Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 86


__ADS_3

Malam harinya,


Kami sudah berada dalam perjalanan menuju pesta berada. Suasana hening yang tercipta di dalam mobil, tak ada pembicaraan antara aku dan anta karena aku sibuk sendiri dengan pikiranku. Mobil terus melaju, hingga tak lama kami sampai.


Aku mengedarkan pandangan ketika keluar dari mobil. Anta menggandengku, dia membawaku masuk. Tamu sudah cukup ramai ketika aku masuk, lagi-lagi aku mengedarkan pandangan mencari sosok laki-laki yang ingin ku temui.


" Apa hanya mau di sini? " Kata yang keluar dari mulut anta.


" Kita harus mendekat kesana jika ingin dapat melihatnya, sekaligus mencari tau yang sebenarnya. " Lanjutnya lagi berucap.


" Baiklah! " Jawab ku singkat.


Aku dan anta semakin masuk dalam pesta itu, pesta yang membuatku bosan. Karena tujuan ku bulan pesta itu, jadi aku dan anta hanya diam saja hingga seseorang datang menghampiri kami.


" Tuan, nona silahkan minumannya," ucap seorang wanita menyuguhkan air pada kami.


Anta mengambil air minum berwarna itu, sedang aku hanya melirik minuman itu tak ada niat untuk mengambilnya.


Aku kembali mengedarkan pandangan pada setiap tamu, mengamati tanpa membuat curiga.


" Aku kesana! " Ucapku pada anta, seraya menunjuk tempat yang menurutku sedikit menarik. Anta mengangguk.


Aku duduk di kursi tunggal yang ada di sana, hanya seorang diri,ah tida, banyak tamu lain di sekeliling ku namun beginilah aku tanpa orang-orang yang dekat dengan ku maka semua terasa asing bagiku.


Sudah ku duga, sesuai harapan ku, seseorang datang menghampiriku dia meminta ijin untuk duduk di sebelahku.


Sungguh, aku memang sudah menduganya wanita yang ku amati ini akan menghampiriku, dan benar saja.


Ya, saat sedang mengedarkan pandangan ku, mengamati setiap tamu, mataku bertemu pandang dengan seorang wanita cantik, sungguh dia sangat cantik, saat aku sedang menatapnya dia juga menatapku dan tersenyum hangat padaku sayang senyum hangat itu memiliki arti lain maka dari itu aku memisahkan diri dari anta.


" Malam nona " siapanya dengan logat cina, aku tersenyum dan menjawab


" Malam juga " jawabku, wanita itu tersenyum, mungkin karena aku menjawabnya dengan menggunakan bahasa keseharian ku.

__ADS_1


" Ternyata anda bisa bahasa Indonesia " ucapnya meremehkan, aku tak menanggapi hanya diam saja.


" Kenapa nona? Apa anda tidak merasa nyaman saya di sini! " Ucapnya lagi dan ucapannya berhasil membuat ku tersenyum sinis.


" Kenapa? Bukankah justru sebaliknya " ucapku santai. Ku lihat wajah tak nyamannya mulai nampak, namun karena targetku bukan dia jadi, aku hanya akan berdiam diri saja.


" Percayalah, anda salah jika mengira saya musuh " ucapnya membuat ku sedikit kesal. Dia bilang bukan musuh, lalu harus ku sebut apa dia, kawan tapi lawan begitu.


" Jika anda merasa begitu maka menjauh dari saya " datarku.


Wanita di sampingku ini justru memandang ku dengan senyum licik yang nampak di bibirnya. jika saja orang lain mungkin akan terkecoh oleh paras dan senyum di bibirnya yang selalu terukir itu jika setelah berucap.


Merasa aku tak menanggapi ucapannya dia pun mencoba menawariku minuman, sayang minuman yang dia tawarkan padaku tidak pernah melintas di tenggorokan ku, jangankan melintasi tenggorokan ku, sekedar menyentuh bibirku saja minuman itu tak pernah. Aku menolak minuman yang di tawarkan wanita di samping ku ini, namun dia tetap meletakan gelas berisi minuman itu di hadapan ku.


" Maaf membiarkan mu sendirian " ucap seorang laki-laki tepat di belakang kursi yang ku duduki, ku tau itu suara siapa akupun hanya diam.


Dia mendekat ke sisiku akupun menoleh dan tersenyum, aku berdiri dari dudukku.


" Tidak juga! " Ucapku halus dan anta tersenyum mendengar itu.


" Malam tuan, saya Anggita bisa berkenalan dengan anda, kalau anda berkenan " ucapnya pada anta, senyumnya tak sedikitpun sirna dia tetap tersenyum sangat manisnya.


Anta mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan wanita yang mengajaknya berkenalan.


" He'mh, anta! " Datar anta bersuara, aku mengerutkan dahi bukan apa-apa hanya saja sedikit heran, bukankah dia mempunyai nama besar kenapa hanya menggunakan nama panggilannya saja.


Gadis itu tersenyum namun tangannya tak melepaskan tangan anta dari jabatannya, aku tersenyum mengejek pada anta saat dia melirikku.


" Baiklah, sepertinya kalian butuh waktu untuk berdua jadi aku permisi " ucapku dengan senyum malas. Anta melihat ku datar aku yakin dia kesal dengan ucapan ku barusan namun aku tak menghiraukan.


Aku berjalan jauh kedalam pesta, banyak tamu pengusaha yang datang muda, maupun yang sudah tua, beristri atau memiliki kekasih, banyak juga yang datang dengan berpasangan, namun tak sedikit pula yang datang hanya bersama orang tua atu sahabat mereka.


Langkahku terhenti kala aku merasakan tangan ku di pegang seseorang, aku membalikkan badan ku ingin tau siapa yang dengan lancangnya memegang tangan ku.

__ADS_1


Saat aku berbalik ku dapati orang yang memegang tangan ku ternyata seorang laki-laki tampan, muda mungkin seusia ku atu ripa'i. Ku dapati dia sedang tersenyum padaku, senyum yang menjengkelkan bagiku.


Ku tarik tangan ku seraya berucap,


" Siapa anda, jangan lancang pada saya " ucapku padanya namun dia malah semakin memperkuat pegangannya.


" Sepertinya saya tertarik pada Anda nona " ucapnya dengan senyum licik.


" Menjauh darinya " suara laki-laki terdengar datar namun suara itu aku kenal.


" Dia wanita saya tuan, silahkan anda mencari wanita lain " ucap laki-laki yang memegang tangan ku. Anta tersenyum licik, dia melihat ke arah tangan ku yang sedang di pegang laki-laki yang entah siapa dia.


" Lepaskan tangan anda dari istri saya " santai anta berucap, mendengar kata istri aku menoleh pada anta, ' sial, anak ini selalu saja memanfaatkan keadaan ' itulah yang ada di pikiran ku. Bagaimana tida, dulu dia melindungi ku dengan mengaku sebagai kekasihku, dan kali ini istri, sungguh lancang namun aku biasa saja.


Laki-laki yang memegang tangan kupu melepaskan pegangannya,


" Anda pikir saya percaya tuan " ucap laki-laki di depan ku dengan nada mengejek. Mendengar itu anta terlihat kesal, dia menarik tanganku agar mendekat padanya dan merangkul pinggang ku setelahnya.


" Lihat ini, ini cincin pernikahan kami " ucap anta santai seraya tersenyum aneh. Laki-laki di depan kami pun hanya diam setelahnya meminta maaf pada anta juga padaku, aku dan anta membiarkannya.


" Apa kau senang jika di pegang oleh laki-laki seperti tadi " ucap anta padaku setelah kami menjauh dari laki-laki tadi, aku hanya diam saja tak ingin menanggapi.


Aku menajamkan pandangan ku kala mataku menangkap sosok laki-laki yang aku rindukan, ya, jujur aku merindukannya.


Aku berjalan ke arahnya, langkah ku terhenti kala aku mendapati seorang wanita cantik tengah berjalan pula ke sisinya.


" Wanita itu " gumam ku, kala aku melihat wanita yang pernah ku lihat di pesta pertunangan teman ripa'i.


Dia sampai lebih dulu di sisi ripa'i kemudian menggandeng tangannya dengan manja, aku sedikit kesal karena ripa'i hanya diam saja tak menolak.


Mungkin anta menyadari kalau aku tengah kesal, maka diapun tersenyum mengejek.


" Tenanglah, bukankah kau juga punya aku " asalnya berucap.

__ADS_1


" Ternyata benar, gadis itu yang membuat ripa'i dalam kesulitan " datar ku berucap sembari pandangan ku terus pada ripa'i dan wanita itu.


Aku berjalan kembali mendekati mereka anta juga sama.


__ADS_2