Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 30


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan dari kepergian ripa'i aku hanya bisa mendengar suara nya melalui telpon atau Vidio call sedang tak bisa melihat nya langsung di hadapan ku, jujur kadang rasa sepi datang, dimana saat dia mengganggu ku dengan pertanyaan konyol nya sungguh aku ingin mendengar itu


Saat ripa'i berpamitan waktu itu, ingin rasnya aku menahan nya namun tak bisa, mungkin karna rasa ego ku yang terlalu besar atau belum bisa mempercayai perasaan nya sepenuh nya.


Kini hanya para sahabat atau teman di sekolah yang menemani ku namun tak pernah ku tanggapi, belum lagi adik kelas yang selalu berusaha mendekati atau mencuri perhatiaan ku entah mereka laki-laki atau perempuan tak pernah ku tanggapi,


" Kenapa kak ko masih disini ? " Tanya adik kelas ku yang masih mendapati ku duduk di belakang halaman sekolah


Aku melihat ke arahnya, wajah nya sangat manis, juga imut bak boneka kalau dia masih bayi ingin ku cubit pipinya


" Iya nih masih males buat ke kelas " jawab ku


" Loh, kan bel masuk sudah berbunyi " ujar nya


" He'mh,, kalau begitu ayo kita masuk " ajak ku padanya


" Kamu anak klas dua ya " tanya ku, merasa sering melihat dia di kelas dua bersama adik nya Ros


" Iya kak, kakak temanya ka anta kan " tanya nya, aku tersenyum mendengar pertanyaan nya


" He'mh, kenapa ?"


" Tida apa-apa, apa ka anta sudah punya pacar " tanya nya sedikit terbata


" Ntah " singkat ku


" Pasti sudah ya, nggak mungkin pria tampan sepertinya masih sendiri " ia berasumsi sendiri


Aku hanya tersenyum, " ya sudah, aku duluan " pamit ku karna sudah males Mendengar pertanyaan-pertanyaan yang tak penting menurut ku


Sesampai nya di kelas aku hanya duduk di bangku paling belakang, sedang bangku ku berada di barisan ke dua namun aku males duduk disana bila belum ada guru


Yanah menghampiri ku, ia ikut duduk di samping ku seraya tersenyum


" Say hp kamu ngga aktif " tanya yanah saat sudah duduk


" He'mh , kenapa " tanya ku


" Knapa nggak daktifpin, ka ripa'i tadi nelpon ke aku nanyain kamu " jelasnya


" Mmmhhhh " tanggap ku


" Iissshhh, emang kamu dari mna si,? Kantin juga nggak ada tadi " tanya nya ada sedikit kekesalan di wajah nya


" Halaman belang sekolah " jawab ku


" Ngapain " tanyanya lagi


Jujur aku merasa males menjawab pertanyaan yanah namun karna dia teman yang mau mengerti aku kalau aku lagi susah jadi, aku selalu bersikap lembut padanya


Belum lagi dia anak nya baik nggak banyak tingkah juga, anak nya sedikit manja itu wajar karna dia anak tunggal jadi sipat manja sudah melekat dari dirinya sejak kecil,


" Nggak ngapa-ngapain, lagi pengen ke sana aja " jelas ku


Kami mengobrol sampai bel ganti pelajaran berbunyi, dan guru masuk keklas kami, aku dan yanah pun kembali ke tempat duduk kami

__ADS_1


*********************


Bel pulang sekolah berbunyi,


Sesampai nya di rumah aku bersiap-siap diri lagi untuk pergi, namun Adik ku bertanya membuat ku menghentikan ku yang sedang menyiapkan pakaian ganti


" Tth mau ke tempat kerja te nur " tanya Fitri


" He'mh,, kenapa " tanya ku


" Katanya Siti mau ikut boleh ?"


" Bukan nya nggak boleh fit, cuman ribet aja di jalan nya "


" Ya terserah tth lakh " Fitri pun berlalu meninggalkan ku


Sudah jam 3 Sore aku belum mendapat bus yang mengantar ku ke tempat tth, lama aku duduk di tepi jalan menunggu bus datang, namun bukan halte, karna pada saat itu belum ada halte bus


Dan akhirnya pada pukul setengah empat sore bus datang akupun segera menaiki bus itu cukup sepi di dalam bus hanya ada beberapa penumpang


Aku menikmati perjalanan ku dengan mendengarkan musik melalui genset, merasa ada pesan yang masuk aku melihat ponsel ku


Ternyata pesan itu dari te nur, aku hanya melihat nya namun tak membalas nya,'sudah sampe mana' begitulah pesan yang ku baca, mungkin karna ini sudah sore jadi ia mengkhawatirkan kan ku,


Watu menunjukan pukul lima sore aku baru separo perjalanan, bus berhenti terus dari tadi karna ini jam pulang kerja jadi bus yang tadi longgar penumpang kini jadi padat


Seorang laki-laki yang seumuran kakak ku duduk di sampingku saat bus pertama kali berhenti, aku melihat laki-laki itu melihat kearah ku,


" Hai, seperti nya aku sering sekali melihat mu naik bus ini,? Kalau hari Minggu kamu naik jam 9 pagi, kalau hari lain nya pasti sore, emang mau kemana " tanya nya mungkin saat aku naik bus ini dia juga ada di dalam nya


" Mmhhh, ia soal nya kalau berangkat nya hari biasa jam 9 saya nggak bisa " jawab ku


" Kenapa " tanya nya


" Karna saya seorang pelajar " jawab ku


" Oh, memang kamu pulang kemana ?,"


" Saya bukan mau pulang, tapi mau menemui tth saya " jelas ku


" Mmhhh,, emang kamu asli mana " tanya nya lagi


" Dari desa xx " jawab ku


Dan sampe laki-laki itu turun dia terus berbicara, bahkan ia memberi tau tentang diri nya tanpa ku tanya sampai ia turun


" Aku duluan ya " pamit nya, aku hanya mengangguk seraya tersenyum


Waktu sudah menunjukan setengah tujuh malam namun aku belum sampai ke tempat tth ku, tak lama aku turun untuk berganti mobil, beruntung masih ada angkot yang menuju tempat tth ku


Setengah jam didalam angkot, kini aku sudah dekat dengan perumahan tempat tth ku berkerja


Seperti biasa aku menyapa satpam terlebih dahulu,


" Tumben neng Rinjani datang nya malam? " Tanya pak satpam, setelah menjawab sapa ku

__ADS_1


" Iya pak sekalian ada perlu sama anak majikan tth " jawab ku, ya sebentar lagi aku PKL, aku dengar anak majikan tth ku mempunyai perusahaan, aku ingin mencoba jadi pegawai magang di sana


" Oh, " singkat nya yang ku balas dengan tersenyum


" Ya sudah saya duluan ya pak mari " pamit ku


" Ya mari neng Jani " sahut nya


Aku terus berjalan langkah ku terhenti saat melewati gerbang rumah ripa'i, gerbang nya di gembok mungkin ka herdi tak ada di rumah


Aku melanjutkan langkah ku, akhirnya aku sampai di tempat tth ku


" Assallamuallaikum " sopan ku


" Wa'allaikum sallam " jawab seseorang yang jelas bukan tth ku mungkin teman kerja nya, karna yang ku tau tth ku bekerja di rumah ini tak sendiri, ada tiga yang mengurus rumah, satu supir, dan satu tukang kebun begitulah kata tth ku, sedang anak majikan nya selalu berkendara sendiri


Pintu di bukakan


" Rinjani, baru sampe " tanya bi Ani teman krja tth ku usianya sedikit lebih tua dari tth ku


" Iya bi jani baru sampe, soalnya dari rumah juga udah sore " jawab ku


" Mmhhh, ayo atuh masuk " ajak nya


Aku pun masuk, kulihat tth ku sedang menyiapkan makanan di meja makan, aku berjalan menghampiri nya


" Assallamuallaikum " ucap ku saat sudah di dekat nya


" Wa'allaikum sallam " jawabnya seraya menoleh ke arah ku


Aku menyalami tangan nya seraya tersenyum samar, aku merasa sedih melihat nya, setelah dia berpisah dengan suami nya ia harus banting tulang untuk menafkahi kedua ank nya, sedang mantan suami nya ku dengar dari ibu dia sudah menikah lagi


" Langsung ke kamar aja ya, nanti kalau di sini sudah beres tth nyusul " ucapnya, aku hanya menurut karna sudah capek juga diperjalanan, badan ku juga sudah terasa lengket ingin rasanya aku segera mandi dan beristirahat


Lumayan lama aku menunggu tth ku, bahkan sampai aku selesai mandi pun tth belum menghampiri ku,


Merasa bosan akupun membuka aplikasi di hp ku, aku mencari aplikasi pesan


# hai # pesan ku terkirim pada teman hati


Tak berselang lama pesan pun di balas oleh Pai


# hai juga # teman hati


Aku hanya diam melihat pesan itu, ingin membalas namun tak tau mau membalas apa


# rindu ya # teman hati, pesan yang ku terima lagi


# mungkin # balas ku


# ko mungkin # teman hati


# sampai kapan kamu akan terus membatasi perasaan mu # teman hati


# tar dulu ya aku lagi di tempat tth # balas ku, dan tak ada balasan lagi dari ripa'i

__ADS_1


Maaf Pai aku masih takut membuka hati sepenuh nya


__ADS_2