
Lama menangis dalam pelukan ripa'i membuat ku sedikit merasa lega, aku melepaskan pelukan itu, ingin menatap ripa'i namun merasa malu, bagaimana bisa aku yang melarang nya untuk memelukku namun tadi malah aku yang memeluknya erat
Ripa'i tau aku sedang menahan malu dan mungkin itu menjadi kesempatan untuknya menggoda ku
" Apa sedalam itu rasa rindumu, sampai tak ku duga ku memeluk ku sekuat itu " selorohnya
'ck' kesalku
Ripa'i tertawa namun itu membuat ku mengulas senyum dan mungkin ripa'i melihat itu
" Jangan lagi menyimpannya sendiri, ceritakan lah jika memang memiliki beban, maka berbagilah aku siap membagi semuanya denganmu " ucapnya seraya ingin memelukku kembali namun aku lebih dulu menepisnya
" Kenapa, bukankah tadi kau sangat bersemangat memelukku dan giliran aku yang ingin memeluk kau menolak " ucapnya aku melihatnya datar
" Bercanda, ayo yang lain sudah menunggu dari tadi untuk makan " ajak ripa'i
Ya mungkin mereka kini sudah selesai makan karna jika masih menunggu mereka pasti sudah kelaparan
" Aku mau membasuh muka dulu " ucapku seraya berdiri
" He'mh, aku menunggu di sini "
Selesai membasuh muka aku dan ripa'i menemui yang lain dan benar saja mereka sudah selesai makan
" Ngapain aja lama banget, jadi makan duluan deh " celetuk si bungsu yang sedang menonton tv Fitri hanya melihat kearah ku saja namun tak bersuara
Aku makan hanya berdua dengan ripa'i, kali ini aku tak di suapi oleh ripa'i karna aku menolak dan ripa'i mengerti,
Sebelum makan aku sempat bertanya pada asisten ripa'i apakah dia sudah makan dia bilang sudah, sebenarnya aku sudah memintanya pulang saat tadi setelah kami sampai namun dia bilang tak mau jika tuannya belum pulang ntah lakh aku juga tak mau pusing
Hening yang tercipta di meja makan sesekali ripa'i melirik ku namun aku hanya diam, hingga makan selesai aku tak bersuara
Selesai merapihkan bekas ku dan ripa'i makan dan mencuci piring nya, aku ikut bergabung dan menonton tv, masih hening hingga Indri memilih tidur lebih dulu dan saat Fitri ingin ikut menyusul Indri namun sebelum pergi dia lebih dulu bertanya pada ku
" Teh boleh nanya nggak " ucapnya hati-hati seolah takut ntah pada apa
" Ada apa " datar ku
" Kapan tth nikah " ucapnya replex aku melempar bantal kecil padanya
Dia malah memasang muka seolah ucapannya benar, y mungkin benar sih hanya saja aku tak suka, ku lirik ripa'i dia tersenyum mendengar pertanyaan Fitri
__ADS_1
" Maaf, iya deh terserah tth hanya saja kasihan bang Pai nya tuh terus saja menunggu untung dia setia " selorohnya
" Mau tidur kan, sudah sana masuk " asalku
" Iya iya, tapi satu lagi teh " ucapnya
" Apa " asalku
" Punya nomor ponselnya KA Julian nggak "
Nomer Julian untuk apa, waktu lalu dia juga bertanya tentang Julian sekarang menanyakan nomor nya mau apa anak ini
" Ada buat apa "
Tak mau berbohong karna aku memang memiliki nomornya, mungkin adikku sekedar kagum dengan Julian
" Nggak apa-apa, boleh minta ya " rayunya
" He'mh nanti tth kirim kalau sudah bilang sama orang nya " datarku
Tak ada lagi pertanyaan dia pun berlalu begitu saja setelah aku mengatakan itu,
" He'mh " singkat ku
" Aku pulang ya, besok ada pertemuan jadi aku harus menyiapkan semuanya malam ini, karna langsung menemuimu jadi belum sempat membereskan yang lain " lanjutnya
" Maaf ya karna ku pekerjaan mu tertunda, he'mh pulang lah dan berhati-hati lah aku tak mau terjadi sesuatu padamu " ucapku
Sungguh aku tak ingin ripa'i kenapa-napa, seperti doa ku untuk keluarga ku agar selalu terlindungi dari mata bahaya seperti itu juga doa ku untuk ripa'i
Ripa'i mengangguk, aku mengantarnya sampai keluar pintu aku menjawab salamnya dan diapun pergi dengan asistennya
Aku masuk kembali dalam kamar setelah mengunci pintu dan mematikan beberapa lampu, jujur akupun sudah ingin mengistirahatkan tubuh ku
***
Sudah satu bulan ripa'i mengurus perusahaan keluarganya dan dia bilang kini perusahaan itu sudah lebih maju lagi, ternyata waktu itu yang menjadi kendala para karyawan pabrik yang selalu protes karna beberapa bulan mereka tak mendapat gaji full dan hasilnya mereka memberontak, awalnya ripa'i bingung kenapa bisa seperti itu padahal semua selalu mendapat bayaran sesuai dengan ketentuan yang sudah di buat perusahaan namun setelah di telusuri ternyata ada beberapa benalu di perusahaan nya dan sepertinya sengaja ingin menghancurkan perusahaan itu
Kini semua sudah kembali seperti sebelumnya, bahkan kini aku mendapat kesempatan untuk bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan itu mas Rendi yang meminta, mas Rendi baik aku awalnya tak tau jika ripa'i yang harus aku ajak kerjasama dan awalnya juga aku sedikit ragu karna yang ku dengar perusahaan itu di pegang oleh seorang pengusaha muda yang berhati dingin dan kejam, bahkan hanya dengan kata-katanya saja mampu membuat orang tak ingin berhadapan dengannya apa lagi mencari masalah
Namun setelah mempelajari profil tentang pemilik perusahaan itu aku jadi tau kalau itu ripa'i, sungguh aku tersenyum mengingat apa benar ripa'i sekejam itu sedang Adri masa sekolah saja dia selalu bersikap hangat pada siapa saja
__ADS_1
Hari ini aku mengajak Riska asisten mas Rendi untuk menemaniku menemui ripa'i, kami sudah membuat janji terlebih dahulu, tepat jam dua siang aku mendatangi perusahaan itu semua nampak sama seperti perusahaan yang lainnya
Aku mendatangi resepsionis untuk bertanya, dan seperti biasa pula aku berpakaian biasa saja lain halnya dengan Riska, nampak seksi dengan pakaiannya bagaimana tidak rok yang hanya di atas lutut, baju lengan pendek yang seperti kekurangan bahan menunjukan dada montok nya rambut yang sengaja dia kuncir memperlihatkan leher putih dan mulus, namun aku tak ambil pusing biarkanlah itu urusannya
" Permisi " ramah ku pada resepsionis cantik di depan ku, dia tersenyum ramah
" Iya ada yang bisa di bantu " ramahnya pula, aku tersenyum tak ku sangka wanita cantik ini bersikap ramah karna biasanya aku menemui banyak resepsionis cantik namun julid
" Ya, saya dari PT. Pundi uniword ingin menemui direktur anda nona " ramah ku menjelaskan tujuan kami, sedang Riska dia sedang asik celingukan seolah sedang mencari sesuatu
" Sudah membuat janji " tanyanya
" Sudah "
Dan dia pun mengangguk-anggukan kepalanya paham dan membawa aku dan Riska sampai ke ruang sekertaris ripa'i
" Permisi mbak ini ada perwakilan dari perusahaan PT.pundi uniword mereka bilang sudah membuat janji dengan direktur " tutur resepsionis yang mengantar kami
Ku dapati raut muka masam dari sang sekretaris membuat ku memasang mode datar
" Benarkah, kalau begitu mari saya antar " ucapnya
Aku dan Riska mengikutinya sampai dia mengetuk pintu
Tok
Tok
" Masuk " suara di dalam sana namun bukan suara ripa'i
Saat sudah mendapat jawaban dari dalam kamipun masuk juga sekretaris itu, ternyata asisten ripa'i yang menyuruh masuk aku hanya datar saat dia menganggukkan kepala pelan
" Maaf anda sebaiknya kembali ke tempat anda " pinta sekretaris ripa'i pada sekretaris itu, aku menoleh lalu kembali menatap ripa'i yang hanya diam saja di kursi kebesarannya
Sekretaris ripa'i pergi, namun sebelum benar-benar pergi ripa'i menghentikannya memintanya untuk membuatkan minuman untuk kami ku lihat dia mengangguk dan setelahnya berlalu
#mohon maaf ya buat yang setia membaca
karna kondisi badan yang tak memungkinkan menulis, jadi belum bisa update tiap hari kaya dulu walau hanya satu episode
# mohon do'a aja semoga bisa lekas sembuh dan update tiap hari lagi 🙏🙏
__ADS_1