
setelah mengakhiri pesan dari ripa'i aku membaringkan tubuh ku di kasur tempat tidur tth ku, sepertinya aku akan menginap malam ini.
pikiran ku terus melayang memikirkan masa-masa yang akan aku jalani, setiap langkah yang akan aku ambil setelah aku lulus nanti, maklum aku hanya dari kalangan biasa namun ingin ke perguruan tinggi
dari pertama masuk SMA, aku sudah menguras otak ku agar selalu mengalami peningkatan di setiap kemampuan nya.
aku ingin tertidur sebentar pikir ku, namun ku urungkan kala mendengar pintu terbuka
" Rinjani makan dulu gih, tth kamu nunggu di dapur " kata bibi teman kerja tth ku
" iya bi nanti kesana " dia tak mau di panggil nama nya, ia hanya memperbolehkan ku memanggil nya bibi
aku keluar kamar, tak sengaja berpapasan dengan anak majikan tth ku, ku yakin usianya hampir sama dengan tth ku
" malam mas " sapa ku ramah
iya aku memanggilnya mas atas permintaan nya, dulu aku memanggil nya pak namun dia bilang itu terlalu tua, lagian dia juga nggak nikah sama nyokap gue😁
" malam Rinjani, nginep ?" tanya nya setelah menyapa balik ku
" iya mas, mas baru pulang ?" tanya ku lagi
" nggak tadi jam 7 an pulang nya, hanya saja mas memilih istirahat dulu di kamar " jawab nya
" kamu sudah makan, mari kita makan bersama "
aku tak menolak dan memilih mengikuti nya di belakang, kakak ku datang ke meja makan untuk menyiapkan makan anak majikan nya
" Rinjani jangan duduk di situ " kata tth ku saat melihat ku duduk di bangku yang bersebrangan dengan anak majikan nya
" sudah biarkan saja nur, aku yang mengajak Jani untuk menemani ku makan "
aku hanya diam tak ikut-ikutan dengan tth ku dan anak majikan nya
aku menyerengitkan dahi menyadari pandangan anak majikan tth yang sesekali memandang tth ku yang sedang membereskan dapur
aku meneruskan makan ku tanpa berniat mencari tau apa yang ada di pikiran ku
saat aku dan tth ku sudah akan tidur setelah aku membantu tth ku membersihkan piring dan dapur yang baru di pake
" teh, Rinjani rasa mas Rendi menaruh perhatiaan sama te nur " seloroh ku tanpa melihat wajah tth ku
" mana ada, nggak usah aneh-aneh Jani tidur " acuh tth ku
ya sudah kalau tak percaya, dan kami pun terlelap
********************
pagi harinya,
" pagi mas, buk " sapaku saat ibu dan anak itu datang ke meja makan
" Rinjani kapan kesini " tanya majikan tth ku sedang mas Rendi hanya tersenyum membalas sapa ku
" tadi malam buk, maaf harus nginep disini "
__ADS_1
" kenapa minta maaf, tidak apa-apa ko, malah kalau kamu mau kamu bisa sering-sering ke sini biar ibu nggak kesepian " cerocos nya
ya begitulah majikan tth ku, ramah dan baik hati menurut pandangan ku, dia bukan wanita 50 an tapi sudah tua namun belum memiliki menantu, aku tau itu karna beliau sendiri yang bercerita pada ku
wanita tua ini sangat senang bila aku datang, dia bilang tak ada yang mau menemani nya mengobrol bahkan tth ku juga enggan bila di ajak mengobrol oleh nya, ya wajar mungkin tth ku pikir tak pantas bila ia mengobrol dengan majikan nya
" kalau nggak mau kesepian atu nyari mantu aja buk " seloroh ku, dan itu berhasil membuat mas Rendi tersedak
tadinya aku pikir mas Rendi tak jauh umur nya dari Abang ku, namun ternyata salah, Bu Arum ibu dari mas Rendi memberi tau ku kalau umur mas Rendi sudah berkepala 4 namun ia masih belum menikah,
sudah banyak wanita yang Bu Arum kenalkan pada mas Rendi namun mas Rendi selalu menolak
sampai Bu Arum membiarkan mas Rendi mencari pasangan dengan kemauan nya sendiri namun sampai sekarang nihil
" kamu, saya kan sudah bilang bagai mana sikap Rendi kalau sama perempuan "
aku tersenyum bukan apa-apa, aku hanya senang ternyata tth ku memiliki majikan yang sangat wellcome, sikap nya sungguh ramah tamah
" apaan si Bu, nanti juga kalau sudah ada Rendi kasih tau ibu, tapi bagaimana pun pilihan Rendi, siapapun dia, Rendi harap ibu mau menerima nya " ucap nya seraya sesekali melirik ke arah ku
jujur aku merinding dengan lirikan nya
selepas sarapan mas Rendi masih duduk di meja makan seraya bermain dengan ponsel nya
" permisi mas "
aku menghampiri mas Rendi, ia tersenyum pada ku
" ada apa Rinjani " tanya nya
" katakan Rinjani ada apa " seketika wajah nya berubah datar
" santai aja mas, gini bentar lagi Rinjani PKL apa boleh Rinjani PKL di tempat mas Rendi " tanya ku hati-hati takut mas Rendi menolak
mas Rendi menyerengitkan dahi
" kamu bicara apa, kamu datang ke kantor bawa perlengkapan nya bilang saja kamu adek saya beres " jelas nya
aku tau akan sangat mudah bila aku langsung bilang mas Rendi yang nyuruh aku, namun aku tak mau karena aku mau tau sejauh mana kemampuan otak ku, bila aku memakai nama mas Rendi sudah pasti aku akan mendapat tempat yang bagus
" tidak usah mas, Rinjani akan kesana dan membawa semua perlengkapan nya "
kenapa ?"
" Rinjani mau tau sampai dimana kemampuan otak Rinjani, itung-itung Rinjani mau mengasah otak lagi " canda ku
" ya sudah mas tunggu, mas juga akan diam saja mas mau tau sampai di mana kemampuan otak mu " celatuk nya dengan nada mengejek
" ya sudah mas mau berangkat, kalau pulang minta anter supir ibu saja jangan sungkan " ucap nya seraya bangun dari duduk nya
aku hanya tersenyum menanggapi nya
******************
aku sudah sampai di rumah tadi siang, sedang sekarang pukul 4 sore ibuku belum pulang mungkin nanti sore, aku keluar rumah hanya untuk duduk saja
__ADS_1
aku menatap layar hp ku yang bergetar
# sudah pulang # teman hati
begitulah pesan yang ku terima
# sudah # balas ku
# bolehkah aku menelpon # Teman hati
# tapi aku lagi capek ripa'i # balas ku
# ya sudah istirahat sana, dah # teman hati
# kamu mau kemana ?# balas ku
# nggak kemana-mana # teman hati
# oh, kamu audah tak mau berbalas pesan dengan ku? # balas ku
# kan kamu yang bilang kamu lagi capek # teman hati
# aku tau, kamu capek tapi rindu pada ku ia kan # teman hati
aku tersenyum membaca pesan ripa'i
# jawab, ternyata aku harus jauh dulu untuk membuat mu menyadari kalau ada cinta di hati mu untuk ku # teman hati
aku masih belum ingin membalas pesan ripa'i
# Dena Rinjani aku akan pulang setelah satu tahun, namun untuk menjemput mu # teman hati
aku terpancing oleh pesan ripa'i, senyum ku tiba-tiba hilang
# maksud kamu apa, sekolah saja yang benar # balas ku
# 😁😁😁 # teman hati
# 😏😏 # balas ku
# jangan begitu, nanti aku tak bisa menahan diri untuk pulang # teman hati
# ripai !!!! # balas ku
# iya tenang aku masih milik mu, kau masih bertahta di hati ku dan selamanya akan begitu # teman hati
aku tersenyum miring membaca pesan ripa'i, mungkin kah ia akan selalu begitu sampai ripai kembali nanti
# benar kah, aku tak yakin # balas ku
# kau meragukan ku Rinjani # teman hati
aku tak membalas pesan ripa'i membiarkan pesan itu, hingga ripai melakukan panggilan
" assalamualaikum " suara di sebrang sana
__ADS_1