Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 50


__ADS_3

Ripa'i mendekat ke samping ku, mungkin dia masih bingung dengan ucapan ku, namun aku tak berniat menjelaskannya karna aku sendiri masih bingung apa benar seperti yang ku pikirkan kalau gadis ini mempunyai dendam pada ku sedang aku merasa tak pernah melukai siapa pun


" Ku mohon katakan, jika memang kau membenciku karna alasan lain bukan karna ripa'i "


Aku masih mencoba bernegosiasi dengan gadis ini


" Kau mau tau alasan sebenarnya kenap aku ingi menghabisimu " ucapnya seraya tersenyum licik


" Katakan " aku semakin memandangnya datar


" Kamu ingat dengan sukmaya Dena " sungguh nama yang ia sebutkan membuatku sedikit terkejut, kenapa laki-laki di masa laluku di sebut-sebut


" Kenapa, kamu terkejut, kamu akan lebih terkejut lagi jika mendengar ceritaku, " lanjutnya seolah memberi teka-teki pada otak ku, oh ayolah aku sudah capek jangan membuat otakku juga capek untuk mengingat sejarah lama


" aku Riana Tasya Nugraha, putri dari keluarga Nugraha, ku pikir mudah menyakitimu dengan menggunakan laki-laki namun ternyata kelemahan mu bukan laki-laki, aku sengaja ingin menghancurkan mu dengan siapa pun kau menjalin hubungan aku ingin melihat mu selalu menangis seperti kakak ku " jelasnya


Kakaknya?, Maksudnya apa coba sungguh aku tak mengerti


" Aku sudah sangat bahagia di awal tadi saat kau menjatuhkan air mata ku pikir selama ini aku tak sia-sia, aku senang jika melihat mu menangis bahkan jika bisa sampai bunuh diri seperti yang terjadi pada kakak ku " dan itu semakin membuatku tak mengerti


" Jelaskan jangan bertele-tele " sungguh aku sudah hilang rasa sabar


" Kamu ingat saat pertama kali kamu menangis bahkan sampai satu bulan kamu terus saja menangis jika kamu hanya sendiri ingat Dena Rinjani, aku yang membuat mu menangis tau kenapa itu karna kau terlalu jahat, kakak ku mencintai dan sangat menyayangi sukmaya tapi apa, laki-laki itu malah lebih memilih mu, kakak ku terus saja berharap namun tetap kau saja yang bertahta di hatinya " sungguh aku tak tau itu


" semua cara sudah ku lakukan hingga kalian berpisah, memang setelah kalian berpisah kakak ku menjalin kasih dengan sukmaya namun tetap saja laki-laki itu tak mau melepas mu dari hatinya " mata gadis itu berair ku yakin pikirannya sedang kalut


" Bahkan dihari pernikahannya pun ia masih berharap dapat kembali pada mu, hingga ia meminta izin pada kakak ku untuk menikahi mu menyedihkan, hingga kakak ku depresi karna tak mau berbagi suami dengan siapapun dan akhirnya dia memilih mengakhiri hidupnya di situlah kebencian ku pada mu semakin menjadi kamu paham " teriaknya seraya menangis


" Aku tak tau dan tak paham, lagian dia hanya masa lalu bagi ku tak ada pentingnya, dan ya kamu bilang dia sudah menikah, bahkan aku tak tau itu " asalku


" Kamu harus menderita kemudian mati seperti kakak ku harus " suaranya mengeras seolah kebenciannya bertambah


" Maaf jika itu salah ku, dan aku harap sampai disini saja kebencian mu kamu membenci orang yang salah " aku tetap berusaha agar bisa meyakinkan kalau semua hanya salah paham


" Tidak bisa, jika dia tida bisa menjeuhi mu seperti yang lain maka dia harus mati agar kau menderita, ku pikir kau akan menderita ketika kau kehilangan semua laki-laki yang mencintaimu namun aku salah ternyata mereka tak berarti bagimu " ucapnya


" Percayalah aku hanya bisa mencintai satu laki-laki jika sudah menjalin hubungan dengannya mana mau aku membuka hati untuk yang lain, sudah lakh aku capek dan mau istirahat ' ucapku seraya berlalu keluar ruangan itu,


Tak ku sangka gadis itu ingin menikam ku dari belakang


" Jangan berani-berani kau mencelakai wanita ku " kesal ripa'i


Jika dia laki-laki mungkin ripa'i sudah menghajarnya namun karna dia wanita Pai Takan bisa menggunakan kekerasan pada wanita


" Terserah jika kau ingin tetap membenciku, namun suatu saat kau akan sadar jika aku tak salah dalam hal ini, kau yang terlalu memaksakan keinginanmu dan satu lagi sadar kah kau telah menghancurkan kebahagiaan orang lain, bukankah kau tau jika saat itu aku dan sukmaya saling mencintai namun karna mu yang mengunakan cara licik hingga kami berpisah namun nyatanya kemalangan tetap ada pada kakak mu " ucapku sebelum benar-benar keluar dari ruangan itu


Yang lain ternyata juga mengikuti ku keluar dari ruangan itu


Di luar ruangan yang lain sudah menunggu kami, pemilik yayasan segera menghampiri ripa'i ntah apa yang akan mereka bicarakan


Ros menghampiri ku dan memelukku

__ADS_1


" Aku tak apa-apa " ucapku agar Ros berhenti khawatir, sungguh dibalik sikapnya yang acuh seolah tak peduli namun hatinya sangat baik


Semua memandang ku seolah tak percaya itu aku


" Maaf selama ini mengatai mu tanpa tau bagaimana perasaan mu " ucap salah satu di antara mereka aku hanya diam


" Makannya jangan suka berasumsi tanpa tau kebenaran nya, yang aku sendiripun tak tau jika dia punya kekasih mana setampan itu lagi " celetuk pika seraya wajahnya dibuat seolah merengut


Tak


Aku menyentil jidatnya, tak habis pikir dengan teman ku yang satu ini


" Sakit Dena " kesalnya dan aku hanya tersenyum seperti yang lainnya


Julian menghampiriku


" Maaf, harusnya aku paham dengan sikap mu selama ini bukan malah semakin penasaran dan ingin memilki mu " lirihnya seraya tersenyum


" Jangan begitu, itu juga bukan sepenuhnya salah mu " celetuk ripa'i


Hei Julian berbicara padaku, kau malah seenaknya saja menyela kami


" Maaf tuan, jika saja saya tau mungkin saya akan lebih memilih membantunya untuk tetap tegar menunggu "


Sungguh aku selalu berterimakasih pada yang kuasa, bagaimana tidak seolah ia(Allah) telah memilihkan sendiri mana orang yang harus dekat dan jauh dariku


" Ripa'i benar ini juga bukan sepenuhnya salah mu, jika saja aku bisa menjelaskan semuanya mungkin Tak akan terjadi seperti ini maaf " selaku, tak mau di dahului kembali oleh ripa'i


Pernikahan, tunggu dulu aku masih belum sedikitpun berpikir ke Sana


" Pasti " singkat ripa'i


" Kalau begitu aku permisi "


Julian pun meninggalkan kami ntah kemana,


" Kasihan " celetuk Vera, ripa'i menatap tak suka dengan kata-kata Vera


" Jangan melihat saya begitu tuan, saya hanya kasihan saja padanya namun siapa sangka ternyata anda yang membuat para laki-laki yang mendekati Rinjani tak pernah mendapat kesempatan, bahkan hanya untuk mengutarakan perasaan mereka "


Dengan santai Vera mengatakan itu pada ripa'i, ya begitulah Vera selalu apa adanya, ripa'i hanya tersenyum


" Rinjani apa setelah ini kalian akan menikah ?" Seloroh Vera


Aku mengerutkan dahi, berbeda dengan ripa'i senyumnya mengembang


" Jika Rinjani sudah siap, tentu akan ada pernikahan, namun nona anda tak tau apa mimpi gadis ku ini, jadi semua aku serahkan padanya " jelas Pai, akupun tersenyum


Pika juga, ia tersenyum dan memeluk ku, dan pika juga kearah ku dia juga memelukku


" Ka ripa'i apa kabar ?" Ku dengar suara Ros menyapa ripa'i

__ADS_1


" Kabar baik " jawabnya singkat


" Lama tak bertemu, ternyata kakak sudah sukses sekarang " lanjutnya lagi bertanya


" He'mh " singkat ripa'i


Entah lakh bukan kah ripa'i selalu ramah kenapa dia dingin kali ini, mungkin karna sudah merasa lelah


" Rinjani kita pulang sekarang, biar ibu juga bisa istirahat, aku yakin ibu pasti capek "


Ripa'i mengajakku pulang, dia benar ibu pasti sudah merasa capek, apa lagi tadi ada kejadian yang kurang mengenakkan


Aku berpamitan pada semua temanku, sekalian toh aku juga Takan bisa melihat mereka lagi kecuali aku masih di tempat ini


Di tambah teman-teman ku juga akan melanjutkan sekolah ke lain tempat lagi, namun ada juga yang akan langsung terjun ke dunia bisnis yang pasti bisnis keluarga yah


Aku, aku belum merencanakan apa pun saat ini, karna rencana saat ini aku ingin pulang dan mengadakan sukuran atas pencapaian ku saat ini, sungguh ini gak mudah bagi ku


Aku juga sudah tak sabar untuk tinggal kembali ke rumah, bersama keluarga dan para sodara ku


***


Sepanjang perjalanan ripa'i dan kedua orang tuaku saling mengobrol kadang ripa'i juga bertanya bagai mana masa kecil ku hingga aku bisa seperti ini


Aku hanya mendengarkan tanpa mau ikut bergabung dalam obrolan ini


Kadang terdengar tawa kecil dari ripa'i saat mungkin ibu mengatakan hal tentang ku yang menurutnya lucu


Karna merasa lelah aku tertidur dan tak tau lagi obrolan apa saja antara ripa'i dan kedua orang tuaku,


Aku tersadar dari tidur ku saat hanya tinggal aku dan ripa'i yang berada di dalam mobil dan ripa'i membangunkan ku


Dia mengelus pipiku, jika dia ripa'i yang dulu mungkin ini bisa jadi kesempatan nya untuk dapat mencium ku, namun aku percaya ripa'i selalu berpegang teguh pada setiap kata yang ia ucapkan jika tida ya tida


" Apa kamu selelah itu, hingga tidur mu begitu nyenyak " tanyanya ketika mata ku sudah terbuka


Aku hanya membalasnya dengan tersenyum saja


" Ayo, apa masih ingin berduaan hingga tak mau turun " godanya, aku menggelengkan kepala dan turun dari mobil ripa'i


Mobil ripa'i, ntah lakh aku tak tau pasti itu mobil siapa yang pasti ripa'i yang mengendarainya


Kami di sambut oleh para keluarga dan sodara, mungkin ripa'i tak pernah melihat ini sebelumnya jadi ia sedikit kikkuk


Semua sodara dari ibuku berkumpul dan duduk bersama, mereka memberondong ku dengan pertanyaan 'bagaimana hidup jauh dari rumah, bagai mana rasanya menjadi anak rantau' dan masih banyak lagi


Aku hanya menjawab singkatnya saja, memang tak mudah namun jika sudah bertekad semua kan terasa lebih ringan daripada terus memikirkannya akan menjadi beban


Ripa'i lebih memilih ikut bergabung dengan Abang ku, o ia lupa Abang ku sudah berkeluarga, satu tahun lalu ia menikahi seorang gadis cantik dan Solehah semoga saja Abang ku bisa menjadi peribadi lebih baik lagi


Ntah apa yang sedang menjadi obrolan mereka namun nampak nya seru, ingin ikut bergabung tak enak dengan makema yang sedang ingin bersama ku, jadi aku hanya bisa melihatnya saja tanpa bisa ikut bergabung.

__ADS_1


__ADS_2