
Saat sedang di papah yanah dan Ros aku mendengar langkah orang berlari aku menoleh dan ia berlari ke arah ku namun melewati ku
" ripa'i " teriak seorang gadis aku mendengar nya
Pai hanya diam dan dia berjalan ke arah ku
" ripa'i Wiliam Wilson " begitu yang ku dengar bahkan aku pun tak tau nama belakang Pai yang ku pikir Wiliam ternyata bukan
" Cukup Tasya " bentak ripa'i
" Riana Tasya Nugraha yang terhormat aku lelah aku mau bersandar di pundak calon istri ku untuk beristirahat " tukas nya
Aku menyerengitkan dahi 'calon istri nya siapa' pikir ku
Aku tak mau ikut campur entah mereka ada hubungan apa aku tak mau tau aku masuk ke dalam bus duduk di kursi paling belakang dan memejamkan mata ku namun sebelum itu
" Jika ingin keluar, keluar saja aku tak apa-apa " jelas ku agar mereka juga memeriksa teman kami yang lain
" Lagi pula aku ingi tidur sebentar " meyakinkan mereka agar mereka mau keluar karna aku benar-benar ingin sendiri
Memang benar aku memejamkan mata namun tak dapat tertidur akhirnya aku merogoh ponsel ku di saku celana memeriksa pesan masuk yang tadi belum sempat ku baca
Aku membuka satu-persatu pesan itu
# pagi # dari nomor yang tak ada nama namun aku tau nomor itu milik siapa
# Jani kapan pulang keburu kami berangkat lagi ni kerja # ojah
# woy udah males ngumpul Lo # Caca
# semalam kamu ketemu siapa # anta
# udah sampe belum jemput sekarang nggak # Abang ku
Begitulah isi pesan yang baru ku buka namun hanya satu yang ku balas
# belum bang masih di jalan # balas ku tanpa menceritakan yang terjadi
# nanti kalau sudah sampe kasih tau Abang yang jemput Fitri lagi nggak ada # Abang ku
# kemana emang # balas ku
# entah main kali tadi ada teman-teman nya ke sini # Abang ku
# cowo # balas ku
# bukan, kalau cowo mana mungkin Abang kasih ijin main # Abang ku
# mmmhhh # balas ku
# kenapa lagi jenuh perjalanan ya # Abang ku
# dikit # balas ku
# ya sudah Abang lagi nangung ni biasa # Abang ku
Aku pun tak membalas lagi karna kalau bilang lagi nanggung dia pasti lagi bongkar motor nya
Aku memasang genset mendengarkan lagu di ponsel ku
Tak lama aku merasa ada yang naik bus dan aku membuka mata ternyata Pai
Dia duduk di sebelah ku namun aku hanya diam ia memandang ku ntah apa yang ia pikirkan Pai mengambil sebelah genset dari telinga ku dan memasang nya di telinganya ia juga memaksa ku untuk menyandarkan kepala ku di bahu nya
Aku meronta menolak keinginan Pai namun Pai mengancam
" Tangan mu sedang sakit jadi jika aku mencium bibir mu kamu Takan sanggup melawan ku he'mh " ucap nya seraya tersenyum
Aku menurut dari pada di cium Pai lebih baik bersandar lagi pula melawan pun aku tak memiliki tenaga lagi
" Rinjani " panggil nya aku hanya diam pura-pura tidur
" Hei aku tau kamu tidak tidur " lanjut nya lagi dan aku masih mendiamkan nya
Tiba-tiba tangan Pai meraba tangan ku sampai pundak replex aku menyingkirkan tangan Pai dengan kasar
Pai tersenyum miring " sudah ku duga " ejek nya
__ADS_1
" Aku lelah Pai " pinta ku agar Pai tak mengganggu
Pai kembali menyandarkan kepalaku di bahu nya
" Istirahat lakh " titah nya dan akupun menutup mata ku kembali
Di luar sana terdengar sirinai polisi yang baru sampai dan saat semua sudah beres bus pun berjalan kembali
*********************
" Rinjani bangun sudah sampe " Pai membangunkan ku tak susah untuk membangun kan ku
Aku membuka mata ternyata hari sudah sedikit gelap ku lihat jam di tangan ku menunjukan pukul tengah 6 sore 'pantes' pikir ku
" Kenapa terlalu nyaman tidur di pundak ku hingga enggan untuk bangun " goda ripa'i
" Apaan si Pai " datar ku
Semua sudah turun dari bus saat aku membuka ponsel ku dan menghubungi nomor Abang ku Pai merebut nya dan panggilan itu terhubung namun belum di angkat
" Nelpon siapa " ketus Pai
" Abang " jawab ku singkat
" Ngapain " Pai tak mau kalah
" Ck' minta jemput ripa'i ngapain lagi " kesal ku
" Apa guna nya aku " kesal nya juga
" Tau " asal ku
" CK' aku yang antar kamu pulang " jelas nya tak ada lagi perdebatan dan ternyata sambungan telpon sudah terangkat
" Halo bang biar Rinjani aku yang anterin pulang " jelas ripa'i
",,,,,,,, "
Suara di sebrang sana entah aku tak tau hanya Pai yang mendengar dan sambungan pun di tutup oleh pai
Belum sepenuh nya kesal ripa'i luntur namun di tambah lagi oleh anta
" Jani pulang bareng gue pacar nya " ripa'i yang menjawab aku hanya menggelengkan kepala
" Ya sudah gue duluan, Jani aku duluan " pamit anta aku mengangguk dan Pai hanya diam saja
" Tunggu di sini aku ambil motor dulu " titah nya
Aku hanya menurut, dan menunggu sampai Pai datang
" Mau langsung pulang " tanya Pai saat di depan ku
" He'mh mau kemana lagi " jawab ku
Aku pun naik motor Pai dan pulang di Anter oleh nya
Aku ingin sekali tidur karna sudah merasa sangat lelah
Tak lama kami sampai di rumah ku
" Mau langsung istirahat " tanya nya
" Iya capek banget mau mampir dulu " tawar ku
" Boleh nanti istirahat nya di rumah tth aja sama Abang ya " jelas nya aku hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan nya
Setelah membersihkan diri aku masuk dalam kamar dan memikirkan Pai
Aku merasa aku sangat egois pada Pai apa yang membuat ku begini aku pun tak tau, mencoba membuka hati untuk mencintai nya bukan tak pernah ku lakukan selalu aku mencoba nya namun hati ku selalu merasa takut bila membuka nya entah kenapa
" Pai aku berjanji pada hati ku akan selalu mencoba mencintai mu selama kamu tak meninggalkan ku selama kamu tak menyakiti ku makasih sudah mau bersabar menunggu ku, makasih sudah mau bersabar untuk menghadapi ku, ku pastikan tak ada yang akan sia-sia akan semua kesabaran mu pada ku " ucap ku sebelum aku benar-benar tertidur
pagiharinya aku terbangun saat pukul setengah enam
" Astagfirullah , kelewat lagi ko nggak ada yang bangunin " gumam ku
Aku mencari orang rumah namun tak ada satu pun mungkin Abang dan ibuku sudah berangkat kerja dan adik-adik ku mungkin sudah berangkat sekolah
__ADS_1
Karna kami baru pulang jadi hari ini bagi yang ikut tur di bolehkan istirahat di rumah takut masih ada yang kecapean
" Sudah bangun " saat aku keluar rumah ternyata Pai sudah duduk di depan rumah
Semalam Pai tidur di rumah tth ku karna rumah itu di tinggal tth ku dan hanya di isi Abang ku dan teman-temannya saja jadi rumah itu bisa di anggap rumah anak bujang dan Pai tidur di sana
" Sudah, gimana tidur nya " tanyaku
" Nyaman bahkan sangat nyaman " jawab nya seraya tersenyum membuat ku heran
" Kenapa " tanya ku karna merasa heran
" Apa nya " Pai malah balik bertanya
" Tidak ada " jawab ku Pai hanya tersenyum
Aku melihat dengan intens senyum ripa'i ada sedikit kesal melihat senyum Pai
" Kenapa " tanya Pai pada ku mungkin dia heran aku memandang nya Kukup lama
" Apa kamu selalu tersenyum begitu pada semua orang " seloroh ku
" Kenapa apa tidak boleh " jawab nya
" Tidak apa-apa " asal ku lagi-lagi Pai tersenyum namun kali ini senyum mengejek
Aku meninggalkan Pai pergi ke dapur mencari sarapan ku yakin ibu pasti sudah membuat sarapan sebelum berangkat kerja
" Sarapan " tawarku aku membawa dua piring nasi goreng kecap tak ada toping di sana kau yakin Pai Takan suka karna hanya nasi goreng kecap yang ku bawa
Aku menyodorkan piring pada Pai tanpa ku sangka begitu menerima piring itu Pai langsung memakan nasi goreng nya 'apa Pai tak ada yang memberi makna tadi malam' pikir ku
" Apa seenak itu " tanya ku
" He'mh " singkat nya tanpa menghentikan sendokannya
Selesai sarapan dan sudah membereskan semua piring kotor di dapur aku melihat rumah sudah rapi pasti adik ku Fitri yang bersih-bersih setelah sholat subuh biasa nya seperti itu kalau tidak aku berarti Fitri karna kami tak membiarkan ibu mengerjakan pekerjaan rumah juga setelah bekerja seharian namun untuk Saparan ibu yang selalu membuat nya
Karna ku rasa tak ada pekerjaan lagi jadi aku kembali kedepan menemui Pai
Kami pun mengobrol dengan santai nya tak ada yang mengganggu sambil masing-masing melihat ke layar hp sesekali memeriksa notifikasi yang datang
Saat selesai berbalas pesan dengan yanah aku meletakan kembali hp ku dan mengambil gelas yang berisi teh manis hangat yang ku buat sendiri, tiba-tiba Pai mengambil hp ku saat aku sedang meminum teh ku, aku membiarkan nya karna tak ada sesuatu yang ku rasa bisa membuat Pai marah
" Sudah selesai " tanya ku saat Pai kembali meletakan hp ku
" Sudah " singkat nya
" Dena Rinjani bolehkan aku bertanya " pinta nya
" Iiissshh" tanggap ku
" Serius Jani " kesal nya
" Apa yang kamu bilang semalam itu bener " lanjut nya
" Yang mana perasaan semalam aku nggak ngobrol sama kamu kan langsung tidur jadi aku ngomong apaan " tak mengerti dengan yang di tanyakan ripa'i
" Serius Jani aku denger kamu bilang akan tetap bersama ku asal aku tak melepas status kita, dan kamu juga akan selalu bersama ku selama aku tak menyakiti mu dan kamu akan terus mencoba mencintai ku bukan " jelas nya
" Kamu tau " tanya ku
" Aku mendengar nya di sini " Jawab nya, ya karna kamar ku paling depan dan tak kedap suara juga jadi ada kemungkinan Pai bisa dengar kalau memang benar dia semalam di sini
" Apa itu semua benar " lanjut nya lagi
Aku tersenyum sebelum menjawab nya
" Aku hanya mencoba Pai hasil nya aku tak tau akan bisa mencintai mu atau tidak, maaf Pai aku terlalu egois dalam hal ini aku sadar itu " jelas ku
" Tidak Jani aku lebih egois aku tau kamu tak mencintaiku aku juga tau kamu masih menanti dia tapi aku dengan egoisnya memaksa mu untuk menjadi pacar ku maaf " jelas nya juga
" Ck' siapa yang menanti orang seperti nya " asal ku
" Aku tau mungkin sudah tak ada rasa di hati mu untuk nya namun rasa itu juga bukan untuk ku dan kini dia kembali aku tau itu Jani "
" Kamu tau dia Pai, tapi aku bisa menegaskan hati ku Pai bahwa hati ku bukan untuk nya lagi dan aku juga bisa memastikan tak ada yang sedang dekat dengan ku kecuali kamu "
__ADS_1
" Benar kah termasuk anta " celetuk nya, aku mengerutkan dahi tak paham dengan nya