Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 35


__ADS_3

Terjadi percakapan kecil antara aku yanah dan ka nayira, ya nama nya nayira usianya 23 tahun lebih tua dari kami, jadi kami memanggil nya kakak karna ini bukan di kampung jadi aku tak memanggilnya tth hehe menyesuaikan diri di kota orang


Aku dan yanah pun tak memberi tau identitas asli kami, yanah memperkenalkan nama nya Vivi, sedang aku hanya Dena saja tak memakai Rinjani untuk berjaga-jaga,


Aku bingung pada sikap yanah tanpa ku jelaskan ia paham dengan hidup di kota orang tak perlu banyak orang tau tentang identitas pribadi


" Mari masuk " pinta ka nay


" Kak nay sendiri di sini?" Tanya yanah


" Eemmhh, aku sendirian " jawab nya


" Sekarang kita satu kontrakan ya, biar aku juga ada teman nya " lanjut nya,


Ka nay menjelaskan bahwa perusahaan yang kami tunjukan alamat nya tak jauh dari kosan itu, bisa di tempuh dengan jalan kaki namun bangun nya harus lebih pagi


Dan saat ia menawarkan untuk satu kontrakan aku dan yanah setuju


" Kalian sudah makan " tanya ka nay pada kami, kami hanya menggeleng


" Baiklah aku akan beli makan dulu buat kalian, tunggu di sini ya " pamit nya, aku lupa uang nya belum ku berikan untuk nya membeli makan


Beruntung kami mulai kerja besok, karna hari ini kami baru sampai di kota dan belum mendapat tempat jadi kami di perbolehkan masuk besok, namun sekarang sudah ada tempat tinggal istirahat


Yanah mencari dapur ntah mau apa dia, saat kembali dari dapur yanah membawa mangkuk berisikan air hangat,


" Untuk apa vi ?" Tanya ku heran


" Sini de mana tangan kamu " pinta nya


'de' sedikit risih namun tak apa-apa siapa tau nanti orang nganggepnya aku sama yanah sodara


" Mau ngapain, pake barang orang tanpa ijin lagi " ucap ku


" Aku mau ngompres tangan kamu Dena takut bengkak, terus besok nggak bisa kerja mau " cerocos nya, dan akhirnya aku menurut


Setelah selesai dikompres aku memilih rebahan di bangku ruang depan, kontrakan ka nay terbagi tiga bagian tengah dapur dan depan,


Depan di pakai ruang tamu, tengah di pakai kamar, dan belakang di pakai dapur cukup luas pantes mahal


Yanah terus melihat-lihat semua yang ada di kontrakan itu, namun aku memilih memejamkan mata


Tak lama ka nay pun datang membawa kantong kresek,


" Kamu tidur " tanya ka nay saat melihatku terbaring memejamkan mata


" Tida, hanya terasa lelah saja " jawab ku


" Ya sudah makan dulu ni biar nggak sakit" ucap nya lagi


Kami makan bersama, hening saat kami makan tak ada suara selain sendok yang yanah gunakan, sedang aku dan ka nay memilih menggunakan tangan, ternyata kakak cantik ini tak jaim-jaim


Selesai makan dan membereskan semuanya, kami saling bertukar cerita, tidak, lebih tepat nya ka nay dan yanah tentang diri mereka masing-masing, dan aku hanya me ngiyakan atau mengangguk kala ada pertanyaan yang mengarah pada ku


Mungkin keduanya lama-lama merasa kesal dengan tanggapan ku dan akhirnya


" Dena,! bisa nggak si kamu tak selalu fokus pada layar hp mu " kesal yanah


Aku mengangkat wajah melihat ke arah dua wanita satu kriteria/pashion,


" Kenapa si Vi ?" Saat aku melihat raut kesal dari yanah,


Aku meletakan ponsel ku di samping tempat ku duduk, dan ikut mendengarkan cerita mereka


Ka nay bilang, ia bekerja tak jauh juga dari restoran tempat kami akan kerja, bahkan banyak karyawan sana yang makan siang di tempat ka nay kerja


" Asik, Dena jadi kita bisa makan disana dong " celetuk yanah

__ADS_1


" He'mh, kalau udah dapet gaji, inget dompet " jawab ku cuuek


" Iss, apaan si " rutuk nya


Ka nay juga bilang kalau ia hanya seorang pelayan di sana, namun ia betah kerja di sana selain bos nya baik teman kerja nya juga ramah-ramah menurut nya, namun aku belum tau.


****************


Dua Minggu sudah kami kerja di perusahaan mas Rendi, dan kami di tempatkan di bagian pemasaran, mencatat barang yang keluar dan masuk dengan teliti, kami pun tak mengerti mengapa kami di tempatkan di bagian yang lumayan sulit namun ku tau ini bagian dari sebuah pembelajaran juga


Sejauh ini pekerjaan masih berjalan lancar, tak ada masalah sedikit pun, karna kami mengerjakan nya juga sembari masih di bimbing oleh para senior,


Esok hari libur, jadi pekerjaan hari ini hanya sampai jam 4 sore, aku dan yanah memang libur tapi nggak dengan KA nay, dia masih kerja hanya jam kerjanya saja di kurangi


Ka nay biasa berangkat jam delapan, karna dia masuk kerja jam 9 pagi, namun di hari libur ia masuk jam 10 pulang jam 7 begitulah pekerjaan Ka nay


" Dena, pulang sama siapa " Tanya Arif, ia salah satu teman kerja kami sikap nya manis pada semua orang tak terkecuali pada ku dan yanah


" Biasa pulang bareng Vivi, kenapa? " Tanya ku,


" Tadinya mau ngajak bareng, tapi pake motor " jawab nya


Aku tersenyum mendengar kata-kata nya ' motor ' memang kenapa kalau naik motor, sungguh tak habis pikir, bahkan di dunia ini tak semua orang punya motor jadi sloww aja


" Memang kenapa kalau pake motor " tanya ku lagi


" Takut nya kamu nolak " ucap nya ragu-ragu, aku menyerengitkan dahi


" Ka Arif ini ada-ada saja, tapi maaf Dena memang nggak mau " jawab ku sembari terkekeh melihat wajah muram Arif


" Tu kan pasti nggak mau, mana mau cewe cantik naik motor " celetuk nya


" Siapa bilang, aku pulang selalu naik angkot bareng Vivi, dan sekarang aku nolak bareng kakak ya karena Vivi nantinya pulang sendirian dong, kan kasian maaf ya " jelas ku


" Oh kirain, jadi tiap hari kamu sama Vivi naik angkot terus " tanyanya, aku mengangguk mengiyakan kata-kata Arif


" Nah tu orang nya " tunjuk pada yanah


" Hai Vi " sapa Arif pada yanah


" Hai juga," singkat nya, tak seperti biasa nya yanah selalu ceria walau ia sedang lelah tapi tak pernah menunjukan nya apa lagi di sini ada Arif


" Are you ok honey " canda ku


" Mmhhh, " jawabnya lemah


" Ya sudah mari kita pulang, permisi kak "


Aku terus memperhatikan wajah yanah terus dan terus, sampe yanah mungkin risih


" Jani apaan si, jangan gitu deh " ambek nya, aku tersenyum, mungkin sisi manja nya sedang datang karna sikap itu hanya ia perlihatkan saat di sekolah saja


Kami turun dari angkot, karna tak membutuhkan waktu lama makan nya kami cepat sampai


" Assalamualaikum " aku memberi sallam, walau tak ada orang di rumah yang menjawab namun aku selalu yakin mungkin ada malaikat yang akan menjawab, dan jika ada hantu biar dia risih dengan salam yang selalu kami ucapkan tiap mau keluar atau masuk rumah


" Rinjani aku mandi duluan ya, nanti jam tujuh malem baru kita nyusul ka nay " karna kalau hari biasa ka nay pulang jam 10 malam


" He'mh mandi sana, aku mau beresin file yang baru ku salin ke hp ku "


ya setiap pekerjaan ku selesai, aku selalu menyalin nya terlebih dahulu di hp ku sebelum ku copy, semua ku lakukan untuk mempermudah laporan ku nanti selama magang, sekalian untuk ku pelajari lagi


Yanah pun tak menjawab lagi, ia melengos kedalam


Cukup lama aku membuka-buka file itu, dan masih betah mempelajari nya lagi namun saat notifikasi pesan datang aku menghentikan kegiatan KUA dan membuka pesan itu


# maaf baru sempat membalas # teman hati

__ADS_1


Aku menyerengitkan dahi, pasal nya tak pernah ripa'i mengabaikan pesan dari ku


# tak masalah, mungkin kamu lagi sibuk dengan pelajaran # balas ku, mencoba bersikap biasa saja


# bukan seperti itu, pasal nya hp ku baru ku temukan # teman hati


# maksud nya # balas ku heran


# ntah lakh aku juga nggak ngerti, hp ku hilang sudah hampir satu bulan, aku berusaha mencari nya terus namun saat sudah akan membeli yang baru dengan sendirinya hp itu ada di loker # teman hati


# mungkin kamu salah taro, atau saat kamu naro disana kami lupa # balas ku


# nggaklah Jani, mana ada seperti itu, sudah berkali-kali aku membuka loker dan mencari nya namun tak ada # teman hati


Aku terdiam, batin ku menerawang jauh, ternyata benar ada yang tak beres


# Rinjani, kamu diam, apa kamu marah # teman hati


# apa kamu punya musuh # balas ku, to the points


# kaksud kamu # teman hati


# ripa'i buang ponsel mu beserta card nya, ada yang sengaja menyembunyikan ponsel mu ntah apa niat nya # balas ku,


jujur aku khawatir dengan apa yang barusan muncul di penglihatan ku, ada yang sedang mengincar ripa'i ku, tunggu ripa'i ku


# apa begitu mengkhawatirkan # teman hati


# tidak tau, baik lakh begini saja, jika menghubungi aku, atau teman-teman mu pakai ponsel ini, namun jika masalah pribadi atau penting pake ponsel lain # balas ku


Tak ada lagi balasan dari Pai dan ternyata dia memilih menelpon ku


" Assalamualaikum " suara di sebrang sana


" Wa'allaikum sallam " jawab ku


" Apa kabar mu " suara di sebrang sana


" Kabar baik ku rasa, hanya saja tubuh ku terasa lelah " jawab ku


" Rinjani aku rindu, maaf baru mengabari " suara di sebrang sana,


dari nada nya sepertinya ia sedang terisak, mungkin karna tak kuasa menahan rindu ntah pada siapa tak mau ber GR diri


" He'mh, aku juga sama " baru kali ini ku rasa aku mengakui kalau aku juga rindu ripa'i


" Kamu menangis " suara ku


" Tidak, hanya saja tak kuasa menahan sesak mendengar suara orang yang ku rindukan " suara di sebrang sana


" Ya sudah kalu seperti itu matikan telpon nya " suara ku, mencoba menggoda ripa'i


" Apa maksud mu, aku tak kuasa menahan sesak karna rindu ingin melihat mu " suara di sebrang sana


Aku mematikan telpon Tampa aba-aba, lalu aku melakukan Vidio call pada ripa'i,aku penasaran dengan bocah brengsek itu, masa ia aku bisa membuat nya rindu sampai menangis


Aku tersenyum melihat wajah tampan itu, kini wajah Pai semakin tampan saja, berada di negara luar membuat kulit ripa'i semakin putih, wajah nya begitu mulus,sedang aku masih berdiri di tempat


" Hai " sapa nya


" Hai, kau sungguh menangis " tanya ku melalui Vidio call


" He'mh " jawab nya


Tak ku sangka ripa'i mau mengakui nya, dan lagi-lagi aku tersenyum mendengar pengakuan ripa'i


" Rinjani apa maksud mu tadi " ripa'i mungkin masih memikirkan pesan ku tadi

__ADS_1


" Ntah lakh Pai, tapi aku minta turuti saja ya demi kebaikan mu, lagian kan kamu berada jauh dari Abang mu tak ada yang menjaga mu, sungguh aku khawatir "


__ADS_2