Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 24


__ADS_3

Sebenar nya aku ragu untuk mengangkat panggilan itu namun tetap ku angkat takut itu dari keluarga


" Hallo assallamuallaikum " sopan ku


" Juga wa'allaikum sallam " jawab nya


Aku terdiam mendengar suara itu, ternyata dia, sebenarnya Sukma sudah pernah menelpon namun karna nomer nya tak ku simpan makan nya aku tak tau kalau yang menelpon adalah dia


Merasa tak ada suara dia pun bertanya pada ku


" Apa kabar kamu " tanya nya


" Kabar baik " jawab ku


" Lama tak pernah mendengar suara mu seperti nya aku rindu " ucap nya


" Mungkin kah " asal ku


" Kenapa apa tak suka aku menelpon " suara nya sedikit sayup


" Tida hanya saja aku merasa tak nyaman " jelas ku


" Tak nyaman ya " ia memastikan


" He'mh " datar ku


" Ya sudah kalu gitu aku tutup telpon nya dah " seperti nya ia enggan menutup panggilan nya


" He'mh " jawab ku


Ku pandangi nomor yang tertera di layar hp ku tanpa nama itu pikiran ku pun jauh ntah kemana ' mungkinkah ia memang benar-benar kembali ' begitulah pikir ku kira-kira


Aku pun memejamkan mata ku paksa Karana sudah meras lelah maka aku pun tertidur hingga pagi hari pun tiba


****************


" Waktu nya menjelajah " girang yanah


" Hallo girls udah pada siap " tanya amin di depan tenda kami sambil berjongkok


" Udah dong " jawab Ros dan yanah bersamaan aku hanya diam saja


" Ya udah ayo udah di bagi kelompok loh acak lagi terus dari sekolah sebelah juga gabung loh " jelas nya


" Ah masa " tanya yanah


Sedang aku masih sibuk dengan hp ku berbalas pesan dengan para sahabat ku mereka bertanya kenapa aku tak ada padahal mereka lagi libur dan ingin berkumpul bersama


" Jani ngapain sih liatin hp aja orang nya ada di luar tu " seloroh amin mungkin dia pikir aku sedang berbalas pesan dengan Pai


Aku hanya tersenyum malas menanggapi nya


" Tau samperin aja kali say " kata Ros yanah hanya diam sepertinya dia paham dengan hati ku


" Udah yuk keluar yuk gabung dari pada tambah ngaur ucapan kalian " ajak ku sambil berjalan meninggalkan mereka


" Say kita satu kelompok loh " kata yanah aku hanya menoleh dan tersenyum saat ini pikiran ku lagi kalut tak ingin banyak bicara dan banyak tingkah


Kami pun diminta untuk berkumpul sesuai kelompok kami kelompok ku terdiri dari 12 orang dan satu di antara nya aku


Aku satu kelompok dengan ripa'i juga anta entah kebetulan atau di rencanakan oleh panitia enam dari sekolah kami dan enam lagi dari sekolah lain


Kelompok kami sudah berjalan menyusuri bukit-bukit yang lumayan terjal sesekali aku melihat ke arah samping ripa'i fokus ku bukan pada ripa'i nya tapi pada bayangan yang selalu mengikuti nya dari kemarin bayangan itu tak terlihat kenapa sekarang baru terlihat


Tak mau terus terfokus pada pikiran ku aku pun bersikap seolah dia sama dengan kami jujur banyak pula makhluk yang lain namun mereka tak berani mendekat hanya mengamati dari jauh lagi pula kami tak melakukan hal yang sembrono jadi tak harus mereka juga menegur kami


" Aww,," ringis wanita dari sekolah lain namun satu kelompok dengan kami


Ku lihat Pai mendekati gadis itu namun aku tetap acuh


" Kenapa " tanya Pai pada gadis itu yang dapat ku dengar


" Kaki ku terkena ranting " jelas nya


" Kaki nya sakit " teriak Pai agar yang lain berhenti juga dan kami pun berhenti sembari istirahat


" Apa masih jauh " tanya ku pada anta yang sedang berbagi air minum dengan teman nya


" Lumayan " jawab nya


" Ambil ini " lanjutnya seraya memberi ku sebotol air

__ADS_1


" Terimakasih aku bawa " datar ku


" Sini buat gue aja " celetuk yanah, begitulah gadis ini akan sangat manis jika berbicara dengan ku


" Ada yang punya plester " suara Pai mengalihkan kami


Aku lihat yang lain hanya diam saja mungkin tak ada yang membawa p3k namun aku bawa dan aku pun menghampiri ripa'i


" Terimakasih " kata gadis itu saat Pai sudah memasangkan plester itu di kaki yang trgores tadi


" Jangan pada ku tapi berterima kasih lah pada nya " kata Pai seraya melihat ku


Pai berdiri dan menggenggam tangan ku sambil berbisik


" Jangan dekat-dekat dengan yang lain kau tidak suka " bisik nya


" Terimakasih kakak " kata gadis itu


" Panggil saja Rinjani " datar ku dan hendak berjalan menghampiri yang lain namun tangan ku di tarik oleh Pai ia berbalik dan berjalan ke samping ku


" Ayo " ucap nya saat sudah di samping ku


Aku hanya menuruti nya ku lihat sekilas wajah gadis itu nampak kesal entah lakh


Kami pun melanjutkan perjalanan kami menyusuri bukit perkebunan teh terus berjalan mengikuti peta yang sudah di buat oleh para panitia


" Ini mah namanya bukan tour " celetuk siswa yang tak ku kenal mungkin dari sekolah lain


" Terus apa dong " yanah yang menanggapi


" Namanya kemping bukan tour, tour itu keliling negara baru tour " jelas nya sepertinya ia sedikit kesal dengan acara ini


" Itu mah nanti aja sama keluarga Lo " balas yanah lagi


Sedikit terjadi perdebatan antara yanah dan orang itu namun tak kami hiraukan karna ku yakin sama sepertiku yang lain juga sudah merasa lelah jadi lebih baik diam dan terus berjalan


" Mau di gendong " tawar Pai


" Nggak makasih " datar ku


" Pai aku aja yang di gendong kan kaki aku juga lagi sakit " seloroh gadis tadi


Sepertinya dia suka pada Pai dan kalau tak salah dengar mereka dari sekolah Pai yang dulu otomatis mungkin mereka kenal atu mungkin ia salah satu gadis yang suka Pai mainin entah lakh


" Boleh tanya sesuatu " tanya Pai seraya terus menggenggam tangan ku sambil berjalan


" He'mh " datar ku


" Aku mau pergi sekolah di luar negri apa kamu mau menunggu ku " ucap nya


" Menunggu membosankan Pai " asal ku


Bagai mana tida dua tahun lebih aku menunggu tak pernah ada kepastian bahkan kabar pun tak ada membuat ku merasa hampa dan bosan


" Sungguh " tegas nya


" Entah lakh " jawab ku


" Aku bukan dia Rinjani jangan samakan aku dengan nya kau janji akan kembali setelah semua nya selesai dan aku akan sesekali mengunjungi mu " jelas nya


" Bukankah dia juga berjanji dulu kalu dia akan kembali " datar ku


" Aku mohon jangan samakan aku dengan dia, kamu tau bagai mana aku yang dulu dan sekarang bahkan aku bisa berubah hanya karna aku mengejar cinta mu " jelas nya


" Aku tak pernah meminta mu berubah " jelas ku juga


" Kau tau Rinjani jika seseorang berubah karna disuruh apa lagi oleh pacar nya itu berarti ia hanya berubah karna pacar nya bukan karna keinginan nya sendiri " jelas nya lagi


" Buktikan " singkat ku


" Pasti karna aku percaya aku ada di hati mu namun kamu belum menyadari nya saja " ucap nya sambil tersenyum


Entah merasa lelah hingga kaki ku terpeleset dan hampir terjatuh beruntung Pai sigap menarik tangan ku dan kini aku berada dalam dekapan nya


Aku meronta menyadari kalau Pai nyaman dengan posisi itu karna itu yang ia ingin kan menggoda ku


" Lepas " datar ku


Ia pun melepaskan ku saat posisiku sudah benar-benar aman


" Sebentar lagi kita sampai " kata ketua kelompok

__ADS_1


Aku kembali di sisi yanah dengan Pai di belakang ku anta berada di depan ntah lakh aku tak tau ada apa dengan nya dia tiba-tiba dingin berbicara bila perlu saja


Gadis tadi terus saja menempel pada Pai walau Pai sudah berusaha menghindari nya namun ada saja alasan nya untuk dekat dengan Pai


" Say tu cewe siapa si " tanya yanah


Aku hanya mengidikkan bahu


" Hati-hati say pelakor nanti " ucap nya aku malah tersenyum membuat yanah sedikit kesal


" Awas ya nanti kalau pacar nya di rebut jangan bilang aku nggak ngingetin ya " kesal nya


" Iya iya maaf " candaku


Akhirnya kami sampai kembali ke tenda anta laporan pada panitia dengan ketua kelompok sedang aku dan yang lain hanya duduk berselonjoran saja dan enam orang tadi sudah kembali ke tenda mereka


" Minimum ini " ripa'i memberi ku air mineral


" So sweet " suara yanah


" Mau juga dong di romantissin " canda yanah dan hanya di tanggapi dengan senyuman oleh Pai


" Jangan tersenyum dong kak aku jadi meleleh " lebay nya mulai


" Masa sih ko Rinjani aku romantissin malah makin dingin ya " celetuk ripa'i aku hanya menatap nya datar


" Masa sih berarti bukan romantis yang bikin hati si es luluh kak " asal yanah


" Terus apa dong bukan nya cewe paling suka di romantissin " tatapan nya tetap pada ku mesti ia berbicara pada yanah


" Mmmm mungkin ciuman kali yang bisa bikin hati es mencair " asal nya dan aku langsung menatap nya tajam


" Mampus gue " gumam nya namun dapat ku dengar


" Emang lu pernah " kesal ku pada yanah


" Hehehe nggak say maaf " ucapnya


" Udah-udah jangan pada ribut mending makan yuk " ajak Pai menengahi kami


" Yuk " antusias yanah


" Mau kemana " tanya Pai saat aku mau berdiri menyusul nya dan yanah


" Ambil makan " datar ku


" Di sini aja biar aku yang ambil " pinta nya


Dan lagi-lagi aku hanya menurut


Cukup lama aku menunggu anta dan yanah pun datang namun bukan hanya mereka Ros dan amin pun ada


" Lama " tanya Pai pada ku


" Lumayan " jawab ku


Ku lihat Pai hanya membawa satu piring makanan


" Mana buat ku " tanya ku


" Ini " jawab Pai


" Kamu " tanya ku lagi


" Ini juga "


" CK " kata yang keluar dari mulut ku


Aku pun makan dengan Pai yang menyuapi ku mau bagai mana lagi ia tak membiarkan ku mengambil makanan lagi


Yanah dan yang lainya terus saja tersenyum saat Pai menyuapkan sendok ke mulut ku setelah itu kemulut nya


" Ini lakh cara kami berciuman " celetuk Pai dan membuat ku sedikit tersedak


Kami pun menghabiskan makan bersama tak ada yang berbicara lagi


Kini malam pun datang kami kembali berkumpul kali ini di depan api unggun yang cukup besar


Setelah acara selesai dan kami pun di bubarkan kami pun ketenda masing-masing namun aku pergi ke posko dapur dahulu untuk mengambil air minum karna air kemasan ku sudah habis tadi siang


Tiba-tiba ada yang memelintir tangan ku ke belakang setelah aku minum aku sedikit terkejut kala melihat gadis tadi siang yang terus menempel pada Pai ada di posko kami

__ADS_1


" Sedang apa kau disini " tanya ku datar walau dia memelintir tangan ku namun tak sedikit pun aku merasa sakit


" Jauhi ripa'i " pinta nya membuat ku menyerengitkan dahi


__ADS_2