Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 19


__ADS_3

Aku tak mau tau apa yang tengah mereka bicarakan karna ku pikir duniaku dan mereka juga berbeda aku kembali ke motor ku lebih dulu, saat motor sudah sampai di pinggir jalan polisi mendatangi ku


" Selamat malam " sapa polisi itu


" Malam pak " jawab ku ramah


" Apa Adik yang menghubungi kami dan minta kami untuk datang kemari " aku hanya mengangguk


" Apa ada yang bisa kami bantu " tanya nya lagi


" Ada pembunuhan di sini tepat nya di tengah perkebunan sana " jelas ku


" Bisa tolong antar kami kesana " pinta nya


" Baik, mari " aku pun melangkah kembali ke dalam perkebunan itu sebenar nya aku sudah malas masuk kembali ke perkebunan itu bukan apa aku hanya malas bertemu sosok yang kulihat di sana begitu banyak sosok yang kulihat


" Permisi sedang apa anda malam malam disini " tanya polisi saat mendapati anta Baru keluar dari arah semak semak ku lihat di tangan nya ada boneka yang sudah kotor dan sedikit sobek


" Dia teman saya dia yang menghubungi bapak tadi " jelas ku


" Didalam korban dan pelakunya ada di dalam " lanjut ku lagi


Papa polisi yang berjumlah 3 orang itu pun masuk kedalam mereka membawa jasad beserta para lucnut itu


Sesampai nya kami di motor anta memberikan jaket nya pada ku mungkin dia takut aku kedinginan karna aku hanya menggunakan kaos oblong dan hodi saat aku keluar rumah kini hodi itu sudah tak ditubuh ku


" Pakai ini " tanpa menolak akupun mengambil dan memakai jaket itu karna kalau aku menolak pun percuma ia akan tetap memaksa ku


Polisi mendatangi kami


" Bisakah kalian ikut dengan kami untuk di mintai keterangan " kata polisi itu


Aku dan anta saling pandang dan setelah nya menyetujui permintaan polisi itu


" Baiklah tapi apa saya boleh minta tolong " tanya anta


" Katakan " jawab polisi itu


" Teman saya kena pukul di bagian tangan nya saat kami berkelahi tadi jadi dia tidak bisa bawa motor bisakah salah satu dari bapak membawa motor teman saya " pinta nya


" Gue nggak papa ko " datar ku


" Aawww, sakit " saat anta menyenggol tangan ku yang kena pukul tadi


Kulihat polisi tadi tersenyum samar


" Baiklah anak buah saya akan membawa motor teman adik "


Aku pun akhirnya satu motor dengan anta mungkin karna sudah malam aku sampai ketiduran bersandar di punggung anta hal yang paling aku hindari bila berboncengan dengan laki laki


Aku terbangun saat merasa motor berhenti


" Sudah sampai " tanya ku


" Sudah " jawab nya


" Kenapa tak turun "


" Tarik dulu tangan mu baru aku bisa turun " sontak saja aku menarik tangan ku ku lihat anta tersenyum mengejek


Kami pun masuk dan menunggu di tempat yang sudah di siap kan untuk kami menunggu


Panjang kali lebar polisi menanyai kami meminta keterangan bagai mana kami bisa ada di tempat itu dan bagai mana bisa kami tau kalau di situ ada jasad yang harus kami tolong kami pun menjawab seadanya setelah cukup lama akhir nya kami di perbolehkan pulang aku pun di antar pak polisi sampai rumah ku sengaja aku meminta polisi yang mengantar ku untuk membantu ku menjawab pertanyaan yang akan ibuku berikan pada ku


********************


Semua nampak berjalan seperti biasa nya aku pun sudah kembali ke mode biasa yang orang lain tau tentang ku, namun tidak dengan anta dia sudah tau semua tentang ku entah sengaja atau tidak dia terus saja mengorek informasi tentang ku dari para sahabat ku bahkan ia juga sering ikut kumpul kala kami sedang kumpul seperti sekarang ini

__ADS_1


" Lo ngapain di sini " tanya ku kala melihat anta sudah duduk bergabung dengan yang lain


" Ikut ngumpul bareng mereka " jawab nya


" Siapa yang ngundang Lo " tanya ku lagi


" Gue knapa " yang menjawab Caca dengan muka jutek nya


" Oh, kapan datang " tanya ku lagi pada anta


" Tadi saat kamu beli minum "


" Kenapa aku rasa kamu suka sekali ikut nimbrung bareng sahabat ku apa kamu lagi ngincer salah satu sahabat ku "


" Nggak tertarik lagian mereka juga udah punya pacar masing masing "


" Terus "


" Ya gue cuma mau nemenin Lo aja siapa tau Lo bosan jadi nyamuk " kekeh nya


" Serah kamu aja lakh "


Kami pun tertawa ria bersama seraya melepas kangen karna sudah jarang bertemu sampai tawaku berhenti kala ojah menanyakan sesuatu yang tak ku duga


" Rinjani aku mau tanya serius jawab jujur ya " deh entah kenapa aku merasa khawatir dengan pertanyaan yang akan keluar dari mulut ojah


" He'mh katakan "


" Kamu pacaran nggak sama ka Samsu " aku menyerengitkan dahi mendapat pertanyaan itu namun setelah nya aku tersenyum pada nya


" Mau jawaban jujur apa bohong " canda ku kulihat anta juga sepertinya menanti jawaban yang akan keluar dari mulut ku begitu juga yang lain nya


" Ayolah Jani lagian ojah juga nggak bakal marah itu kan hanya masa lalu " Rengit nya


" Jujur dia emang pernah bilang kalau dia suka sama gue jah tapi nggak gue tanggepin bukan karna waktu itu dia pacar mu saja tapi ya karna Lo tau hati gue buat siapa " jelas ku


" Apaan nggak lakh ngaur itu "


" Ya sebenar nya kalu ia pun nggak apa apa kan nama nya hati manusia bisa berubah-ubah " aku tersenyum mendengar jawaban nya


" Nggak lakh lagian gue juga nggak mau persahabatan kita hancur cuman masalah cowo " jelas ku


" Udah lakh yang bagus kamu putus sama dia jadi kamu tau dia nggak sayang benar benar sama kamu " pacar ojah menengahi kami


" Lagian kalau kamu masih sama dia aku mana bisa jadiin kamu milik aku " lanjut nya lagi seraya melingkarkan tangan nya di pinggang ojah


Aku berdehem " ekhem,, bisa bisa nya kalian mesra-mesraan di hadapan gue " canda ku karna kini aku pun sudah saling mengenal dengan para pacar sahabat ku


Mereka hanya menanggapi candaan ku dengan tertawa kecil


" Makan nya Rin udah lupain dia buktinya sampai sekarang dia tak kembali " celetuk Caca membuat tawa ku terhenti


" Udah ko pelan pelan gue juga udah lupain dia cuma masih ada beberapa memory yang belum bisa gue lupain " jelas ku


" Makan nya cari pacar gih biar cepat lupain tu orang " balas pupu aku hanya membalas nya dengan senyuman


" Pasar malem yuk ada yang mau gue beli " pinta ku pada sahabat ku barang kali mereka mau ikut namun nyata nya nihil mereka bilang lagi malas


" Biar gue aja yang nemenin gue juga sekalian mau nyari sesuatu " anta menawarkan diri


" Emang Lo mau nyari apa " tanya ku namun aku tak mendapat jawaban darinya


Aku dan anta masuk pasar malam nya karna dekat kami hanya berjalan kaki saja sesekali anta bertanya padaku dan aku menjawab


" Apa kamu bener bener nggak mau punya pacar " tanya nya


" He'mh " seraya mengangguk

__ADS_1


" Kenapa " tanya nya lagi


" Nggak apa-apa "


" Masa lalu biarlah berlalu dia juga akan hilang dengan sendirinya seiring berjalan nya waktu kita tak harus terus mengingat itu " ucapan nya menghentikan langkah ku


" Maksud Lo apa langsung ke intinya " datar ku seraya menghadap pada nya


Anta memegang kedua bahuku aku mencoba melepas nya


" Denger gue apa selama ini sikap gue ngga lo rasain " aku menyerengitkan dahi


" Maksud "


" Gue suka sama Lo saat kita mop dulu saat Lo pegang tangan gue gue ngrasa ada yang aneh dari diri gue dan gue sadar itu saat gue liat Lo sering di gangguin Jaka, entah kenapa gue ngerasa Lo cuma buat gue "


" Aneh " asal ku dengan muka datar


" Beneran Rinjani gue suka sama Lo, Lo mau kan jadi pacar gue " aku merasa suasana mulai tak nyaman aku mencoba melepaskan tangan anta dari bahu ku


" Lepas ta gue mau jalan " pinta ku saat anta tak mau melepas tangan nya


" Jawab dulu "


" Maaf nta gue nggak bisa udah ada orang lain di sisi gue " aku menjawab dengan tersenyum ramah agar anta tak terlalu kecewa


Dia tersenyum miris " siapa, ripa'i " tanyanya


" Nggak mesti Lo tau dia siapa yang jelas Lo tau ada orang disisi gue walau gue akui gue juga belum sepenuh nya Nerima dia tapi gue sedang mencoba maaf " jawab ku


Anta melepas tangan nya dari pundak ku


" Baik lah kalau gitu gue terima penolakan ini tapi, Lo jangan ngelarang gua buat tetep Deket sama Lo juga sahabat sahabat Lo " pinta nya


" Kenapa " tanya ku heran bukan kah kalau orang di tolak otomatis dia akan menjauh dengan sendirinya


" Cukup dengan terus ada di sisi Lo gue dah seneng juga sahabat Lo yang Nerima gue tanpa sarat "


" Bukan sahabat nama nya kalau pake sarat " canda ku


Kami pun sudah masuk kedalam pasar malam itu aku langsung mencari barang yang ku ingin itu dengan anta yang terus mengekor di belakang ku


Aku pun sudah mendapat apa yang ku inginkan dan kami pun memutuskan kembali, ku lihat anta tak membeli apa pun karna dari tadi dia hanya menemaniku saja akupun bertanya


" Bukan kah tadi kau bilang ingin membeli sesuatu "


" Tidak jadi "


" Kenapa "


" Aku sudah tak menginginkan nya ayo cepetan jalan nya "


Dan saat kami sampai yang lain sudah di atas motor mereka masing masing


" Kenapa sudah pada pada di motor " tanya ku


" Ya kita udah mau pulang nungguin yang pacaran lama belanja nya " aku tak membalas ucapan Caca males sedang anta tersenyum


" Ya udah gue juga balik kalau kalian balik "


Kami pun pulang aku dan anta mengendarai motor masing masing kami berada paling depan males kalau di belakang liat para sahabat ku naik motor sambil peluk peluk


Tadinya anta mau ikut kami ia bilang ingin mengantar ku sampai rumah namun aku menolak karna aku juga tak sendiri walau aku dan para sahabat ku beda motor tapi kami satu arah dan anta pun meninggalkan diri kala motor kami melaju arah jalan pulang


Sebenar nya aku tak tau banyak tentang anta yang ku tau dia merantau aslinya dia anak kota entah dia dari kota mana karna aku juga tak banyak tau dan tak mau tau yang aku tau dia tinggal sendiri di kota ku ia menempati rumah orang tua nya yang di bangun di kota ku saat sedang ada urusan mereka akan menempati rumah itu namun kini anta yang di sana begitulah yang ku dengar dari teman satu sekolah ku


**********************

__ADS_1


Enam bulan sudah ripa'i menyelesaikan magang nya ku dengar kabar dari teman OSIS ku katanya anak kelas tiga akan mulai masuk Minggu depan, aku tersenyum mendengar kabar itu ya mungkin aku sedikit merasa rindu padanya


__ADS_2