Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 39


__ADS_3

Waktu magang ku tinggal satu bulan lagi, masalah ka nay aku sudah tak mengkhawatirkannya sudah ada ka tio dan keluarga nya, ternyata malam itu keluarga ka tio memberi izin kepada anaknya untuk menjalin hubungan dengan KA nay,


Aku sempat khawatir, namun saat kedua orang tua ka tio datang ke kontrakan kami yang alakadar dan menjelaskan semuanya,ia bilang, tak pernah menjadikan siapapun terhormat hanya karna kasta saja, karna sejatinya kehormatan seseorang di dapat karna usaha dan kebaikannya , banyak orang berkasta belum tentu ia terhormat, asal ka nay punya kebaikan dan ketulusan mencintai anak mereka itu sudah cukup, begitulah jelas nya didepan kami bertiga


Sungguh aku sangat bahagia untuk ka nay, tak sia-sia air matanya selama ini,


Dan masalah wanita yang waktu itu menampar ka nay, dia hanya gadis penghibur yang terobsesi pada KA Tio, karna pertemuannya dengan KA Tio menurutnya sangat mengesankan


Bagaimana tida, jika selama ini ia sering menjumpai laki-laki yang besiknya sama, hanya mau pada tubuhnya saja dan setelahnya menelantarkannya, namun ka tio menurutnya berbeda, bahkan ka tio tak sedikitpun tertarik padanya ketika disuguhi tubuh molek nya, justru ka tio memandangnya jijik, namun sekarang ka tio sudah berhasil membereskan semuanya semoga hubungannya dengan KA nay berjalan semestinya


Masih ingat saat aku baru sampai dikota ini, aku pernah menolong ka nay dari para laki-laki yang sengaja di bayar untuk menghancurkan ka nay, ternyata itu juga ulah wanita itu, aku tau itu dari KA Tio


Kini aku hanya perlu menuntaskan satu masalah lagi, karna kali ini menggunakan kekuasaan dan aku tak punya sekutu dalam itu, yah kalah sebelum perang dong


Jangan khawatir, kali ini aku dibantu oleh Andi,


Ya dia, tak ku sangka ternyata dia orang yang sangat berkuasa di dunia perkantoran bahkan di dunia bawah tanah, wow pantes sikapnya selalu tenang, walau tampangnya selalu berantakan karena selalu memakai pakaian pereman menurut ku, namun menurutnya itu pashion.


Selama satu bulan terakhir juga, kulihat dia mulai mencuri-curi pandang pada mbak Rena, ntah dia sudah menyukainya atau apalah tak ngerti


Seperti saat ini, dia sengaja menjemput ku dan mbak Rena, apa-apaan aku dan Mbak rena bisa pulang sendiri, ku tau targetnya mbak Rena namun karna mbak Rena pasti menolak tanpa aku, jadi ia menjadikan ku alasan


" Apa sebaiknya kita bergerak sekarang " tanya mbak Rena, ntah pada siapa aku dan Andi saling menoleh


" Lebih cepat lebih baik " jawab Rendi, aku pun mengangguk


" Bagaimana menurutmu Dena " tanya ka Rena, sepertinya ia masih ragu pada Andi


" Baiklah, tapi aku ingin memastikan dulu yanah akan baik-baik saja, jika nanti mereka mengetahui siapa kita aku takut yanah terseret karna dia teman saya " jelas ku


" KamU tak perlu mengkhawatirkannya, kekasih nya akan menjaganya " ucap Andi, aku tak heran lagian aku juga sudah menduganya, hanya saja tak tau siapa laki-laki itu


" Baiklah, kita bergerak " jawab ku,


Aku duduk di kursi belakang, karna ku tau Andi ingin berdekatan dengan mbak Rena, namun aneh nya sosok yang selalu bersama mbak rena hanya tersenyum seolah tak marah pujaannya bersama Andi


" Makasih " ucapku, saat mobil sudah di depan kontrakan ku


Aku turun dari mobil namun tak ku sangka ternyata mba rena juga turun


" Kenapa ikut turun " tanya ku heran


" Aku mau memintamu tinggal bersama ku di apartemen, bila perlu ajak juga nay dan Vivi " pinta nya


" Kenapa " tanyaku


" Hanya kurang satu bulan lagi kamu di kota ini, jadi aku ingin mengajarimu sesuatu, mau yah " aku tersenyum


" Baiklah, kita tinggu yanah dan ka nay dulu " pinta ku


Klakson mobil berbunyi, ternyata dia masih menunggu


Karna aku baik pun mbak Rena tak ada yang mendatanginya jadi dia mendatangi kami


" Kenapa lama " tanyanya, sudah pasti pada mbak Rena


" Aku mau menunggu Vivi dan nay, jika mau pulang, pulanglah lebih dulu " jelas mbak Rena

__ADS_1


Saat Andi menghampiri kami, aku lebih dulu berjalan ke pintu kontrakan


" Sebaiknya kita ngobrol didalam saja " pinta ku tak enak juga, kasihan mbak Rena dia habis kerja namun malah berdiri di luar


Mereka mengikuti ku masuk ke dalam kontrakan


Tak lama terdengar suara motor sport datang, dapat ku pastikan itu ka nay, aku keluar untuk menyambutnya


Dugaan ku salah ternyata itu yanah, dia bersama seseorang, tak lama Andi juga keluar, dia berkacak pinggang di depan pintu


" Siapa dia " tanya ku datar pada yanah, tampan namun masih kalah oleh Pai menurut ku


" Ngantar anak orang pulang di bawa kemana dulu, padahal pake motor tapi pulang belakangan " cerocos Andi ntah pada siapa, mungkin pada laki-laki yang bersama yanah


Laki-laki itu hanya membalasnya dengan tersenyum, mungkin tak mau banyak bicara atau malas


" Dia yang selalu Anter jemput aku Dena " bisik nya


" He'mh, aku tau itu, yang mau ku tau siapa dia bagimu, kekasih ?" Tanya ku to the point


Yanah malah nyengir kuda, tak mau meladeni akhirnya aku memutuskan untuk kewarung, mencari sesuatu perut ku sudah lapar guys


Aku berjalan kaki, saat hampir sampai warung telpon ku berbunyi ternyata dari mas Rendi, aku mengulas senyum


Pasalnya mas Rendi sudah terang-terangan memberi tau ku dan keluarga ku bahwa dia akan menjadikan tth ku istrinya dan keputusan di serahkan pada tth ku sepenuhnya


" Assalamualaikum " ucapku saat telpon ku angkat


" Wa'allaikum sallam Rinjani, gimana kabar mu " suara di sebrang sana


" Alhamdulillah sehat mas, mas gimana, tth juga sehat semua kan mas " tanya ku balik


" Ya semua sehat, gini Jani mas mau kasih tau kamu kalau magang mu selesai bulan ini " suara di sebrang sana


" Loh knapa mas, Rinjani membuat kesalahan " tanya ku lagi


" Justru karna kerjamu bagus, makannya mas percepat saja, soalnya bulan tiga Minggu lagi mas dan tth kamu akan melaksanakan pernikahan, masa iya kamu nggak mau datang " suara di sebrang sana


Mas Rendi menjelaskan semuanya dan aku pun paham, namun aku memberi tahu mas Rendi kalau aku tak akan langsung pulang, alasan ku si mau leha-leha dulu di kota ini padahal mah hati sudah lama ingin segera pulang


Semenjak aku pergi PKL, aku tak pernah pulang sekalipun hanya mengabari saja pada kakak ku kalau adiknya baik-baik saja, sesekali aku juga berbicara pada ibu kala ada kesempatan


" Baiklah mas kali seperti itu, tapi teman Jani juga ya, soalnya kan kami brangkat bareng jadi pulang juga bareng " pinta ku, tak mau juga kalau aku harus ninggalin yanah yang Sudah seperti sodara bagiku


" Ya baiklah, jangan lama-lama segeralah pulang " ingatnya


Panggilan terputus, tak kusadari ternyata aku cukup lama berbicara dengan mas Rendi, setelah menelpon aku pun membeli yang ku butuhkan dan langsung pulang


Sampai di kontrakan, belum masuk kedalam aku tersenyum melihat motor ka Tio, itu berarti ka nay sudah pulang


Aku masuk kedalam, para laki-laki sedang berdiskusi ntah apa yang sedang mereka bicarakan


" Ka nay dimana " tanya ku pada KA Tio


" Di dalam, sedang menyiapkan makan untuk mu " jawab nya


Ya, ka nay selalu membawakan makanan untuk aku dan yanah atas perintah ka tio, dia bilang kami sudah seperti adik baginya, apa lagi dia tak punya adik alias anak tunggal

__ADS_1


" Terimakasih ka " seraya tersenyum


Aku hendak kedapur ingin menyusul ka nay namun aku di panggil, namun kali ini bukan sebutan Dena melainkan Rinjani


" Rinjani, mau kemana kamu " langkah ku langsung terhenti


Bahkan di tempat kerjapun tak banyak orang tau nama ku yang itu, mereka taunya aku Dena kecuali pihak HRD karna dia yang pertama pegang berkas ku


Aku menoleh


Dengan wajah datar aku melihat kearah mereka


" Dena Rinjani, siswi SMA di desa xxxxx, ke kota ini sedang menjalani masa magang bukan begitu " tukas laki-laki yang mengantar yanah


Langsung saja aku menelisik nya


" Tak ingat dengan saya " lanjutnya


" Saya juga tau kamu punya sahabat yang selalu kumpul tiap kalian ada kesempatan, kamu pandai bela diri di antara para sahabat mu hanya kamu yang bisa bela diri bukan begitu, tak hanya itu kami juga di anugrahi kelebihan bisa melihat mereka yang tak terlihat " tukasnya


" Lalu bagai mana dengan anda sendiri " jawab ku datar


" Tak penting siap saya, bukan niat saya juga bersembunyi hanya saja saya tak mau banyak orang tau siapa saya " jelas ku


" Baiklah saya minta maaf jika info tadi mengusik anda " ucapnya


" Saya hanya kagum di usia kamu yang masih muda, kamu bisa mengantisipasi kesulitan yang datang silih berganti, tak hanya itu kamu juga selalu tegar, pantas ripa'i berubah karna mu, ternyata kamu spesial " ucapnya


' ripa'i ' pikir ku


Tunggu, laki-laki ini yang waktu itu bersama ripa'i, tapi bukan dia, karna laki-laki yang waktu itu dengan Pai usianya hampir sama dan orang yang sedang berbicara dengan ku ini dia seumuran dengan Rendi mungkin lebih muda dia juga si


" Sudah ingat siapa saya " tanya nya


" Saya tak mengenali anda, jika benar anda yang waku itu bukankah Anda terlalu berbeda jauh


Seketika dia membuka sesuatu yang melekat di wajahnya


Srekk..


" Topeng " suara dua laki-laki yang dari tadi hanya diam mendengarkan kami


Sontak saja aku sangat terkejut, ku kira aku benar-benar dalam bahaya


Seketika saja kini aku sedang memeluknya, menumpahkan air mata ku di dadanya,


" Hei kenapa menangis " lembutnya


Seketika aku meninju perutnya namun tak kencang


" Kenapa ? Baru juga mau senang ini pertama kalinya kamu mau memelukku, bahkan meski aku meminta kamu tak pernah mau membiarkan aku memeluk mu " ucapnya lembut


Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut ku


Ripa'i tak tau, selama ini aku ingin sekali menangis menumpahkan lelah hati ku di pelukan nya, bukan hanya lelah hati saja rindu, pikiran, tenaga dan masih banyak lagi, namun dia sudah tak mengabari ku lama


Pai mererai pelukan kami, dia menghapus air mata ku dengan tangan nya, sungguh ripa'i ku tak berubah hanya pisik nya yang berubah, bertambah tampan dan kulitnya semakin putih

__ADS_1


__ADS_2