
Sudah dua hari aku di kota ini namun masih belum melakukan apapun pada orang yang membuat masalah dalam organisasi ku, bukan karna masih tak memiliki bukti atau tak tau dia bersalah, namun ada hal lain yang ingin ku ketahui lebih dalam lagi tentangnya, jika saja aku tidak tau kesulitan apa yang sedang orang itu alami sehingga nekat membobol keuangan organisasi mungkin aku sudah meringkusnya dan memberinya pelajaran berharga, namun tak kulakukan justru kini aku ingin membantunya,
Namun karna belum mendapat peluang untuk masuk dalam masalahnya jadi aku hanya bisa diam saja dahulu sambil terus mengamati, padahal kasihan adikku yang sudah tiga hari terus menguras otaknya, maaf kan tthmu ini karna masih belum bisa membantumu, ya anggap saja salah satu dari pembelajaran untuk mu.
Sementara adik bungsuku sudah merasa bosan, ku suruh dia untuk ikut bergabung sementara di kota ini dengan para teman ku namun dia bilang para teman ku itu membosankan, pernahkah aku kesal padanya?, Tentu sering kali namun selalu bersikap biasa saja,
Aku sedang mengikuti orang yang baru saja membobol kembali rekening cadangan kami, pantas tis nominal yang dia ambil cukup membuat darah ku mendidih, namun aku masih saja bersikap biasa namun berbeda dengan pra sahabat ku,kini mereka juga sedang bertindak setelah tau semuanya dari penjelasan yang ku berikan beberapa jam lalu saat setelah rekening di bobol
" Pastikan dulu adik bungsuku aman " datar ku saat mengangkat telpon
" Sudah kami pastikan, sekarang kirim lokasimu " suara di sebrang sana
" Akan aku kirimkan, bawakan aku samurai mu, jika mungkin bekali juga Fitri, dan jangan bermain sembarangan kali ini cukup tangguh lawan kita " ucapku memperingatkan
Panggilan di akhiri ku kembali berfokus pada target yang sedari tadi ku ikuti, pantas, padahal dia cukup pintar namun masih bisa di kendalikan orang lain ternyata yang mengendalikannya bukan lawan yang sepadan.
Karna kurasa terlalu berbahaya jika hanya kami yang bertindak maka akupun berpikir untuk meminta bantuan dari gen yang sama dengan gen yang akan aku jadikan lawan kali ini, maka akupun mengirimkan pesan pada Andi untuk mengirimkan orang-orang bayangannya baru sepadan
# aku memerlukan sedikit bantuan mu # pesan yang ku kirim pada Andi
Tak lama diapun merespon pesan ku
# katakan # balasnya
# kirimkan aku orang-orang bayanganmu, aku mendapat kesulitan dari orang bawah tanah jadi ku harap jangan mengecewakan, akan aku kirimkan lokasi ku sekarang # jelasku dan hanya mendapat balasan singkat
# Beres # balasnya
Walau hanya sesingkat itu balasan darinya namun aku yakin Andi dapat di andalkan
Aku Takan melakukan penyerangan sepagi ini dan lagi orang-orang yang ku minta dari Andi belum memberiku isyarat kalau mereka akan segera sampai, dan para teman ku juga memerlukan waktu jadi penyerangan akan aku lakukan sore nanti setelah semuanya jelas,
# Apa kau sudah dengan yang lain # pesan ku pada Fitri
# sudah, kenapa tak memberi tahu lebih awal # balasnya ku yakin muka jengkelnya sudah dia siapkan kala bertemu aku nanti
# masih terlalu awal # singkatku
__ADS_1
# lihat saja nanti, masih saja menganggap Fitri gadis kecil # balasnya
Namun aku tak memperdulikan, aku sudah mendapat lokasi bahkan mungkin markas mereka, para orang yang tak bertanggung jawab kerugian yang bisa aku alami jika tak berhasil mendapatkan kembali dana itu,
Aku memutuskan untuk mencari tempat sementara sampai waktunya tiba, karna lama mempelajari Dunia bawah tanah dari Andi, jadi aku selalu siap dengan segala kemungkinan yang akan aku hadapi, bahkan semua alat yang berbau dengan penyadapan pun aku punya dan selalu membawanya di balik jam tangan, topi, atu sepatu di semua barang yang menjadi favorit ku,
Sebelum benar-benar meninggalkan tempat itu, aku memasang kamera mini yang hampir tak dapat terlihat di suatu tempat yang dapat merekam pergerakan seseorang, baik yang keluar atau masuk tempat itu, dan menghubungkannya pada ponsel ku.
Sudah ku bilang aku selalu mencoba mengambil keuntungan di setiap pertemanan, asal itu tak merugikan teman dan diri sendiri kurasa sah-sah saja bukan, toh mereka juga dengan sendirinya yang mau mengajariku,
Karena akan menyesal jika masa mudaku hanya berjalan dengan begitu saja tanpa ku sisihkan pengalaman dalam pelajaran, aku ingin merasakan ini dan itu selagi muda mencoba ini dan itu selagi mampu dan tentunya sesuatu yang bermanfaat dan dapat ku ceritakan bahkan ku wariskan pada keturunan ku kelak, adakah di antara kalian yang berpikiran sama dengan ku, lalu bagaimana kisah masa kalian?,
Aku pergi ke tempat yang terdapat makanan, terdapat cafe disana walau cukup jauh namun cukup aman bila menunggu di sana
Hari sudah semakin siang dan pesanan yang ku pesan sudah habis dari tadi, minuman jangan di tanya sudah banyak yang ku habiskan, namun masih belum mendapat kabar dari orang-orang bayangan Rendi, hingga satu notifikasi muncul di ponsel ku
# kami sudah sampai dimana kau # pesan yang ku dapat dari Sem
Ternyata notifikasi pesan yang datang dan itupun bukan dari yang ku tunggu, Namun aku tak mengacuhkan pesan itu
# aku ada di cafe tak jauh dari lokasi yang ku kirimkan # balasku
Datang lagi satu notifikasi pesan yang muncul
# sudah makan siang ? Apa masih belum kembali # teman hati
Begitulah pesan yang ku dpat dari ripa'i, aku tersenyum membaca pesan itu, ternyata dia sudah merindukan aku,
# he'mh, baru saja selesai # balas ku
# oh, baguslah, lalu sedang apa sekarang kapan pulang # teman hati, pesan yang ku terima lagi
# aku sedang menunggu para sahabat ku datang, mungkin dua hari lagi # balas ku
# apa tidak besok saja, sepertinya kau bersenang-senang dengan para sahabat mu itu # teman hati, sepertinya ripa'i memang sudah sangat merindukanku
# masih ada yang harus ku urus, ya mungkin karna lama tak jumpa mereka # balas ku
__ADS_1
Lama aku menunggu ku pikir ripa'i akan membalas pesan ku lagi,Namun tak ada balasan lagi dari ripa'i, ku lihat jam di tangan ku ternyata sudah pukul satu siang mungkin ripa'i sudah kembali sibuk dengan pekerjaannya atau dia ada urusan, maka tak mau larut dalam hal itu akupun memilih menelpon seseorang
Aku menelpon seseorang, belum terangkat panggilan ku namun sudah tersambung, para sahabat ku datang, dan tak lama panggilan ku di angkat
" Di mana kalian " tanya ku datar pada orang yang menjawab panggilan ku
" Kami sudah sampai di kota yang nona maksud " jawab seseorang di sebrang sana
" Baiklah kalau begitu, pastikan kalian menemukanku sebelum pukul 3 sore " datar ku, karna jam 2 siang nanti aku akan melakukan penyerangan itu
" Baik " suar di sebrang sana, akupun mematikan panggilan
Para sahabat ku sudah duduk dengan ku, namun karna aku sedang menelpon mereka belum ada yang bersuara
Ku lihat raut wajah datar Fitri, begitulah dia jika di dalam keadaan seperti ini akan bersikap seolah tak mengenal ku, bukan tanpa alasan dia bersikap begitu, namun karna aku yang menyuruh nya
" Apa kita lakukan sekarang " datar Julian bersuara, aku suka jika Julian sedang bersikap seperti itu terlihat semakin cool
" Nanti, lawan kali ini orang bawah tanah " akupun Tidak kalah datar menjawab
" Apa maksudmu " tanya Vera
" Kali ini kita akan mendapat bantuan dari teman ku yang satu gen dengan mereka " star ku, ku lihat wajah Fitri sedikit terkejut pasalnya dia tidak tau juga tentang itu
" Siapa maksud mu, jangan bilang kau juga pimpinan bawah tanah " datar Vera, kali ini Vera sedikit berbeda biasanya dia yang paling tenang
" Bukan hanya sekutu mereka saja, pimpinan mereka teman ku " jawab ku, tak perlu menjelaskan banyak hal ku yakin mereka akan paham
Tak ada lagi pertanyaan dari para sahabat ku, mereka hanya sibuk masing-masing dengan pikirannya ntah apa,
Pukul satu lewat hampir setengah dua, aku mendapat pesan singkat
# kami sudah siap di posisi kami, jangan gegabah segera berikan kode bila membutuhkan kami # pesan yang ku dapat dari orang yang ku tunggu
# sebagian ikut aku menyerang, pakai posisi saat penyerangan terakhir bersamaku # balasku
# laksanakan # singkat nya
__ADS_1
Akupun tak membalas pesan itu melainkan berdiri dan beranjak dari tempat itu, sejauh ku mengamati tak ada yang keluar atau masuk kedalam tempat itu, berarti tandanya mereka tak berkurang atau bertambah, namun aku harus bisa memperkirakan jumlah mereka, sedari tadi aku terus mencari tau tentang komplotan yang akan aku serang, dan sekarang sudah dapat ku pastikan berapa banyak jumlah mereka yang ada di dalam termasuk gadis yang mereka tawan.