedikit karna aku lebih tertarik mendengarkan cerita anta tentang yanah, ternyata dia kini seorang dokter dan meneruskan kuliahnya di kota ini, bangganya aku menjadi temannya


Ponsel ku berdering sebuah panggilan dari ripa'i aku mengangkat ny

__ADS_1


"...............,,............." Suara di sebrang sana


" He'mh aku kesana " aku langsung memutuskan panggilan


" Apa sudah selesai " tanya ku pada adikku


" Belum, apa sudah akan pergi " tanyanya


" Selesaikanlah nanti tth balik lagi kesini " pintaku agar Indri mau menunggu ku


" Perlukah aku menemaninya " tawar anta


" Boleh kalu tak merepotkan " jawabku


Anta tersenyum dan mengangguk, akupun pergi menemui ripa'i dia bilang sudah sampai


Sesampainya aku di tempat itu


" Ripa'i " suaraku memanggilnya seraya melambaikan tangan agar ia bisa melihat ku


Ripa'i tersenyum dia terus berjalan kearah ku, karna kurang hati-hati ia sampai bertabrakan dengan seseorang


Ku lihat Pai membantu wanita itu berdiri seraya berbicara mungkin meminta maaf, ya ripa'i bertabrakan dengan seorang wanita


Setelah itu ia melanjutkan langkahnya, saat sudah dekat aku menghampirinya, ntah karna aku terlalu senang atau terlalu kangen hingga tak sadar aku mengulurkan tangan ingin memeluknya namun ripa'i menolak dan itu membuat kesadaran ku kembali


Aku tersenyum malu, sungguh dia memang ripa'i ku tak pernah memanfaatkan keadaan hanya untuk melanggar janjinya


" Maaf " lirih ku seraya tersenyum kikuk


" CK " suaraku


Ripa'i tersenyum melihat tingkah ku kemudian menggandeng ku untuk mengikuti langkahnya,


Di tengah perjalanan aku berhenti tentu ripa'i menoleh ke arah ku


" Ada apa, apa ada yang tertinggal " tanyanya memastikan semua baik-baik saja


" Tak ada apa-apa namun aku meninggalkan Indri di tempat makan depan sana, kita kesana dulu " pintaku


" Baiklah kebetulan aku juga sedikit lapar "


Kamipun ketempat tadi di mana aku meninggalkan adik bungsuku, sepanjang perjalanan dia terus menggenggam tanganku itu caranya menyalurkan rasa rindu


Tak membutuhkan waktu lama kami sampai di tempat itu, aku lihat Indri sedang memainkan ponselnya sambil berbalas canda dengan anta, sejak kapan anta banyak bicara


" Dia di sini " saat ripa'i melihat ke arah Indri dan di situ juga ada anta, aku mengangguk


Kami mendekati meja yang tadi ku tinggalkan


Anta berdiri saat kami tepat di hadapannya, ripa'i menyapa anta dan berjabat tangan begitu juga sebaliknya, sedikit obrolan tercipta antara kami tepatnya aku,ripa'i, dan anta karna Indri tak tau topik yang kami bicarakan jadi dia memilih pindah meja


Anta mengangkat panggilan di ponselnya dan meninggalkan kami sebentar, tak lama dia kembali


" Gue balik duluan ya ada sedikit hal penting menungguku " ucapnya sekaligus berpamitan, aku mengangguk

__ADS_1


Dia juga melirik ke arah Indri sebentar dan saling melempar senyum setelahnya berlalu meninggalkan kami


" Apa kita pulang sekarang " ajak ripa'i


" He'mh, kamu pasti sudah lelah bukan " karna aku yakin ripa'i Takan mau pulang jika aku tak mu


" Iin kita pulang " ajak ku, dan di anggukki olehnya


Kami pulang ripa'i mengendarai mobil ku sedang mobilnya di bawa asistennya bersama Indri, aku hanya berdua dengan ripa'i


Sesekali ripa'i melirik ku seraya tersenyum pada ku, tanpa ku sadari ternyata dia membawaku ke apartemen miliknya


" Kenapa tidak membawaku ke rumah " tanyaku


" Nanti malam saja karna aku cukup lelah ingin istirahat sebentar mandi dan berganti pakaian baru mengantar mu " jawabnya


Sudah ku duga


" Kan aku juga sudah bilang tadi pulang naik mobil masing-masing, jadi tidak ribet " dia hanya tersenyum


Tak ada lagi percakapan sampai kami tiba di tempat tujuan, ripa'i turun lebih dulu ingin membukakan pintu namun aku lebih dulu membukanya, sedikit kekecewaan nampak di wajahnya


Kami berjalan memasuki lobi apartemen dan berhenti di depan lift


" Nggak mau masuk, apa mau naik tangga " candanya, akupun masuk lift itu menyusul ripa'i saat pintu akan tertutup dua sejoli masuk dan berdiri di depan kami


Mereka berbincang sambil sesekali di gadis tersenyum malu-malu, sungguh itu mengangguk kemudian mereka berpegangan tangan dan semakin mendekat ku lihat ternyata ripa'i juga memperhatikan, namun di menit berikutnya kejadian yang membuat ku ingin menghajar mereka terjadi, bagaimana tidak dengan entengnya mereka berciuman dengan ganasnya di depan ku sontak saja aku memalingkan muka ke belakang pindak ripa'i, ripa'i menyadari aku tak nyaman dengan pertunjukan itu dia berdehem dan bersuara


" Eh'emmm, jangan merasa kalau kalian hanya berdua di tempat ini " celetuk ripa'i


Laki-laki itu melirik ke arah kami dan si gadis memalingkan muka ke arah lain mungkin merasa malu


" Maaf kami pikir kalian juga sepasang kekasih " santai laki-laki itu


" Ya kami sepasang kekasih namun bukan untuk mencemarinya melainkan menjaganya " ucapan ripa'i membuatku tersenyum menatapnya tak ku sangka dia ripa'i


" Alah kaya nggak tau aja gaya pacaran jaman sekarang " kesal laki-laki itu


Pintu terbuka segera aku menarik tangan ripa'i keluar dari sana, sedang dua sejoli tadi tak keluar


Aku menggelengkan kepala, tak habis pikir, mereka pikir mereka hanya berdua


Sampailah kami di depan pintu apartemen ripa'i, aku melihat ponselku karna ada panggilan dari Indri


Aku mengangkat panggilan itu, seraya melangkah masuk


" Ada apa " tanya ku saat sudah ku angkat


" Tth di mana, " suara di sebrang sana terdengar sedikit kesal


" Di tempat lain, jam tujuh nanti baru tth pulang " jawabku


" Loh kunci rumah, Indri nggak bawa kunci loh "


" telpon teh Fitri bentar lagi dia pulang juga " ucapku dan langsung mematikan panggilan, ku lihat ripa'i sudah rebahan di sopa, mungkin kalau di kamar dia tak enak dengan ku

__ADS_1


__ADS_2