Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 43


__ADS_3

Laki-laki ini semakin mendekatkan tubuhnya padaku, aku masih berusaha tenang karna belum mengenai tubuh ku juga, namun saat ia hampir mencium ku aku lebih dulu berhasil memukul perut nya, dia menyingrai membuat ku semakin jengkel


" Hentikan tuan atau anda akan menyesalinya " datar ku


Namun dia mengabaikan peringatan ku dan akhirnya aku memegang tangannya dan memelitir nya kebelakang


" Jangan mencoba bermain-main dengan saya gadis kecil " kesalnya


Aku tak menanggapi, ku lepas tangannya dan mendorongnya agar menjauh


Pintu terbuka aku menoleh dua polisi masuk, dan di belakangnya ripa'i aku tersenyum, dan membalikan badan berjalan kearah ripa'i polisi masuk mendekati tuan Jonathan


Pai mempercepat langkahnya membuat ku sedikit bingung, dia melewatiku dan


Bruk


Sebuah tendangan Pai layangkan pada seseorang di belakang ku, aku berbalik dan melihat tuan Jo yang sedang mencoba berdiri


Setelah berhasil berdiri dia kembali ingin menyerang ku, namun ripa'i yang menghadang, dua polisi tadi masih diam aku juga, sedang ripa'i berkelahi tak lama yang lain juga datang


" Ada apa ini, kenapa dia berkelahi " celetuk ka nay


Aku menoleh dan tersenyum pada nya


" Tuan Jo hampir menghajarku dari belakang, namun Pai lebih dulu menghajarnya " ucapku


" CK, sudah kak bisa mampus tu orang " celetuk yanah, Pai pun menghentikan aksi nya saat setelah melihat kearah ku yang sudah banyak orang, dia menyerahkan tuan Jo pada polisi


Mbak Rena menghampiri tuan Jo dengan muka marahnya


" Siapa kau sebenarnya, kenapa tega sekali menghabisi kekasih ku dan mengawetkan nya untuk apa " teriak mbak Rena, kalau tak di halangi polisi mungkin dia sudah menghajar laki-laki yang ada di tangan polisi saat ini


" Sebenarnya aku hanya butuh sidik jarinya saja untuk mengalihkan semua kekayaannya " ucap laki-laki itu


Mbak Rena menghajar laki-laki itu, aku dan ka nay menghampirinya


" Sudah mbak biarkan polisi yang menghukumnya " ucap KA nay sambil memegang pundak mbak Rena


Mbak Rena membalikkan tubuhnya dia memelukku menumpahkan tangisnya, aku hanya membiarkannya


Andi menghampiri kami,


" Sudahlah aku yakin kamu wanita kuat, dan biarkan semuanya di urus oleh kepolisian " ucap Andi


Sebenarnya aku risih memanggilnya hanya Andi saja ingin memanggilnya Abang dia bilang dia bukan Abang ku, mau panggil kakak juga dia tak mau malah menyuruh ku memanggilnya hanya nama saja


Mbak Rena melepas pelukannya


" Terima kasih Dena kalau bukan karna mu mungkin semua ini akan selalu mengganjal di hati ku " ucapnya seraya ter bata karna menahan tangis


" Semua takdir mbak, mungkin takdir menyuruhku untuk datang kemari dan bertemu mbak Rena di perusahaan mas Rendi untuk ini, padahal aku melamarnya di kota lain malah di tempatkan disini " ucapku di akhir kalimat sedikit sedih bagaimana tida aku jadi tak bertemu keluarga hampir 6 bulan


" Namun aku senang berada di sini bertemu mbak juga yang lainnya " lanjutku


" Sungguh aku bersyukur dan berterimakasih pada kalian semua " ucap mbak Rena seraya tersenyum pada kami


Aku melihat ke arah sosok laki-laki yang meminta bantuan ku, dia sedang tersenyum hangat pada ku " terimakasih " ucapnya hanya aku dan Mbak Rena yang mendengar aku mengangguk


" Apa mbak mau bicara dahulu dengannya sebelum ku kembalikan semuanya seperti semula " tanyaku mbak Rena mengangguk


Dan akupun keluar mengajak yang lainnya, kami hanya menunggu di ruang biasa yang bersatu dengan para tamu yang lain


" Apa mau pesan sesuatu " tanya ripa'i pada ku, aku tersenyum dan mengangguk


" Aku nggak di tawarin ka " celetuk yanah

__ADS_1


Yang lain tersenyum melihat tingkah yanah


Dan ripa'i pun memesankan makanan untuk ku dan yanah juga untuknya, sedang KA nay dia di pesankan ka tio


Aku tersenyum melihat hubungan ka nay dan ka tio semakin hangat, ka nay juga sekarang lebih berani, Andi dia pesan makanannya sendiri


" Ka Tio boleh aku minta sesuatu " tanya ku setelah pelayan yang mencatat pesanan kami pergi


" Katakanlah " ucapnya


" Tolong jaga ka nay saat aku pulang nanti, jangan biarkan dia merasa sendiri " pintaku, ku tau ka nay selalu merasa kalu dia sendiri


" Pasti, bahkan aku akan segera menemui orang tuanya untuk meminangnya " ucapnya seraya tersenyum menatap ka nay, yang di tatap hanya tersenyum hangat


" Berhenti seperti itu, ada jomblo disini aku kan keganggu " celetuk yanah


" Coba saja anta disini " selorohnya mengalihkan perhatianku padanya


" Anta " ucapku mengulang kalimat terakhir yanah


" Hah, aku tadi ngomong apa emang " elaknya


" Jujur sama aku yan kamu sama anta jadian " tanya ku memastikan


" Cie ripa'i kamu punya saingan rupanya, sepertinya gadismu ini memiliki simpati pada orang yang di sebut barusan " celetuk Andi


Aku meliriknya dengan muka datar tak suka dengan ucapan Andi


Ripa'i tersenyum dan menggenggam tangan ku


" Kami punya cerita sendiri tentangnya, lagian aku yang berhasil mencuri hati gadis ini " celetuk ripa'i aku hanya diam


" Ya hati si gadis paling dingin, bahkan bukan hanya anta dan ripa'i saja yang berusaha mencairkan hati itu tapi banyak hampir satu sekolah dari anak klas satu sampai klas tiga " ucap yanah penuh semangat


" tapi hebat ka ripa'i bisa mencairkan hatinya, tadi nya ku pikir anta yang akan berhasil " lanjutnya lagi


" CK " kesal ku


Ka nay ka tio dan Andi hanya tersenyum menatap ku


" Aku juga hampir tergoda saat pertama kali melihatnya, namun aku sadar dia lebih pantas menjadi adik ku bukan incaran ku " celetuk Andi


Pesanan kami sudah datang dan segera dihidangkan


" Selamat menikmati " setelah semua sudah di hidangkan pelayan itupun pergi


" Mau aku suapi " tanya ka Tio pada KA nay, sedang ripa'i sudah menyendokkan makanan ke mulutku


Yanah merengut melihat kami aku hanya tersenyum, ripa'i hanya sekali menyuapi ku karna aku menolak ketika ia akan menyuapi ku lagi


Aku sungguh senang melihat kehangatan di meja ini sungguh seperti satu keluarga


Di tengah-tengah makan seorang wanita paru baya datang menghampiri kami, ternyata itu ibu ka tio


Ka nay berdiri menyalami wanita itu, melihat senyum wanita paru baya itu sepertinya di sudah menerima ka nay tulus, ka Tio pun ikut berdiri dan mempersilahkan ibunya duduk


" Mamah sendiri mau bergabung atau kita pisah meja saja " ucap KA Tio


" Tida Tio mamah gabung saja disini " ucapnya


" Bolehkan Tante bergabung " lanjutnya meminta persetujuan dari kami


Semua mengangguk dan kamipun melanjutkan makan


Ka Tio memesankan makan untuk ibunya

__ADS_1


Aku melihat pintu menuju viv terbuka dan keluar mbak Rena dengan senyumnya yang di paksakan


" Rinjani apa mbak Rena baik-baik saja " tanya yanah pada ku, aku tak tau mau jawab apa jadi hanya dim


Mbak Rena menghampiri kami


" Dena saya sudah siap " ucapnya seraya tersenyum


" Baiklah " ucapku, aku meminta mbak Rena duduk di samping ku, ripa'i mengerti jadi dia berdiri meminta kursi pada pelayan


Selama menunggu kursi di ambil ripa'i hanya berdiri di belakang ku


" Apa kita kan melakukan ny sekarang " tanya mbak Rena


" Tida nanti saja di kontrakan, kalu disini banyak orang lagian mereka tak tau tentang ku soal yang satu itu " ucapku pelan,


Makan kami sudah terhenti tak melanjutkan lagi, namun karna makanan ibu ka Tio baru datang jadi sebagian melanjutkan lagi, sedang aku hanya mengobrol dengan mbak Rena juga ripa'i, sesekali mbak Rena bertanya tentang hubungan kami


Ripa'i yang menjawab semuanya aku hanya tersenyum, dan mengiyakan bila ripa'i meminta persetujuan


" Wah lucu juga ya kisah kalian, tapi juga romantis meski terpisah masih saling percaya semoga langgeng " ucap mbak Rena dan di aminkan oleh ripa'i aku hanya mengangguk


" Dena kalau sudah pulang, nanti main ya ke sini " ucap mbak Rena


" Apa Dena mau pulang, pulang kemana " tanya ibu ka Tio


Aku tersenyum sebelum menjawab


" Pulang ke kampung halaman Tante masa magang saya sudah selesai " jawabku ramah


" Masih magang, tapi kepribadian kamu sangat tangguh Tante suka, Tante pikir kamu sudah bekerja loh " ucapnya lagi


" Tida Tante bahkan saya masih sekolah " ucap ku dan itu membuat ibu mas Tio yang sedang meminum minumannya tersedak


" Benarkah, tapi tata bicara kamu sikap dewasa dan kepribadian mu Tante pikir kamu sudah bekerja ya setidaknya seorang mahasiswa mungkin ternyata masih pelajar SMA ya " tuturnya


" Ternyata calon mantu Tante ini tak salah bergaul, walau hanya seorang gadis kecil tapi tau tata dan Krama " lanjutnya aku hanya tersenyum


Tata dan Krama sudah melekat dalam diri ku karna aku juga harus mengajarkan itu pada adik-adik ku, sedang sikap dewasa memang sudah sepatutnya jika tida bagai mana bisa membimbing tiga adik dan dua ponakkan jika masih bersikap kekanak-kanakan


Acara makan-makan selesai dengan ibu ka Tio yang bayar, sempat terjadi perselisihan tentang siapa yang akan bayar antara mbak Rena, Andi, ibu ka Tio dan ripa'i


Aku tak mengerti mungkinkah uang ripa'i sebanyak itu sedang ia hanya seorang mahasiswa


Namun setelahnya ibu ka Tio yang menang dengan alasan dia yang paling tua


Semua pulang, ka nay ikut ka tio dan ibunya, yanah dengan Andi dan mbak Rena, aku dengan siapa lagi jika bukan dengan ripa'i,


Aku tak membawa hodi hari ini karna harus mengurus misi terakhir jadi hanya memakai pakaian rapih


Ripa'i memakaikan jaketnya, aku tak menolak karna ripa'i juga memakai kaos lengan panjang jadi Takan terlalu kepanasan, kami mengendarai motor


Sampai di kontrakan jam 3 sore, dan kami yang pertama sampai di susul mobil Andi tak lama mobil ka Tio namun ia langsung pamit karna harus mengantarkan sang ibu pulang


" Mbak di dalam saja yuk " aku mengajak mbak Rena ke kamar, aku memintna ka nay membuat minuman sengaja


Yanah dia sedang mandi jadi aman


" Mbak siap, kalau sudah tutup mata " ucapku


Mbak Rena mengangguk dan menutup matanya


Sekejap aku memintanya membuka kembali matanya, dia tersenyum


Aku menuntunnya keluar sebelumnya aku memintanya merahasiakan semuanya dari yang lain bahkan ripa'i pun tak tau

__ADS_1


" Aku paham, dan akan merahasiakannya terima kasih Dena Rinjani " ucapnya


__ADS_2