
Aku hanya memejamkan mata namun tak tidur, ku dengar pintu di buka seseorang masuk ku pikir ripa'i namun ternyata salah bukan dia melainkan Vera,vera mendekatiku
" Aku di telpon Riandi suruh nemenin kamu tuan William yang meminta nya " ucap Vera
" Pai " pelan ku
" Aku sebenarnya heran di saat orang lain memanggilnya dengan nama kebesarannya kau malah memanggilnya ripa'i, padahal William panggilan dari orang-orang hebat " ucapnya, aku tak tau kenapa dia sampai berpikir ke situ, tidakkah dia berpikir sederhana saja, posisiku berbeda jadi aku juga memanggilnya berbeda.
" Aku hanya nyaman saja dengan panggilan itu dan ripa'i juga tak mempermasalahkan " pelanku, ripa'i datang membawa sebuah mangkuk dalam nampan di susul satu orang di belakangnya membawa baskom sedang dan juga handuk, Vera berpindah tempat saat ripa'i datang.
Ripa'i memintaku membuka hodi yang aku kenakan aku menyerengitkan dahi, kemudian dia menjelaskan kalau dia hanya ingin membersihkan kulitku yang dia bilang terasa lengket, dia mengelap wajah tangan juga kakiku kemudian memakaikan kembali selimut padaku dia juga menyuruh ku agar mengganti celana ku namun aku menolak karena tubuhku terasa lemah, ripa'i menyuapiku dengan sup yang dia bawa namun aku meminta nasi juga, jujur perutku terasa lapar.
Selesai dengan semua itu dia menemani ku sebentar kemudian berbicara pada Vera
" Nona tolong jaga Rinjani malam ini, jika saja dia sudah menjadi istriku aku Takan merepotkan mu " ucapnya dan aku menatapnya tajam, namun berbeda dengan Vera
" Kalau begitu kenapa tak segera menikah saja " asalnya, ripa'i tersenyum kearah ku
" Kalau begitu bantu aku untuk membujuknya menerima lamaran ku " candanya
Ripa'i meninggalkan kamar setelah mengucapkan selamat malam, dia bilang akan kembali besok.
Tak ada percakapan lagi antara aku dan Vera karena dia sibuk dengan laptop yang dia bawa mungkin sedang mengerjakan sesuatu apalagi dia masih anak kuliahan, ya dia melanjutkan s dua nya, sesekali aku meliriknya namun tak dia hiraukan.
" Aku tidur duluan ya " ucapku dan menutupi seluruh tubuhku hingga kepala setelah Vera menjawab " he'mh ".
***
Menjelang pagi aku sudah rapi dengan pakaian ku, dan mengemas beberapa barang yang akan aku bawa pulang separo nya lagi ku simpan disini, agar jika kesini lagi aku tak perlu membeli lagi.
Vera bangun melihat ku sudah rapih dia bertanya
" Mau kemana sudah rapih ?" Tanyanya aku menoleh dan menjawab
" Pulang "
__ADS_1
" Pulang kemana ?" Tanyanya lagi
" Ke rumah yang mas Rendi kasih puas " candaku vera nyengir
" Maaf, kan kamu belum sembuh betul " ucapnya
" Aku sudah sembuh, lagian kasihan kedua adikku mereka sudah menungguku " jawabku
" Sama tuan William ?" Tanyanya dan aku mengangguk
Vera memintaku untuk mampir dulu menemui teman-teman ku sekedar berpamitan ucapnya dan aku menyetujui itu, dia lebih dulu pulang dan memberi tau yang lain agar berkumpul di pila milik keluarganya.
Ripa'i datang dia juga sudah rapih dengan pakaian santainya, aku suka melihat dia berpakaian seperti ini terlihat seperti ripa'i yang dulu.
" Sudah lama menunggu ?" Lembutnya bertanya
" Tidak juga " asalku
" Pai apa boleh aku menemui teman-teman ku dulu ?" Lanjutku bertanya, ripa'i tersenyum " tentu " ucapnya, aku memberi tau orang yang Andi percaya menjaga markas ini dia sedikit enggan membiarkan aku untuk pulang, katanya jika aku kembali ke kota c maka akan sangat lama mereka bisa melihatku kembali, aku menjelaskan bahwa tugasku lebih berat di kota itu dan mereka paham itu.
" jika tuan Riandi saja tak bisa bagai mana kami bisa mencegah Anda nona " ucap yang lain
" He'mh, senang bisa bergabung dengan kalian walau harus seperti ini " asalku
" Kami pun sama senang bisa beraksi kembali dengan nona Dena " jawab salah satu dari mereka
" Jaga diri kalian dan markas dengan baik aku pamit " ucapku dan berpamitan pada mereka, memberi hormat padaku aku pun begitu sebelum benar-benar meninggalkan tempat itu mereka bersuara kembali
" Semoga anda berhasil tuan, dan jaga nona Dena dengan baik " ripa'i hanya mengangguk seraya tersenyum.
Mobil melaju menuju ke vila Vera aku mendapat kabar kalau semuanya sudah berkumpul kecuali Julian, karena dia sudah pulang mengawal kedua adikku.
Pukul 11 aku dan ripa'i sampai dia membukakan pintu mobil untukku.
" Neng Dena baik-baik saja? Bibi dengar dari non Vera neng Dena mengalami musibah " ucap bibi saat membukakan pintu
__ADS_1
" Tidak apa-apa bi dena baik-baik saja, buktinya Dena di sini " jawabku sembari terus berjalan menuju teman-teman ku berada
" Vera dia di mana bi ?" Tanyaku sat mendapati ruang tengah kosong, bukankah dia bilang dia sudah berkumpul di sini bersama yang lain
" Ada neng di taman belakang " jawab bibi,bibi tak mengantar ku karena aku memintanya membuatkan minum untuk ripa'i sedang aku hanya meminta air mineral saja.
" Dena " ucap pika sembari melambaikan tangannya padaku,aku tersenyum dan mendekat.kulihat semua teman terdekat ku ada di sini, aku juga melihat Haris saat aku melihat kearahnya dia juga melihat ke arahku dan tersenyum, kamu mengobrol sambil melempar canda juga saling bertanya, ripa'i duduk di depan ku percayalah saat ini kami hanya duduk beralaskan rumput saja namun kami tak masalah, bahkan saat waktu makan tiba kami makan di tempat ini. Ripa'i melihat semua makanan yang tersaji tak bisa masuk dalam perutku maka ia berdiri dan meminta ku jangan makan dulu sampai dia kembali, aku tak makan maka yang lain pun tak ada yang menyentuh makanan mereka hingga ripa'i datang dan membawakan sesuatu, " sup " ucapku saat melihat apa yang ripa'i bawa.
" Semua makanan ini tak bisa masuk dalam perutmu karena kejadian kemarin, jadi kau harus stop dulu makan makanan seperti ini " ucapnya
" Aku meminta bibi membuatkan ini untukmu " lanjutnya, hanya sup ayam yang berkuah bening karena mungkin hanya menggunakan kaldu saja, tak ada penolakkan dariku aku memakan apa yang ripa'i buatkan, he'mh walau dia bilang bibi yang membuatkannya namun aku tau bahwa dia yang membuatkan itu, rasanya enak aku suka.
Tadinya ripa'i hendak menyuapi ku namun aku menolak dan menyuruhnya makan juga, selesai makan bibi membawakan kami buah-buahan, aku mengambil buah kesukaan ripa'i jeruk, aku mengupasnya dan memberikan padanya dia tersenyum dan memintaku menyuapinya, aku tersenyum dan menurut yang lain hanya saling lirik saat melihat ku menyuapi ripa'i.
" Eh'emmm, kasihan ya jiwa jomblo sepertiku ini " celetuk pika, aku meliriknya dan tersenyum.
Ini yang pertama kalinya aku menyuapi ripa'i walau hanya buah jeruk, karena biasanya ripa'i lah yang menyuapiku jika sedang seperti ini.
Ripa'i mengambil apel di tangan ku dan mengupasnya kemudian memberikannya kembali padaku " tak sekalian di suapi kaya tadi " sindir pika namun yang disindir hanya tersenyum menanggapi sindiran itu.
Yang lain mencari tempat ternyaman mereka masing-masing, ada yang di bangku ada yang masuk kedalam ada juga beberapa masih betah di sini seperti aku dan ripa'i.
Ripa'i meminta ijin untuk menjadikan pahaku sebagai bantal, aku mengijinkan namun ku gunakan bantal kecil terlebih dahulu, ripa'i tersenyum namun tetap setuju.
" Kenapa " tanyanya kala mendapati aku yang terus menatapnya
" Tidak ada " jawabku, dia berbalik menatapku
" Jangan di pendam katakanlah, aku tau aku memang tampan " ucapnya bercanda
" Siapa kau sebenarnya " datarku bertanya, ntah kenapa aku kepikiran ucapan Vera tentang panggilan William
" Aku, ku ripa'i mu yang kini berhasil bersarang di hati dan pikiran mu " jawabnya
" He'mh benar, kau ripa'i ku hanya ripa'i ku " ucapku namun ripa'i memberi pandangan lain
__ADS_1
" Tentu " ucapnya setelahnya memejamkan mata, ntah karena dia masih tak mau memberi tahu atau karena memang itu tak penting menurutnya, namun aku berharap ripa'i memberi tahuku siapa dia sebenarnya dan sosok itu, siapa dia bagi hidup ripa'i.