
Anta dan yang lain nya menghampiri kami mungkin mereka bingung kenapa ada ribut-ribut antara kami sedang mereka tak tau dengan Pai
Namun tidak dengan anta dia nampak santai
" Lo disini " seloroh anta pada Pai
" Lo juga ada di sini ngapain, segitu nya Lo sama cewe gue " ketus pai
" Wah Jani ternyata kamu cukup populer di kalangan para laki-laki " seloroh pupu
" Tapi kalau jadi Lo gue lebih milih yang ini " lanjut nya lagi sembari ingin menggaet tangan ripa'i namun di tepis oleh nya
" Sori gue punya pacar " kesal nya
" Rinjani jelasin mereka siapa " tanya Caca Solah belum tau pada mereka padahal niat nya bertanya 'siapa Pai'
" Gue pacar Rinjani " tegas ripa'i aku hanya diam karna itu fakta berbeda dengan anta ia tersenyum miring entah apa yang ada di pikiran nya sedang Sukma ia hanya diam saja
" Wiihhh serius Lo " seloroh Caca
" Kenapa nggak percaya " tanya Pai
" Ya soal nya Jani nggak pernah bilang gue pikir Jani suka nya sama anta " ucap Caca lagi, dan ucapan Caca gue yakin berhasil membuat hati Pai mendidih karna tanpa aba-aba ripa'i mencium ku namun di kening
Cup..
" Percaya " setelah ia mengecup kening ku aku hanya diam ingin marah pun tak bisa karna khawatir di anggap merendahkan harga diri Pai di depan mantan ku
" Wih, berani bener setau gue Jani kagak pernah yang nama nya ciuman " Asiah menimpali
" Tapi gue akan lebih percaya kalau ciuman nya di sini " seloroh Caca sembari menunjuk bibir nya dan langsung mendapat kecupan dari pacar nya
Pai tersenyum miring " sorry gue hanya bisa menjaga nya bukan merusak " kata-kata Pai sedikit membuat ku tersanjung bagai mana tidak Pai si brengsek bisa bersikap semanis itu
" Benar kah Rinjani dia yang menggantikan ku " tanya Sukma pada ku
" He'mh " datar ku
" Baiklah kalau begitu aku pergi tapi kita bisa jadi teman kan " sebelum dia benar-benar pergi
" Sebaik nya nggak usah karna bagai mana bisa kamu melupakan Rinjani bila kalian terus terikat dan saling berkomunikasi " ripa'i yang menjawab pertanyaan sukma
Ya mungkin yang di katakan ripa'i memang benar toh dia juga tak bertahta lagi di hati ku,
Setelah semua nya mungkin kah masih pantas jika aku masih memiliki rasa sayang terhadap nya setelah dua tahun lebih ia menghilang entah kemana dengan hanya meninggalkan sebuah kalimat 'aku pasti akan kembali' bukan berarti menjadi sebuah pegangan untuk seseorang yang ditinggalkan agar tak melupakan nya
Sungguh dulu memang aku selalu berharap bahwa dia memang benar akan kembali namun karna adanya sebuah kabar membuat ku berhenti mengharapkan nya
" Pai benar Lo sebaik nya nggak usah ganggu Rinjani lagi " ketus Caca
" Ya ada baik nya kalian lupakan masa lalu toh kamu hanya menoreh luka di hati Rinjani, lagian kamu juga udah punya cewe lain kan " Asiah menimpali
Seolah tak mau aku merasakan sedih dan luka hati lagi para sahabat ku terus memojokan Sukma dan membela ku
" Baiklah aku pergi makasih sudah di bolehkan bergabung " kata Sukma
" siapa juga yang ngundang elo " cuek pupu
Ojah hanya diam karna pribadi nya yang lembut jadi ia hanya memilih diam
" Sebaik nya kita pulang " ucap ripa'i seraya menatap ku dingin
" Semuanya gue pulang duluan ya " kata ku pada yang lain
__ADS_1
" Tunggu, gue juga pulang deh " Caca menghentikan langkah ku dan Pai
" Apaan si kita juga pulang lakh " yang lain ya juga sama
Akhirnya semua memutuskan pulang,sebenarnya aku merasa tak enak hati pada sahabat ku, karna ku mereka juga ikut bubar
Saat kami berjalan bersama datang seorang laki-laki tak jauh usianya dengan Pai bahkan postur tubuh nya pun hampir sama hanya saja laki-laki itu lebih berisi
" Gue balik sama siapa " tanya laki-laki itu
Pai melihat ke arah ku sepertinya ia ingin aku pulang dengan nya
" Kesini sama siapa " tanya nya padaku dengan muka datar
" Fitri " singkat ku, karna Pai juga tau Fitri jadi tak perlu panjang lebar
" Bawa motor " tanya nya lagi
Aku menarik napas jengah " he'mh " singkat ku lagi
" Lo ikut gue, bawa motor cewe gue pastikan Fitri aman " katanya pada laki-laki itu ntah siapa nama nya
Yang lain sudah pada nunggu di motor namun tidak dengan anta dia sudah lebih dulu mengendarai motor nya
Para sahabat ku heran saat aku naik motor Pai yang sudah bergabung dengan kami karna tadi Pai sempat pergi untuk mengambil motor nya yang di parkir di tempat berbeda dengan kami
" Rinjani Ade Lo siapa yang bawa " celetuk pupu
" Saya " kata laki-laki tadi, ya karna sudah di suruh Pai untuk membawa motor ku otomatis Fitri di bonceng nya
Tak ada pertanyaan lagi semua sudah naik motor masing-masing
Pai mengendarai motor nya di sejajarkan dengan teman-teman ku, bila yang lain pelan maka ia juga sama dan sebalik nya bila yang lain ngebut ia pun tak kalah ngebut nya
Motor saat ini melaju dengan santai, entah lakh kenapa teman-teman ku tak mempercepat laju motor mereka mungkin masih ingin bersama pasangan masing-masing namun sudah harus pulang karna ku
*****************
" Terimakasih " ucap ku saat kami sampai di rumah
" Untuk " tanya Pai
" Sudah mengantar ku pulang " jawab ku
Aku menyuruh Fitri membawakan minum untuk Pai dan teman nya, namun Pai menolak dia bilang dia mau langsung pulang karna
guratan kecewa nampak di wajah ripa'i ntah hanya aku yang menyadari nya, atau mungkin temannya juga karna dari tadi ia hanya diam saja
" Aku langsung pulang " pamitnya, aku mengangguk
Mungkin ripa'i kecewa pad ku namun ia hanya menyimpan nya, tak mau memikirkan itu aku memilih membersihkan muka dan setelah nya tidur
Selang beberapa hari,
Hari ini aku berangkat agak siang karna memang sudah 3 hari ini kami di bebas tugaskan dari rutinitas belajar mengajar,
Aku kesekolah hanya untuk mengambil raport saja dan setelah nya pulang, anak-anak lain mereka membawa orang tua mereka ayah atau ibu mereka untuk mengambil raport sedang aku hanya mengambil nya sendiri maklum ibu kerja, bapak pun sama bahkan jarang pulang karna jarak terlalu jauh, Abang ku sama dia juga kerja
Sudah nasib ku terlahir menjadi anak yang mandiri sedari kecil, semua harus bisa ku kerjakan sendiri
" Rinjani, kamu langsung pulang " tanya Ros
" Iya ni lagian udah nggak ada kegiatan kan " jawab ku
__ADS_1
" Mmmhhhh, ya sudah hati-hati ya " ucap nya aku tersenyum dan mengangguk
Sebenar nya aku mencari ripa'i, aku ingin mengucapkan selamat atas kelulusan nya namun ia tak ku temukan
" Teh yuk pulang " ajak Fitri
Kini Fitri juga sudah naik ke kelas dua SMP nilai nya pun cukup membanggakan, percayalah usaha tak pernah mengkhianati hasil
" Yuk, " jawab ku singkat
Kami pulang dengan aku yang mengendarai motor nya, sesampai nya di rumah aku melihat Pai sedang duduk sendiri
" Assallamuallaikum " Fitri memberi salam dan setelah nya aku
" Wa'allaikum sallam " jawab Pai seraya tersenyum
" Fitri masuk duluan ya " pamit Fitri
Aku melihat pakaian yang di gunakan Pai sangat rapih dan aku suka melihat nya begitu sekilas aku mengulas senyum dan ternyata Pai melihat
" Kenapa apa aku terlalu tampan " narsis nya kumat
Namun tak bisa ku pungkiri Pai memang kelewat tampan
" Lumayan " jawab ku, dan ibu berhasil membuat senyuman di wajah tampan Pai semakin mengembang
" Ada apa " lanjut ku seraya duduk di bangku panjang yang terbuat dari bambu, dan Pai juga mengikuti ku duduk
" Aku ingin berpamitan " ucapan Pai cukup membuat ku heran
Aku tersenyum mengejek " berpamitan " mengulang ucapan Pai
" Serius Rinjani, " Pai menatap ku lekat, " aku akan ke luar negri untuk melanjutkan pendidikan di sana " jelas nya
" Lalu " ucap ku seraya menatap ke arah ripa'i
" Aku ingin kamu menjaga hati mu untuk ku saat aku jauh dari mu, aku berjanji akan selalu mengabari mu selama aku di sana " jelas nya
Saat Pai berkata seperti itu aku merasa tak rela, ntah aku takut atau apa aku juga tak tau namun sebisa mungkin aku tetap memasang wajah biasa saja
" Rinjani aku hanya butuh satu kepastian, untuk menyakinkan hati ku bahwa kamu akan tetap menjadi wanitaku, sampai aku kembali " lanjut nya
" Maksud mu " aku tak mengerti dengan apa yang Pai ucapkan
" Apa kau mencintai ku walau hanya sedikit " harap nya
Aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaan ripa'i
" Kalau begitu kamu akan menunggu ku bukan " lanjutnya lagi saat tak ada kata yang keluar dari mulut ku
" Berapa lama " tanya ku
" Aku janji, aku akan secepat nya menyelesaikan pendidikan ku " jawab nya, jujur itu tak memberi kepastian kalau ripa'i akan kembali, menurut ku
" He'mh " jawab ku
" Terima kasih, jadilah yang terakhir dalam hidup ku " ucap nya seraya memeluk ku
Aku memberontak meminta Pai melepaskan peluk kan nya namun ia mengeratkan pelukannya
" Ku mohon " pinta nya
Lumayan lama Pai memeluk ku,
__ADS_1
" Ekhem " suara Fitri berhasil membuat ripa'i melepaskan pelukannya
" Ka ripa'i apaan sih peluk-peluk ka Rinjani " seloroh fitri