
# berarti ada yang lebih luar biasa dong dari sekedar bersandar di pundak # yanah
# maksud # balas ku
# peluk mungkin # yanah
# mungkin # balas ku
# wow, cium # yanah
Aku menyerengitkan dahi melihat pesan dari yanah masih saja amatiran nya
# mungkin # balas ku sengaja
# kalian pacaran # yanah
# mungkin # balas ku lagi
# serius dong say ah kamu tu # yanah
# jawab dong say bikin penasaran ku makin naik aja # yanah
Namun aku tidak bisa membalas pesan ku lagi karna hp ku kini ada di tangan Pai yang ku pikir tadinya dia tidur
Pai membaca pesan ku dari yanah dari atas sampai pesan yang baru masuk
# say ayo dong kamu beneran pacaran sama ka ripa'i # yanah
# tenang aja nggak akan ada orang lain yang tau janji deh suerrr # yanah
# iya gue pacaran knapa # begitulah yang di ketik Pai dalam pesan ku
# serius # yanah
# he'mh # Pai lagi yang mengetik
# yah keduluan dong padahal gue juga ngefans banget sama ka ripa'i ganteng nya gila apa lagi senyum nya wow cute # yanah
Pai melihat ke arah ku sambil tersenyum dan menunjukan pesan dari yanah
" Apa " kesal ku
" Nggak " singkat nya
Pai terus membalas pesan yanah entah apa yang ia tulis dalam pesan itu hingga yanah berdiri dan melihat ke arah bangku yang aku dan pa'i duduki
Aku heran dengan raut wajah tanah yang seolah menanyakan sesuatu yang serius, namun karna aku bersikap biasa yanah pun kembali duduk di bangku nya
" Apa yang kamu tulis dalam pesan itu " tanya ku datar pada ripa'i
" Tidak ada " asal nya
" Jangan bercanda Pai " kesal ku
" Hanya memberi tau dia bahwa aku milik mu dan kau milik ku " senyum nya cukup menjengkelkan ku
Tak ada lagi percakapan di antara kami Pai pun sudah mengembalikan hp ku yang ia ambil tadi
Pai tertidur entah hanya pura-pura atau memang benar-benar tertidur aku tak tau tapi saat mobil sedikit berguncang karna jalan yang berlubang Pai hampir terbentur ke samping namun segera ku halangi agar ia tak merasa sakit dan alhasil tangan ku yang membentur badan mobil sedikit ngilu tapi tak apa
Ku pandang sebentar wajah tenang yang terlelap itu dan pada akhir nya aku menyenderkan kepala Pai pada pundak ku
******************
Setelah menempuh waktu berjam-jam dan membuat ku merasa sudah tak nyaman dalam posisi duduk terus akhirnya bus berhenti saat sudah sampai tujuan
Kami turun di sebuah tanah lapang yang cukup luas bahkan ada dari sekolah lain juga yang sudah mendirikan tenda di sana
Aku mengulas senyum saat merasakan angin sore yang sejuk bagi ku itu cukup menenangkan jiwa
" Semua sudah turun " tanya kepsek
" Sudah pak " jawab anta sebagai ketos kami
" Bagai mana dengan mereka " tunjuk kepsek pada ank klas 3 yang baru lulus itu
" Sudah semua pak " jawab nya
" Karna ini acara perpisahan sekolah untuk mereka jadi biarkan mereka yang mengisi acara " pinta kepsek dan hanya di anggukki kepala oleh anta
__ADS_1
Cukup istirahat yang kami rasa maka kami pun di minta segera mendirikan tenda oleh ketos atas aba-aba kepsek karna hari sebentar lagi sore
" Sudah selesai " suara yanah seraya merangkul bahu ku
" He'mh " gumam ku
Yanah menoleh padaku dan menuntun ku ke tempat sepi namun tak jauh dari tenda kami
" Say Lo serius pacaran sama ka ripa'i " tanya nya antusias
Aku hanya diam tak menjawab aku yakin Pai sudah menceritakan tentang status kami
" Iss malah diam aja " tangan nya seraya memukul tangan ku pelan hanya untuk mencairkan kesal nya
" Kan kamu sudah tau sendiri dari orang nya " jawab ku datar
" Maksud Lo " heran nya " jangan bilang yang tadi berbalas pesan dengan ku bukan kamu say " lanjut nya
" He'mh " jawab ku malas menjelaskan
" Jadi itu ka ripa'i sendiri yang berbalas pesan dengan ku " muka nya terkejut dan ia juga menutup mulut nya
" Sudah lakh gue mau ke tenda dulu " malas ku menanggapi nya
Aku meninggalkan yanah yang masih betah berdiri di tempat nya
" Beb dah makan belum " tanya amin saat aku sampai di depan tenda entah sedari kapan ia ada di sana
" Belum ni " jujur ku
" Mau nggak ini " katanya seraya menunjukan mie cup yang sudah ia beri air panas
" Boleh " kataku seraya mengambil mie itu dari tangan amin
Aku memakan mie dari amin tanpa sisa karna jujur aku memang lapar tadi saat mau berangkat hanya makan sedikit
" Makasih " saat mie cup itu sudah tandas tak bersisa
" Ia sama-sama " jawab nya
" O ia yanah dan Ros mana " lanjutnya lagi
" Yanah tadi di sana " jawab ku seraya menunjuk dengan wajah ke arah yanah berada
" Si Ros sama anta pacaran ya " tanya nya pada ku
Aku tersenyum miring " nggak tau deh nggak ngerti " jawab ku karna memang aku tak tau
" Bukan nya Lo ya beb yang Deket sama anta " tanya nya lagi
Aku menyerengitkan dahi " nggak juga " jawab ku
" Udah lakh gue mau mandi dulu keburu bener-bener sore tar ada huntu lagi kan serem " lanjut ku seraya memasang muka takut
Aku meninggalkan amin dan menuju ke kamar mandi yang memang sudah ada di tempat itu
Malam pun tiba kami di kumpulkan di depan tenda untuk ber main game entah itu ide siapa namu itu memang ada dalam agenda
Aku mencari wajah ripa'i namun tak mendapati nya entah ia kemana sedari kami turun dari bus aku tak melihat nya lagi
" Hai " suara seseorang mengagetkan ku yang sedang mencari Pai
Aku menoleh " hai juga " saat melihat siapa yang menyapa ku
Aku tersenyum membalas senyum nya
" Apa kabar " tanya ku
" Kabar baik, kamu gimana " tanya nya
" Balik juga " jawab ku
" Gimana ujian nya lancar " tanya nya lagi
" Alhamdulilah lancar "
" Masih sama ripa'i "
" Dari mana KK tau "
__ADS_1
" Dia sendiri yang bilang pada ku "
" Oh " singkat ku
" Jadi benar kamu pacar ripa'i " tanya nya lagi
Aku hanya menjawab nya dengan tersenyum
aku dan kak Rendi terus mengobrol dengan tenang nya tak ada obrolan yang serius di antara kami namun itu membuat ku terasa nyaman
Karna terasa nyaman mengobrol dengan kak Rendi hingga aku tak sadar ternyata Pai ada di samping kanan ku, tunggu dulu bukan nya yang tadi di samping kanan ku yanah kemana dia kenapa bisa Pai yang ada di samping ku
Ripa'i tersenyum saat aku menoleh ke arah nya mata nya terus menatap mata ku segera aku memalingkan pandangan ku saat menyadari itu
" Sudah puas ngobrol nya " tanya ripa'i pada ku
" Dari mana saja " bukan ya menjawab aku malah balik bertanya pada nya
" Jawab bukan nya malah balik bertanya " kesal nya
" Lumayan " jawab ku
" Kamu dari mana ko baru keliatan " lanjut ku bertanya
" Nyariin ya, kenapa, rindu " ucap nya seraya tersenyum
Aku tak menanggapi ucapan ripa'i dan mengalihkan pandangan ku ke depan tak menanggapi setiap kali Pai bertanya karna pertanyaan nya selalu saja membuat ku kesal
" Aku kesana dulu ya " kata ripa'i seraya berlalu meninggalkan ku
Saat sedang serius mendengarkan puisi yang di bawakan teman yang terkena hukuman karna gagal dalam game tiba-tiba ripa'i muncul di sana aku bingung mau apa anak itu
" Malam semuanya teman-teman para guru yang ada di sini dan yang di sebelah sana ya walau dari sekolah lain tapi aku yakin kalian dapat mendengar suara ku, malam ini sekolah mengadakan acara perpisahan dan aku juga ingin mengucapkan perpisahan pada teman-teman yang lulus dan mungkin akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yang tidak ya sama juga, saya akan meninggalkan negara ini untuk menuntut ilmu ke negara lain namun sebelum saya pergi saya mau mengumumkan sesuatu, Dena Rinjani bisa ke sini sebentar " pinta nya pada ku aku sedikit bingung dengan apa yang akan ia lakukan aku tak tau
" Terimakasih " ucap nya saat aku sudah berdiri di sebelah nya
Pai menautkan jemari nya dengan jemari ku
" Sudah tau dia siapa, tau dong , kalu tidak tau akan aku beri tau " ada yang sudah jenuh dengan ucapan Pai ada juga yang menunggu dengan antusias ada juga yang tak suka
" Dena Rinjani anak kelas 2 yang sebentar lagi menjadi kelas 3 hanya menunggu hari saja, namun bukan itu yang mau gue kasih tau, Dena Rinjani gadis manis ini adalah gadis ku " jelas nya
" Maksud Lo pacar " tanya teman dari klas 3
" Ya betul dia pacar gue hebat kan gue bisa naklukin si hati es ini " bangga nya padahal pacaran juga karna ancaman
" Gila pantes dia nolak gue terus ternyata elo penjaga hati nya " suara Jaka
" Pantes nggak mau sama gue ternyata sudah ke gaet sama si dingin ini " suara wanita di depan sana
Dan masih banyak suara-suara yang ku dengar dari yang lain namun tak sedikit pula yang memberi selamat pada ku juga Pai
" Selamat ya beb " suara amin, yanah, Ros, anta Anggi dan yanga dekat dengan ku
Bukan hanya aku Pai juga bahkan dari sekolah yang lain pun kini bergabung dengan kami sepertinya mereka cukup akrab dengan ripa'i
" Pak guru buk guru terutama pak kepsek tolong jaga pacar saya ya saat saya jauh dari dia nanti, saat di sekolah saja bila ada yang deketin dia bilang kalau dia sudah punya calon suami " celetuk nya saat suasana sudah kembali seperti semula
" Cukup ripa'i " kesal ku memang tak ada yang salah dengan pengakuan Pai namun aku hanya merasa tak nyaman
Aku pergi meninggalkan ripa'i dan yang lain nya ku tau Pai mengikuti ku namun yanah mencegah dan dia yang menggantikan ripa'i mengikuti ku
Saat sudah sampai di dalam tenda kami
" Kenapa say bukan nya kamu seneng ko malah kesel ada apa " tanya nya
Aku melirik ke arah nya sekilas
" Entah lakh " Jawab ku
" Kenapa kamu nggak suka sama ka ripa'i " tanya nya lagi
" Entah lah yan Lo kan nggak tau kisah gue yang sebenar nya gimana jadi gue bingung mau cerita atau tida " jelas ku
Sebenar nya aku yakin yanah dapat menjaga mulut nya hanya saja aku bukan orang yang suka membagi cerita apa lagi itu tentang ku yang menurut ku tak perlu orang lain tau
" Ya sudah kalau nggak mau cerita nggak maksa ko " lembut nya
" Gue istirahat duluan ya " ucap ku pada yanah dan yanah pun mengerti
__ADS_1
" Ya udah kamu tidur aja ya duluan aku mau ambil minum dulu " pamitnya
Tak lama setelah yanah pergi hp ku bergetar cukup lama, aku melihat layar hp ku tertera nomer yang tak ku kenal menghubungi ku