Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 12


__ADS_3

Hari ini hari Minggu, namun aku dan para anggota OSIS yang terpilih sudah berkumpul untuk ikut ke tempat lokasi dimana kami akan memberikan donasi. kami memakai mobil kepsek dan guru, ada juga yang menggunakan motor.


" Rinjani, bareng aku aja ya naik motor " pinta ketos, aku mengerutkan dahi bukan kah harusnya dia sama wakilnya, karna menurut gosip wakil ketos juga sekaligus pacarnya


" Jani bareng gue " suara laki-laki yang ku kenal namun bukan anta


" Iya kan Jani " lanjutnya


Aku mengiyakannya dan dia pun memasang ekspresi girang, tak ku sadari ternyata ada yang memperhatikan interaksi aku dan pa'i, ya laki-laki yang tadi mengajak ku bersamanya adalah Ripa'i


" Say, dari tadi gue perhatiin si anta ngawasin Lo Mulu tu " suara yanah yang tiba-tiba menghampiri ku, aku menoleh ke arah anta ku dapati dia tengah menatap ku


" Nggak lakh " asal ku


" Ihh beneran say, kayaknya dia nggak suka lu Deket cowok lain " ucapnya kembali


" Apa kali aneh, dia bukan siapa-siapa aku " jawabku asal


" Lakh, kan dia bilang Lo pacar nya "


" Bukan dia udah punya cewe juga "


" Masa ko gue nggak tau "


" Kan gue yang tau " kesal ku " aku ke ripa'i dulu ya, bentar lagi kita berangkat kan " lanjut ku


" Lo nggak naik mobil aja "


" Nggak aku takut mabok perjalanan " canda ku


Tak lama kami berangkat karna waktu sudah hampir siang dan jarak yang kami tempuh cukup jauh.


Kami menggunakan baju bebas, sebenarnya kami di minta untuk menggunakan seragam olah raga oleh kepsek. namun, karna banyak yang protes meminta untuk menggunakan pakaian bebas jadi kepsek membolehkan kami berpakaian semau kami.


Hanya anak klas 11 dan 10 yang ikut karna anak klas 3 sudah bebas tugas OSIS karna harus pokus pada pelajaran magang mereka, memang masih ada di antara kami kelas tiga namun hanya beberapa.


Aku berpakaian sederhana dengan jins biru dan atasan putih tak lupa Hoodie yang tak terlalu tebal, tak ketinggalan topi yang selalu ku kenakan bila berpergian.


Jam menunjukan pukul sebelas siang dan itu baru setengah perjalanan kami, namun aku sudah merasa lelah ingin segera sampai.


Hasil kami mengumpulkan donasi dua Minggu lalu cukup lumayan, di tambah kami juga ikut berdonasi, kami membawa beberapa dus mi instan yang kami beli sendiri dari khas OSIS beras dan beberapa sembako lainnya tak lupa pula bantuan dari para guru.


Sekolah hanya membawa dua mobil satu untuk para guru yang ikut berikut kepsek, satu lagi untuk membawa barang yang akan kami sumbangkan.


Di tengah perjalanan kami mendapat instruksi dari ketos melalui pesan


# diminta untuk semuanya supaya berhenti untuk beristirahat sebentar # begitulah isi pesannya


Kami sepakat berhenti di pinggir jalan yang terdapat warung di sana


" Bentar ya tunggu disini " pinta ripa'i kepada ku


" Mau kemana " tanyaku heran


" Tunggu aja di sini bentar " jawabnya aku hanya mengangguk


Saat Pai pergi Ros yanah datang


" Ce'ilah yang lagi berbunga hatinya " celetuk yanah


" Maksudnya? " tanyaku


" Kamu jadian sama ka ripa'i ya " Ros bertanya

__ADS_1


" Nggak kata siapa " heran ku


Tak lama anta menghampiri kami


" Udah pada makan " tanyanya


" Belum " Ros menjawab antusias membuat aku dan yanah saling melempar pandang


" Rinjani makan ini " anta memberi sebungkus roti pada ku setelah itu pada yanah juga Ros, tentu saja kami menerimanya


" Makasih " ucap ku datar


" Makan " akhirnya aku dan teman ku memakan roti itu, ditengah kami makan roti Pai datang juga membawa roti cukup banyak


" Udah makan roti duluan " seloroh nya seraya meletakan roti itu di depan kami


" Iya ni anta yang kasih, sini makan bareng kita kak " yanah menjawab


Ripa'i pun ikut makan bareng kami, sesekali pertanyaan keluar dari yanah atau Ros tentang Pai yang sepertinya sudah kenal dengan ku namun ripa'i tak menjawab hanya tersenyum saja.


Aktivitas makan ku terhenti kala aku mendengar notifikasi pesan dari hp ku.


# Jani kami akan pulang Minggu depan # sahabat ojah


# benarkah kalian semua # balas ku


# ya kami #


# wih senengnya bisa ngumpul lagi kita #


# iya dong #


# traktiran ya #


Aku terus berbalas pesan dengan sahabat ku jujur aku sangat rindu berkumpul dengan mereka, sesekali aku tertawa kecil kala mendapat balasan lucu dari ojah pasalnya ia mengatakan kalau Asiah kini bagai orang gila karna kasmaran


" Kayaknya asik tu sampai kita di cuekin " celetuk ripa'i, sesaat aku tak sadar kalau kami sedang berkumpul


Aku beralih dari hp ku yang sudah aku akhiri berbalas pesan dengan ojah


" Maaf " asal ku dan aku melanjutkan memakan roti yang tadi


Tak lama kami pun meneruskan perjalanan kami setelah hampir dua jam dari istirahat kami, akhir nya kami sampai di tempat yang kami tuju.


Sungguh miris keadaan di tempat ini, banjir memenuhi permukiman warga, rumah-rumah terendam air sampai atap.


Aku dan yang lain kembali ke posko tempat penampungan warga setelah melihat kondisi pemukiman warga. rasanya hatiku perih melihat keadaan ini, semoga saja para warga di beri ketabahan dan selalu diberikan kesehatan agar tak terlalu berat beban mereka saat ini.


" Sudah berapa lama banjir menggenangi rumah warga? " tanya kepsek pada petugas keamanan di posko itu


" Sudah hampir dua Minggu " jawab yang di tanya


Selama kepsek sibuk dengan berbalas tanyanya, kami sibuk membagikan barang-barang yang tadi kami bawa.


Di tengah kerumunan kami membagi sembako, samar-samar aku mendengar keributan sepertinya ada perkelahian namun tak ku hiraukan karna ku pikir ada petugas yang berjaga


" Berani kalian membagi sembako kepada mereka tapi tidak pada kami " ucap laki-laki dewasa, di lihat dari gayanya sepertinya mereka seorang preman.


Mereka terus berontak dan mengacak barang bawaan kami untuk kami bagikan.


Pikir ku kemana para petugas keamanan yang tadi ada di tempat ini, dan aku pun memberanikan diri bertanya


" Permisi om kenapa om mengacak barang bawaan kami, ini untuk membantu warga di sini loh om " tanya ku sopan namun di sambut bringas oleh mereka

__ADS_1


" Masa bodoh kalau kalian mau aman berikan ini semua hanya pada kami " bentaknya


" Kemana para petugas keamanan disini kenapa membiarkan pereman ini masuk " aku sedikit mengeraskan suara ku hingga teman-teman OSIS ku pun berdatangan


" Para keamanan sedang bertugas di area banjir nak kalu siang begini " jawab salah satu warga


Aku merasa kesal sangat kesal, bukan salah mereka memang itu tugas mereka namun setidaknya harus ad yang bertugas di sini juga bukan.


" Baiklah berikan ini pada kami " salah satu preman itu merebut pakaian yang ada di tangan ku, aku sudah mewanti itu melihat dari gelagatnya hal itu akan terjadi.


Aku tak memberi dia celah untuk mengambilnya ku genggam erat pakaian itu sesaat aksi tarik tarikan terjadi antara ku dan si preman.


Ku lihat wajahnya menunjukan raut geram, benar saja ia melayangkan kakinya untuk menendang ku namun aku berhasil menghindar, ku lihat seringai licik di wajahnya dan kali ini tinjunya yang ia layangkan namun sama saja tak berhasil mengenai ku karna lagi-lagi aku berhasil menghindar.


Preman itu semakin bertambah geram, dua temannya hendak menghampiri namun ku lihat ketos dan ripa'i menghadang mereka dan mau tak mau perkelahian kecil terjadi antara kami dan preman itu.


Setelah dirasa mereka kalah, aku hendak berbalik namun itu ternyata menjadi kesempatan preman itu menghajar, ku dia memukul ku dari belakang beruntung dia hanya mengunakan tangan jadi aku masih bisa menahan, tadinya aku hendak melawan lagi namun aku terhalang oleh aksi anta yang lebih dulu menghajar preman itu hingga mereka lari


" Say kamu nggak apa apa " tanya yanah menghampiri ku dengan muka khawatirnya


" Nggak ko aku nggak apa apa, hanya saja aku butuh es batu buat mengompres pundak bagian kanan ku yang tadi kena pukul " jelas ku


" Ok tunggu disini akan ku Carikan " yanah bergegas mencari sesuatu yang ku minta itu


Lain dengan Ros dia malah lebih mengkhawatirkan anta yang jelas jelas tak apa apa.


Aku menoleh pada ripa'i yang baru ikut bergabung dengan ku, dia menatap ku begitu juga aku, kami sama-sama tersenyum mengejek pasalnya aku melihat sudut bibirnya ada luka mungkin terkena tonjokan dan dia mungkin mengejekku karna aku memegang pundak ku setelahnya kami sama-sama tertawa kecil membuat yang lain di penuhi keheranan.


Saat yanah sedang mengompres ku, anak-anak yang lain juga ikut duduk dengan kami tak sedikit yang bertanya kenapa aku pandai bela diri pasalnya di sekolah tak ada yang tau kalau aku belajar bela diri, aku tak menjawab pertanyaan mereka memilih untuk diam.


" Sudah Yan, udah mendingan ko Lo liat ka ripa'i aja gih gue liat dia juga ada luka " dengan antusiasnya yanah segera berlalu meninggalkan aku


" Rinjani kamu nggak apa apa " tanya kepsek yang baru datang sepertinya beliau sudah tau yang terjadi pada kami


Waktu menunjukan pukul 5 sore, karna takut bermalam di jalan kepala sekolah memutuskan untuk kami bermalam di sini juga untuk ikut membantu berpatroli


***


Malam pun tiba seketika hawa dingin menyelimuti kami bagai mana tida posisi kami saat ini berada di bukit yang paling tinggi di tempat itu.


Aku dan yang lain menyalakan api unggun guna memberi sedikit rasa hangat pada tubuh kami yang sedang berkumpul dan bersenda gurau, ada juga yang sudah tidur di tenda yang di pinjamkan oleh para penjaga posko, ada juga yang ikut berkeliling sedang aku memilih duduk sendiri di depan api unggun seraya menatapi air yang memenuhi pemukiman warga.


Ku raih ponselku yang ku taruh di saku hodi ku, bukan ingi mengirim pesan atau ingin bertelepon karna itu sudah ku lakukan tadi sore pada kakak ku memberi tau dia kalau aku menginap di tempat yang akan kami bantu, namun aku hanya ingin melihat wajah yang selalu ku rindukan ku tatap lekat senyum dalam foto itu meresapi rasa perih yang ada di hati ku, entah lakh miris sekali nasib percintaan ku pikir ku, padahal seharusnya aku tau kalau aku baru akan memulai karna aku masih remaja


" Lumayan " suara seseorang mengagetkan ku


Aku menoleh


" Kak Jaka " lirih ku dia tersenyum mengejek padaku


" Pantas saja kamu selalu menolak ku ternyata kamu sudah mempunyai kekasih " lanjutnya, aku hanya diam menanggapi nya dia mengambil ponselku secara paksa


" Nggak sopan balikin " kesal ku


Aku terus meronta minta hp ku di kembalikan namun semua itu sia-sia, aku memilih diam dan kembali duduk di depan api unggun


" Pacar kamu " tanya Jaka, ku yakin dia pasti melihat foto dalam ponsel ku


" Bukan " jujur ku


" Incaran " lanjut nya lagi


" Bukan " kesal ku

__ADS_1


__ADS_2