
Pagi hari tiba, Sofya bangun lebih awal dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.
"Sofya, nanti saat istirahat kamu kasih bubur ini pada anak laki-laki itu ya." Kata nenek Sofya memberikan satu bungkus bubur kepadanya.
"Nenek... Sofya gak tau nama anak itu. Sofya juga gak pernah liat dia di sekolah." Jawab Sofya.
"Ini nama dan kelasnya. Nanti kamu panggil aja dia." Kata nenek Sofya memberikan kertas yang berisikan nama Lang dan kelas 1.5.
"Baiklah nek." Kata Sofya dengan senyuman.
"Sofya berangkat." Sambung Sofya berangkat ke sekolah.
Saat di sekolah, Sofya minta tolong kepada temannya untuk ke kelas 1.5. Teman-temannya setuju, karena mereka ingin melihat Manji dan Kanja. Teman-teman Sofya tidak mengetahui kalau Sofya ingin bertemu Lang.
Saat ini Lang merasa mules. Karena nenek dan kakeknya pergi berlibur bersama anggota keluarga yang lain, Lang disuruh untuk menjaga rumah. Karena sendirian di rumah, Lang terlambat bangun dan tidak sempat untuk buang air.
Bel istirahat pun berbunyi. Lang langsung keluar dan jalan dengan cepat. WC sekolah berada sangat jauh dari kelas 5, wc ini berada di dekat aula. Oleh sebab itu, Lang harus melewati semua kelas. Saat Lang lewat, semua murid melapangkan jalannya.
"Eh!? Bukankah itu Lang?" Tanya Mira menunjuk Lang yang jalan dengan cepat.
"Kenapa dia sangat terburu-buru?" Tanya Nuri heran.
"Dia seperti pangeran yang habis perang. Andai dia baik, pasti dia dijadikan pangeran di sekolah ini." Kata Aira kagum. Aira adalah teman sebangku Sofya.
"Bagaimana kalau kita pergi ke kelas 1.5 sekarang?" Tanya Nuri.
"Sebentar lagi aja deh." Jawab Sofya menanti Lang kembali.
"Emangnya ada apa sih sampai-sampai kamu mau menuju kelas 5?" Tanya Mira kepada Sofya.
"Apa jangan-jangan kamu memiliki pacar di kelas 5 ya?" Sambung Mira menggoda Sofya.
"Tidak ada kok, aku hanya mau mengantarkan pesanan ini ke kelas 5." Jawab Sofya mengeluarkan bungkusan bubur.
"Wah, sepertinya itu enak. Bagi dong." Kata Mira meminta bubur itu.
"Jangan, ini pesanan orang." Jawab Sofya melindungi bubur itu.
"Sikit aja kok." Kata Mira merebut bubur itu.
"Jangan Mira! Itu pesanan orang." Kata Sofya meminta kembali bubur itu.
"Kalau mau kejar aku sampai dapat." Kata Mira lalu dia lari membawa bubur itu.
Saat itu Sofya ditahan Nuri. Mira lari keluar kelas dan tidak sengaja menabrak Lang yang sedang membawa buku pemberian Bu Tia. Bubur itu tumpah ke buku Lang dan membuat baju Lang kotor.
__ADS_1
"Aduh... Kamu ini punya mata gak sih!" Teriak Mira kepada orang yang ditabraknya. Semua orang terkejut melihat Mira.
"Kamu... Lang...!!!" Sambungnya menggigil saat mengetahui kalau dia menabrak Lang.
Lang mengambil bukunya yang dipenuhi bubur.
"Mira... Bubur itu pesanan... Lang!?" Teriak Sofya, dia terkejut melihat ada Lang.
"Apa ini pesananku?" Tanya Lang berekspresi dingin.
"I... Iya." Jawab Sofya gugup.
"Kenapa bubur ini bisa ditanganmu?" Tanya Lang kepada Mira dengan tatapan tajam.
"A... Anu... Itu kecelakaan. Kami akan mengganti rugi dua kali lipat." Jawab Sofya untuk menenangkan Lang. Namun, Lang tidak mempedulikannya.
"Kau menumpahkan buburku dan membuat bukuku hancur." Kata Lang sambil menatap tajam Mira.
"Maaf... Maafkan aku... Itu tidak sengaja." Jawab Mira ketakutan.
"Setelah menabrak seseorang, kau malah marah-marah dan memaki orang yang kamu tabrak." Kata Lang yang mulai marah.
"Aku... Aku tidak tau kalau yang ku tabrak itu adalah kamu..." Jawab Mira ketakutan.
"Kubilang menunduk!" Teriak Lang. Lalu Mira menundukkan kepalanya.
"Kau harus bilang apa?" Tanya Lang menginjak kepala dan menarik rambut Mira.
"Maaf..." Jawab Mira dengan takut.
"Apa?" Tanya Lang menarik rambut Mira dan menginjak kepala Mira dengan kuat.
"Maaf... Maaf... Maaf." Kata Mira berulang kali sampai menangis.
Karena melihat Mira disiksa, Sofya berlari dan mendorong Lang sekuat tenaga.
"Apa yang kau lakukan. Bukankah Mira sudah meminta maaf kepadamu?!" Teriak Sofya marah melihat prilaku Lang.
"Kenapa kau menggangguku?" Tanya Lang dingin dan menajamkan matanya.
"Karena kau menyakiti temanku!" Teriak Sofya membela temannya.
"Teman? Biar ku tunjukkan, apakah dia layak menjadi temanmu." Kata Lang. Lang menghempaskan Sofya ke dinding dan mencekiknya.
"Kau sudah salah karena menggangguku." Kata Lang sambil mencekik Sofya. Sofya berusaha melepaskan tangan Lang dari lehernya.
__ADS_1
"Kau lihat semua temanmu. Apakah ada di antara mereka yang ingin membantumu?" Tanya Lang.
Pada saat itu, Mey melihat ada kerumunan. Mey merasa curiga lalu ingin melihatnya. Mey melihat Lang yang sedang mencekik Sofya. Mey mengejar Lang karena Sofya mulai kesulitan bernafas.
"Lang. Apa yang sedang kamu lakukan!" Teriak Mey. Semua murid terkejut melihat keberanian Mey.
"Kau jangan mengganggu." Kata Lang kepada Mey.
"Jika kau tidak melepaskannya, aku akan melaporkanmu kepada Bu Tia." Ancam Mey agar Lang melepas Sofya. Lang menatap tajam Mey dan melihat kalau Mey bersungguh-sungguh.
"Kalian semua dengar aku baik-baik. Jika ada yang berbicara padanya, aku akan membunuh orang itu. Jika kalian melindunginya, aku akan membantai kalian satu kelas." Ancam Lang lalu melepas cekikannya. Sofya terduduk dan batuk-batuk.
"Aku akan membantumu memilih teman." Bisik Lang kepada Sofya. Lalu Lang dan Mey pergi.
Semua orang bubar, Sofya melihat teman-temannya membantu Mira berdiri dan pergi. Tidak ada satu pun yang mau membantu Sofya untuk berdiri. Sofya terus-terusan batuk, namun semua orang mengalihkan perhatian mereka. Sofya ditinggal sendiri dan tidak ada yang mau mengajaknya bicara, hal itu terjadi sampai pulang sekolah.
Sofya selalu berpikiran positif dan menganggap kalau temannya akan mengajaknya berbicara besok. Namun, keesokannya sama juga, tidak ada yang mau mendekatinya dan mengajaknya berbicara.
Keesokannya juga sama, tidak ada yang menyapa Sofya. Mereka menganggap Sofya tidak ada. Sofya tidak pernah keluar dari kelas dan selalu duduk di kursinya.
"Hey kamu. Sebaiknya kamu pindah kebelakang. Aku dan Nuri akan duduk disini." Kata Aira kepada Sofya. Sofya hanya memandanginya.
"Kamu dengar gak? Pergi dari situ!" Teriak Aira dan menendang Kursi Sofya.
"Sudah ku bilang jangan ada yang mengajaknya berbicara." Kata Lang yang berada di depan pintu kelas mereka.
"La... La... La... Lang! Aku enggak me... mengajaknya berbicara kok. A... Aku... Aku hanya mengusirnya dari sini." Jawab Aira gugup karena takut.
"Tapi kau mengajaknya berbicara." Kata Lang menghampiri Aira dan Nuri.
"Apa kau mengingat apa yang pernah ku katakan?" Tanya Lang sambil menarik rambut Aira dengan kuat.
"Kamu bilang untuk tidak berbicara pada Sofya kan." Jawab Nuri.
"Kau benar. Kau tidak akan ku hukum." Kata Lang kepada Nuri.
"Tapi kau! Sudah kubilang jangan mengajaknya berbicara, kenapa kau masih mengajaknya?" Tanya Lang kepada Aira sambil menarik rambut Aira.
"Maafkan aku... A... Aku... Aku sudah salah." Jawab Aira menangis kesakitan.
"Jika kau tidak ingin duduk disampingnya. Kau cukup menggeser kursimu. Paham?" Kata Lang menarik kuat rambut Aira.
"Ba... Baiklah..." Jawab Aira menangis. Lalu Lang melepas rambut Aira dan pergi. Sofya hanya diam dan menundukkan kepalanya.
"Lang... Aku akan membalas perbuatanmu." Kata Sofya dalam hati sambil menggenggam kedua tangannya.
__ADS_1