Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 40


__ADS_3

Bukannya berhenti menangis, justru aku makin tersendu-sendu semakin tak dapat membendung air mata ku mungkin terlalu lelah


Percayalah siapa yang tak lelah setiap hari di sibukkan dengan Pekerjaan belum lagi masalah yang datang silih berganti, membuat ku ingin menangis tapi tak pernah bisa


Yanah keluar


" Apa aku bilang, ka ripa'i sih tak percaya percayalah Rinjani juga hanya seorang wanita walau kuat dia tetap saja Takan mampu memikul beban hati, namun sayangnya dia tak pernah mau mencurahkan nya pada ku " jelas yanah


" Jadi kau sengaja, dan kamu tau Pai di kota ini " tanya ku memastikan, dengan suara yang berat karna terus tersedu-sedu


Pai menarik untuk duduk di samping nya, ia juga memeluk ku dari samping aku hanya membiarkannya


Ku lihat wajah yang lain sedang menatap ku bahkan sosok di samping mbak Rena duduk di samping ku juga seraya mengelus kepalaku


Mbak Rena tersenyum ke arahku, dia juga melihat sosok itu,pasti


" Jadi ini sisi lain kamu Dena " tanya ka Tio


Aku hanya diam saja, sungguh malu rasanya yang lain tau tentang sisi lemah ku


" Maaf aku menganggap mu adik ku, tapi tak pernah tau bagaimana hati mu, seharusnya aku tau walau terlihat kuat kamu kamu tetap hanya seorang gadis kecil " lanjutnya


" Aku juga minta maaf, selama ini aku selalu meminta mu mendengarkan ku namun aku tak pernah mendengarkan mu, harusnya aku tau kamu juga kesepian " datar Andi


Sedang KA nay dan yanah sudah meneteskan air mata, ntah apa yang ada di pikiran mereka saat ini


" Wah sepertinya kau laki-laki pertama yang berhasil membuat Dena menangis " celetuk ka Tio


Ripa'i tersenyum ramah aku melihat senyum itu, ntah kenapa aku ingin sekali mengecup senyum manis itu


" Sayang nya anda salah tuan, bukan saya laki-laki itu " jawab nya santai


" Wah benarkah Dena pernah menangis karna laki-laki lain " ejek Andi


Aku melihat ke arahnya datar


" He'mh, bukan saya tapi orang dimasa lalunya, mungkin tepatnya cinta monyet nya " jelas ripa'i


" Sudah lakh kita makan dulu " ajak KA nay


Semua makan di ruang depan dengan menggelar tikar karna hanya ada satu kursi sedang dan dua kursi yang bisa di duduki satu orang


Aku tersenyum ketika Pai menyuapiku dengan sendok bekas nya, tepat nya kami memakai satu sendok


" Kalian bisa kenyang hanya sepiring berdua " celetuk yanah


" Tentu " jawab Pai


" Kenapa tak masing-masing saja " timbal mbak Rena


" Mau tau cara kami berciuman " celetuk Pai


Aku menatapnya tajam


" Seperti ini " Pai menyendok makanan ke mulutnya, dan setelahnya kemulut ku aku hanya menerima nya


Uhuk.


Uhuk.


Ka Toni terbatuk melihat tingkah konyol Pai


" Apa-apaan kalian itu " kesalnya


" Ya karna Rinjani tak mengijinkan ku mencium bibirnya langsung jadi lewat ini aja " seloroh nya


Semua menggelengkan kepala, sampai makan selesai tak ada yang bersuara


Setelah makan bersama kami melanjutkan mengobrol sebentar dan aku juga banyak bertanya pada ripa'i


" Kapan kamu pulang " tanya ku pada Pai

__ADS_1


Tiba-tiba pandangan terfokus pada ku dan Pai


" Dua Minggu lalu " singkat nya


" Apa kamu kerumah " tanya ku penasaran


" Tidak, ojah sahabat mu memberitahuku kalau kamu sedang menjalani magang di kota ini " jawab nya


" Ojah memberi tahu mu tanpa kamu tanya "


" Tentu aku bertanya dulu pada para sahabat tercinta mu itu " jelasnya


" Oh, dan selama ini kamu tak menemui ku dan malah asik dengan yanah " tanyaku


" Yanah " tanya ka nay bingung siapa yanah


" Yanah Vivi Irawati " jelasku


" Dan aku Dena Rinjani " lanjutku menjelaskan pada KA nay


" Jadi selama ini kamu tak tau nama lengkap mereka " tanya mbak Rena


Ka nay mengeleng, yanah meminta maaf karna kami tak menjelaskan


" Aku dan yanah sedang memantau mu, namun ku lihat semakin hari beban mu semakin banyak " lanjut Pai


" Maaf dena aku membebani mu " suara KA nay


" Apaan ka nay, tak ada yang membebani bagi Rinjani " jelas ku


" Sudah malam kita pulang " ajak KA Tio para laki-laki dan yang lain setuju


" Kamu tidur dimana " tanya ku pada Pai


" Jangan khawatirkan aku, aku tidur di tempat yang nyaman," jelas nya


Mereka pulang namun tidak dengan mbak Rena, dia meminta menginap di tempat kami


Sepulangnya yang lain, kami memutuskan untuk beristirahat agar besok aku bisa menjalankan rencana kami dan segera pulang, sebelum tidur mbak Rena mengajak ku bicara sembari menunggu yanah dan ka nay selesai dari kamar mandi, guna membersihkan muka


" Untuk apa,? Masa magang ku juga sudah selesai bulan ini jadi sebaiknya kita segera bertindak saya sudah rindu pulang " ucapku tak mau membuang waktu


" Baiklah kalau begitu, tapi apa boleh aku tetap seperti ini " pintanya


" Maksudnya " tanya ku tak mengerti, memang dia mau seperti apa


" Tetap bisa melihat mereka yang seharusnya tak terlihat " jelas mbak Rena


" Maaf kak, sebaiknya hiduplah seperti manusia biasa, karna tak mudah bila kita berurusan dengan mahluk seperti mereka tak baik, hiduplah apa adanya mbak agar kebahagiaan mbak lebih terasa indah " jelasku


Sejatinya aku tak pernah meminta bisa melihat mereka yang tak seharusnya ku lihat, namun mau bagaimana takdir sudah di tentukan, padahal hidup tentram aman dan jauh dari hal gaib menjadi impian setiap orang, namun bagi yang sudah di anugrahi pun tak dapat berbuat apa-apa hanya bisa mengamalkannya dengan membantu mereka yang membutuhkan.


" Baiklah kalau itu yang terbaik, tapi nanti ketika sudah selesai semuanya saja baru boleh kau menutupnya kembali " pinta mbak Rena kembali, aku hanya mengangguk saja


Tak lama ka nay dan yanah keluar dari kamar mandi


Kamipun memutuskan untuk tidur


*******************


Sudah tiga hari kami menjalankan misi untuk mengungkap adik dari almarhum kekasih ka Rena, menurut info yang Andi dapat, orang ini imitasi, alias palsu


Karna adik almarhum mbak Rena sesungguhnya sudah meninggal, karna suatu tragedi hingga merenggut nyawanya


" Baiklah semua sudah di siap kan jadi, " tanya Andi


" Kita bawa dulu manusia licik ini masuk dalam jeratan " timbal Tio


Kamipun menjalankan semuanya sesuai rencana


Dalam waktu satu Minggu kami sudah berhasil mendekati incaran,

__ADS_1


" Dena giliran mu " ucap mbak Rena


" Siapa yang akan menemaniku, kalian tak seusia dengan ku, masa Iya dengan yanah " kesalku


Pasalnya aku disuruh masuk dalam perusahaan itu sebagai mahasiswa, sedang PKL SMA aja baru mau selesai


Tiba-tiba semuanya memandang ku sambil tersenyum aneh


" Kenapa " datar ku


" Pakai pacar mu saja " ucap Andi enteng


Seketika pandangan ku datar, sungguh aku tak suka ide itu, tapi aku juga tak bisa menyalahkan mereka karna mereka juga tak tau kalau ripa'i sendiri dalam incaran seseorang, bahkan ripa'i sendiri belum menyadari itu


" Jangan libatkan dia, biar saya bergerak sendiri " ucapku


Aku keluar dari mobil yang mengantar ku ke perusahaan yang menjadi incaran kami,


" Permisi " ramah ku, menyapa seseorang yang ada di meja resepsionis


Sebelum menjawab ku perempuan cantik di depan ku memperhatikan pakaian ku,


Saat ini aku mengenakan pakaian kantor PKL ku lumayan lakh untuk jadi ank kuliahan mah


" Ada yang bisa saya bantu nona " ucapnya


" Saya sudah punya janji dengan tuan Jonathan bisa saya menemuinya " ucap ku masih ramah


" Mari ikut saya " pintanya


Aku diantar ke ruangan direktur, aku tersenyum miring tak habis pikir ada ya orang bisa menduduki posisi orang lain dengan tenang, sedang pemilik aslinya ia lenyapkan


Tok.


Tok.


Tok.


Sekertaris tuan Jonathan mengetuk pintu


" Masuk " suara seseorang dari dalam


" Tuan, nona Dena Rinjani ada di sini " ucap asisten tuan Jonathan


" Tinggalkan kami " ucap orang bernama Jonathan


" Baik tuan " asisten tuan Jo keluar setelah menundukkan kepala


Aku memperhatikan asisten tuan Jonathan, aku menyingrai sepertinya aku menemukan sekutu


Aku di persilahkan duduk, sekilas aku kagum pada ketampanan laki-laki di depan ku, namun bila mengingat perilakunya membuat ku muak


" Jadi anda nona Dena Rinjani " tanya nya


Aku mengangguk pelan, biasa agar terlihat tak mencurigakan


" Jadi ada perlu apa " tanyanya lagi,


Aku menjelaskan semua yang sudah kami rencanakan, bersikap seolah tak tau apa-apa dan sedikit kaku agar ia tak curiga, semua berjalan dengan baik


Setelah kesepakatan di buat dan sudah memastikan semua sesuai rencana akupun berpamitan, namun sebelum benar-benar pergi aku dihentikan kembali, suguh itu tak membuat ku khawatir karna ia hanya ingin meminta nomor ku


Kurang ajar laki-laki ini memiliki pikiran brengsek terhadapku


" Apa masih ada yang tertinggal " tanyaku berpura-pura


" Boleh kah saya lebih dekat dengan anda nona, ya supaya semua semakin berjalan dengan lancar " senyum nya terukir membuat ku jengkel namun tetap manis


Tiba-tiba aku tersenyum, pikiran ku malah teringat pada senyum ripa'i


" Baiklah semua info tentang saya ada di berkas itu " ucap ku datar

__ADS_1


" Kalu begitu saya permisi tuan " pamitku melanjutkan langkah ku


" Ripaiku " gumam ku


__ADS_2