Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 65


__ADS_3

Tak selalu mudah menjalani hidup hanya bermodalkan ilmu dan tekad, namun tak terlalu sulit juga jika mau tetap berusaha,


Sejatinya kesuksesan selalu menghampiri mereka yang mau berusaha, tak patah semangat, selalu giat, mencoba terus jika ada kalanya terjatuh karna sejatinya ridho Allah bersama orang-orang yang pantang menyerah,


Tetap berjalan pada batasannya,


Dan begitulah kisah perjalanan ku, memulai semuanya dari nol, dari hanya bermodal ilmu dan tekad untuk lebih maju, banyak yang sudah ku lalui selama masih menjadi pelajar sampai sekarang, bahkan tak jarang kemalangan juga menimpaku karna semua orang juga pasti tau perjalanan Takan selalu mulus.


Di usia ku yang menginjak 25 tahun, banyak yang sudah ku raih, bahkan bisa membuat kedua orang tua ku hidup layak,


Aku selalu berusaha menebarkan kebaikan dimana pun aku berpijak, karna sejatinya orang Takan pernah lupa pada siapa yang berbuat baik, banyak kota yang ku kunjungi selama perjalanan ini, dan di setiap kota tersebut memiliki cerita tersendiri bagiku, aku percaya apa yang aku tanam akan ku tuai di kemudian hari.


Para sahabat ku sudah pulang, dan kini tak ada lagi halangan untuk aku membantu para teman ku, namun sebelum kesana aku harus mengurus adik bungsu ku dulu, karna dia akan ku bawa jadi mau tidak mau hari ini aku harus kesekolah nya guna meminta ijin untuk beberapa hari, agar adikku tak mendapat alpa


Pihak sekolah mengijinkan dan aku pun akan berangkat besok pagi, karna hari ini aku sangat ingin bersantai sebentar saja,


" Kenapa Iin nggak di rumah saja di teh " tanya Indri, sebenarnya walau tak ikut pun tak apa, namun karna nggak ada yang jaga dan aku akan beberapa hari di sana jadi sebaiknya aku bawa saja


" Tidak ada yang menjagamu di sini " datar ku seraya terus bermain dengan ponsel ku


" Ya udah Indri kalau gitu sekolahnya di kampung saja kan ada ibu sama bapak " asalnya,


Ntah lakh di saat Fitri senang mendapat pendidikan yang lebih maju namun berbeda dengan Indri, dia sedikit pemalas dalam hal belajar


" Ya sudah sana, tapi jangan mengharapkan uang bulanan atau uang jajan dari tth ok, urus semuanya sendiri seperti tth dulu " kesalku, bukannya bersyukur justru dia banyak mengeluh


Indri tersenyum menunjukan deretan giginya


" Nggak lakh teh bercanda, Iin ikut tth ko " ucapnya setelahnya sedikit merengut


Aku hanya menggelengkan kepala, dan berlalu kekamar ku, tak mau terus menggoda adik bungsuku yang sepertinya kesal karna kata-kata ku barusan


Di dalam kamar, aku langsung mandi karna sudah pukul 7 malam, selesai mandi aku memilih membuka beberapa berkas yang proyek nya sudah akan berjalan, namun belum sempat ku periksa kembali


Aku tersenyum melihat tanda tangan di sebelah tanda tangan ku ' ripa'i William Wilson ' yang tertera di sana, tak ku sangka pacarku seorang pembisnis hebat dan masih muda pula, dan mengenai pendidikannya dia masih melanjutkan, bangganya aku


Aku jadi kepikiran kalau aku belum memberi tahu ripa'i, bahwa besok pagi aku akan pergi ke kota xxx maka akupun meraih ponsel ku dan mengirimi pesan padanya


# besok aku akan pergi beberapa hari, jaga dirimu baik-baik selama aku tak ada di kota ini # teman hati, begitulah pesan ku yang terkirim untuk ripa'i


Tak mendapat balasan maka akupun kembali berfokus pada berkas di depan ku, hingga merasa lelah dan mengantuk kemudian tertidur.


***


Pagi harinya saat ripa'i menghubungiku aku sudah dalam perjalanan menuju kota yang akan aku datangi, lama tak pernah menyempatkan diri untuk singgah ke kota ini lagi banyak sedikit perubahan,

__ADS_1


Sepanjang perjalanan aku terus saja tak henti-hentinya memandang takjub pada pepohonan di pinggir jalan yang beberapa tahun lalu ku tanami bersama yang lainnya, kini pohon-pohon itu tubuh subur, walau belum terlalu menjulang tinggi namun memberikan kesan keindahan,


Mungkin karna merasa heran Indri mencoba bersuara


" Apa yang membuat tth terlihat senang begitu kita sampai di kota ini, " tanyanya


Aku menoleh padanya dan menjawab


" Pohon ini, semua pohon ini membuat ku tersenyum senang " asal ku menjawab


" Oh ya, bagai mana bisa " acuhnya soal tak ingin jwaban namun raut wajah ny menanti


" Kau tau siapa yang menanam pohon di pinggir jalanan ini ?" Tanya ku pada Indri, bodoh mana dia tau


" Tth, tth dan teman-teman tth yang menamai pohon ini, saat tth masih menuntut ilmu, tth pernah singgah di kota ini, " jelasku padanya


Indri bertambah heran, karna yang ia tau tth nya hanya menuntut ilmu di kota yang lain, bukan di kota ini, namun seperti kata ku aku tak pernah menyianyiakan waktu ku bahkan kesempatan yang datang padaku,


" Bagaimana bisa ?" Tanyanya heran


" Tentu bisa, kalau kamu mau kamu juga bisa, tapi sayang nya sipat ku dan Fitri tak menurun padamu hanya sipat acuh tak acuh kami yang menurun padamu, namun tida dengan kepandaian kami " ejekku,karna adik bungsuku tak pernah mau mencoba sesuatu yang baru dalam hidupnya


" CK, Indri kan nggak suka, lagian kalau masalah sekolah mah Indri juga pinter kali " celetuknya


" Sampai kapan kamu akan tetap berada di bawah pengawasan kami, suatu saat kami akan mengepakkan sayap kami sendiri dan jauh meninggalkan mu " jelasku


Tak


Karna kesal akupun menyentil jidatnya, namun bukan kesal dia malah cengengesan


" Indri ngantuk, nanti kalau sudah sampai bangunkan ok teh " ucapnya, dan setelahnya benar-benar memejamkan mata ntah tidur tau tidaknya


Aku kembali memandangi jalanan yang terasa menyejukkan, mataku melihat penjual makanan dan minuman di pinggir jalan, aku menepikan mobil dan keluar guna membeli air mineral dan sedikit makanan


Niatnya hanya ingin membeli roti, namun karna aku melihat ada nasi pecel aku jadi ingin apakah rasanya akan sama seperti pecel buatan rumah,


Saat setelah menyediakan makanan yang ku pesan penjual itu memberikannya padaku, aku memakannya di mobil karna mobil ku tak jauh, berhenti tepat di depan penjual yang di gelar itu,


Selesai dengan makan ku, aku meminta di bungkus beberapa untuk adikku, juga Fitri ku yakin dia juga akan suka, saat akan membayar ibu penjual itu memandang ku internets, ntah knapa hingga aku bertanya


" Apa ada yang aneh dengan saya Bu " ramah ku,


" Saya seperti mengenal eneng, tapi lupa " jawabnya, aku hanya tersenyum


" Oh, mungkin hanya mirip orang yang ibu kenal saja " asalku

__ADS_1


" Ya mungkin, lagian mana mungkin gadis itu kembali kesini, mungkin dia juga sudah berkeluarga sekarang " suara ibu penjual itu terdengar sedih, seperti menyimpan kerinduan pada seseorang


" Apa anak ibu " tanya ku


" Bukan neng, ini kembaliannya " jawabnya sembari memberikan kembalian padaku


" Buat adik manis ini saja kembaliannya, kalau begitu saya permisi "


Akupun melanjutkan perjalanan ku, sedang Indri dia masih tertidur


Saat sudah hampir mendekati tempat tujuan aku mengabari Vera, karna aku ingin melihat dulu sejauh mana adikku mengerjakan tugas yang ku berikan


# aku sebentar lagi sampai di vila, jangan beri tau adikku jika aku sudah di kota ini # begitulah pesan ku pada Vera


# he'mh, istirahatlah kami masih mencari tau semuanya, # Vera


# kirimkan semua berkas pentingnya pada ku aku tunggu # balasku


# segera # Vera


Tak lama aku sampai di depan vila milik keluarga Vera, dua pasang suami istri menyambutku karna mereka juga sudah mengenalku, disinilah aku dulu selama belajar di kota ini, tinggal bersama Vera dan mendirikan semua organisasi bersama, senang rasanya bila mengingat masa itu,


Seperti biasa, aku akan di perlakukan bak anak mereka sendiri oleh pengurus vila Vera karna mereka tak memiliki keturunan, jadi dari dulu kami anak mereka


" Assalamualaikum " sopan ku, ketika mereka berlari kearah ku,


" Wa'allaikum sallam neng, gimana kabarnya sehat " tanya istri dari pak Mardi, sedang istrinya ibu Rahayu


" Sehat Bu Alhamdulillah, ibu Sama bapak sehat " tanya ku balik,


" Alhamdulilah sehat, loh ini siapa neng " heran Bu Rahayu ketika melihat Indri


" Ini adik bungsu saya, namun seperti biasa jika saya di sini berarti dia teman saya, tak boleh ada yang tau kecuali mereka yang sudah tu " ucapku, ya karna di tempat ini aku Takan tau mana kawan dan lawan


" Oh beres atuh, hayu masuk bibi sudah kangen banget, neng Dena kemana saja nggak pernah main kesini lagi lama bener " sepanjang aku memasuki vila bibi terus saja bertanya padaku, ya mungkin karna rasa rindunya pad gadis yang sudah di anggapnya anak ini


" Duduk, bibi buatkan minum dulu, kalau neng ini mau minum apa " tanyanya padaku


" Namanya Indri bi, perlakukan dia sama jangan di bedakan " datar ku


" Oh, neng Indri, senang bisa mengenal adik neng Dena " ucapnya dan setelahnya berlalu kedapur


" Teh ini rumah siap " tanya Indri


" Punya temen tth, untuk beberapa hari kamu akan tth tinggal disini " ucapku

__ADS_1


" Oh, " datarnya, ya mungkin dia sudah paham kalau aku ada keperluan di tempat ini


__ADS_2