Kisah Masa Ku

Kisah Masa Ku
Episode 79


__ADS_3

Ternyata Gibran mengenal anta, ya aku juga bodoh bukankah banyak artikel yang memberitakan bahwa anta salah satu pengusaha muda yang sedang naik daun berikut pula dengan nama belakang keluarganya, hanya saja aku tak terlalu memikirkan.


" Kita pulang " ajak ku dan di anggukki Indri


" Anta gue balik duluan, kapan-kapan kita ngumpul dengan yang lain juga " ucapku ramah, ku lihat wajah heran Gibran


" Mau gue Anter " anta tak kalah ramah


" Boleh lalu hanya ke depan karena gue bareng mereka " ucapku, anta tersenyum dia juga membayar minuman yang tadi ku pesan, kami keluar aku dan anta terus mengobrol sesekali tersenyum dan berpisah di depan pintu masuk


" Duluan ya " ucapku saat mobil Gibran sudah di depan kami anta mengangguk


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju tempat ku, di dalam mobil terjadi percakapan antara aku dan Indri Gibran juga ikut menimpali


" Teh lama ya Iin nggak lihat ka anta tambah ganteng aja " celetuk Indri aku hanya diam saja


" Tth tau nggak, dulu Iin pikir ka nya pacar tth loh " asalnya lagi aku hanya menoleh


" Kalian kenal sudah lama ?" Tanya Gibran


" Lumayan " singkatku


" Tth sama ka anta itu sudah dekat dari dulu dari tth SMA karena mereka satu SMA " jelas Indri menjelaskan


" Oh pantes " ucapnya


" Tau nggak, Iin pikir bukan ka ripa'i pacar tth waktu itu tapi ka anta " asal Indri berucap, aku melihatnya datar dan diapun tak bersuara lagi


" Ternyata banyak hal yang tak ku mengerti dalam dirimu " asal Gibran


" Jangan berusaha untuk mengerti jika hanya ingin menjaga ku jaga saja namun jangan mencoba mencampuri apa pun tentang ku " asal ku bicara, ya aku merasa Gibran seperti sedang mencari dan ingin tau aku lebih, Gibran menoleh dan tersenyum.


Mobil sampai di rumah ku, Gibran membantuku membawakan belanjaan ku sedang Indri hanya membawa belanjaannya saja.


Aku masuk dan ternyata teman-teman ku sudah datang.


" Denaaaa...." Teriak pika sembari memelukku, Di ikuti yang lain namun tidak bagi para laki-laki, Gibran meraih belanjaan yang ada di tangan ku dan membawanya ke dapur


" Aku kangen kamu " ucap pika, aku mengajak mereka kembali ke ruang tv


Julian datang dari arah dapur dan bertanya


" Siapa yang barusan ke dapur ?" Tanyanya

__ADS_1


" Oh, dia dokter Gibran dokter nya Asiah " jawabku


" Asiah " ulang pika


" He'mh, temanku juga dia baru selesai operasi jadi aku tak mengantarnya ke kampung hanya membawanya kesini " jelasku dan mendapat kata " o " dari yang lain


" Rinjani kalau begitu aku pulang " ucap Gibran saat kembali dari dapur


" Nanti saja kita makan bersama dulu " cegah ku tak enak dia yang mengantar ku belanja namun dia tak ikut makan


" Aku tak enak ada para sahabatmu di sini " ucapnya


" Jangan begitu pak dokter, santai saja dengan kami " ucap Riani


Gibran tak jadi pulang karena teman-teman ku juga mencegahnya, dan diapun ikut bergabung dengan kami.


" Dena kemana ripa'i, jangan bilang dia nggak ada dan kau bisa berselingkuh dengan dokter tampan ini " celetuk pika si gadis asal bicara itu


" Jangan sembarangan kamu " Sem yang bersuara, ku lihat Gibran hanya tersenyum, Asiah keluar dia merasa bingung karena banyak orang di rumah ku.


Ku ajak Asiah bergabung namun hanya sebentar dia ikut duduk dengan kami kemudian ke dapur aku menyusulnya ternyata dia sedang membereskan belanjaan tadi


" Aku akan memasak dulu kalian bersantai lah " ucapku sembari berlalu kekamar guna berganti pakaian dulu


Tepat jam lima sore semua sudah siap, namun Iin cemberut karena rendang yang dia mau masih belum matang mungkin sebentar lagi.


" Jangan manyun nanti kita tetep nunggu rendangnya Mateng ko " pika bersuara Indri pun menoleh


" Ya udah mandi dulu sana " ucap Julian dengan nada mengejek


Indri pun menurut dia pergi ke kamarnya untuk mandi,


" Kedua adik mu penurut ya " celetuk Sem aku hanya tersenyum


" Bagaimana luka mu sudah sembuh sempurna ?" Tanyanya lagi


" He'mh sudah, hanya saja ada bekasnya sedikit " jawabku dan dia tersenyum


" Kenapa apa tuan William mu akan meninggalkan mu hanya karena itu " ejeknya, gantian aku yang tersenyum


" Jangan asal kamu " candaku, dan Sem tertawa, pikiran ku pada ripa'i kenapa dia belum mengabariku ada apa sebenarnya


" Apa tuan Wiliam tidak kesini, mengingat inikan hari libur " Julian bersuara

__ADS_1


" Dia sedang di luar negri memantau perusahaan nya yang ada di sana " bukan aku yang menjawab melainkan Gibran, dan yang lain menoleh padanya


" Anda mengenal tuan William pak dokter " tanya pika


" He'mh, kami berteman dan dia meminta ku untuk menjaga Rinjani dan kedua adiknya selama dia di sana " jelasnya


" Dan ya jangan memanggilku begitu panggil saja namaku, Gibran " lanjutnya dan yang lain pun mengangguk


" Jani sudah siap " ucap Asiah akupun mengajak yang lain untuk makan tak lupa aku memanggil Indri untuk turun karena dia memilih kamar yang ada di atas


Kami makan dengan saling melempar canda salah itu hanya antara teman ku saja sedang aku asik dengan pikiran ku.


' apa kmu sudah makan, bagaimana keadaan mu ' sesekali aku tersenyum kala mendapat pujian dari teman ku, fitri melirik ku dia memperhatikanku.


Selesai makan aku dan Fitri membereskan semuanya Asiah ingin membantu namun aku menolak menyuruhnya agar istirahat


" Rinjani aku pulang, makasih untuk makanannya " ucap Gibran saat aku ikut bergabung


" Kabari aku jika ada kabar dengan ripa'i " ucapku dan dia mengangguk ku tangkap reaksi aneh saat aku menyebut nama ripa'i namun ku bersikap biasa.


Para teman ku asik mengobrol hingga tak terasa hari sudah malam dan mereka berpamitan ada yang bilang akan menginap di hotel ada juga yang memiliki tempat di kota ini seperti Julian Sem Vera mereka memiliki tempat di sini


Aku masuk kekamar ku saat mereka sudah pulang, di susul Asiah sedang Fitri dan Indri membereskan dulu ruang tv ku bilang nanti saja namun mereka bilang ingin sekarang jadi aku mengalah.


Ku pejamkan mataku dan mencari kenyamanan dan tertidur, sungguh aku merasa lelah namun hari ini cukup menyenangkan.


***


Satu bulan sudah tak ada kabar dari ripa'i membuat ku mencari tau tentang nya, banyak keanehan yang muncul di tambah berita tentang ripa'i yang tak ku tau kebenarannya, ada yang mencantumkan pernikahan, pertunangan bahkan kebangkrutan yang menimpa perusahaannya namun saat aku bertanya pada asisten ripa'i dia bilang semua itu bohong, aku tak mengerti apa sebenarnya yang terjadi, di saat ku menerima lamarannya dan di saat dia ingin menemui kedua orang tuaku aku malah tak mendapat kabar apapun tentangnya, namun itu tak membuatku berpikir dia akan meninggalkan ku justru aku merasa khawatir telah terjadi sesuatu padanya namun tak tau apa.


Aku datang pada Gibran mencoba bertanya baik-baik namun jawabannya tetap sama, kalu ripa'i pergi hanya untuk pekerjaan, membuatku semakin curiga padanya ada yang sengaja dia tutupi dariku.


Aku terus menyibukkan diriku setiap hari dengan pekerjaan mencoba untuk tak memikirkan ripa'i namun justru itu membuat ku semakin tak karuan.


Aku mendatangi Andi mencoba meminta bantuannya aku ingat dia cukup pintar dalam hal mencari tau karena jangkauannya dimana-mana, aku menemuinya di sebuah cafe dia memintaku datang kesana karena dia bilang dia sedang menemui seseorang.


Saat dia menemui ku akupun menceritakan semuanya, semua kejanggalan yang ku rasakan, keanehan, juga kekhawatiran ku, dan dia mengerti itu.


" Jangan khawatir aku akan mengerahkan orang ku untuk mencari tau tentangnya " ucapnya sembari menggenggam tangan ku untuk menenangkan hati ku namun percayalah aku hanya datar tak menunjukan reaksi apapun


" gadis bodoh, jika dengan ku jangan berlaga kuat aku tau kau sedang rapuh " ucapnya yang ku tanggapi hanya dengan tersenyum


Andi memesankan makanan untukku aku hanya memakannya sedikit karena aku juga sudah makan siang

__ADS_1


" Aku pergi masih banyak yang harus ku urus, secepat nya kau akan mendapat kabar darinya " lembutnya berucap dan aku mengangguk, Andi sudah pergi namun aku masih betah duduk di tempat, sambil memainkan ponselku dan mencari tau terus tentang ripa'i


__ADS_2