Lost Love

Lost Love
Part 128 ~ Orang Gila


__ADS_3

Samuel mengusap sudut bibir Ara dengan ibu jarinya setelah mie ayam telah habis dilahap oleh gadis imut itu. Tidak lupa Samuel memberikan obat yang telah disediakan perawat yang bertugas di UKS SMA Angkasa.


"Sekarang lo tidur, nanti gue panggilin Alana," ucap Samuel namun dijawab gelengan oleh Ara.


"Abang udah janji mau nemenin Ara di sini," ujarnya mengingatkan.


Samuel menghela nafas panjang dan kembali duduk di samping brangkar. Mengelus rambut Ara penuh kelembutan hingga gadis imut itu benar-benar tertidur.


Dia langsung menghubungi Alana agar menemani Ara di UKS selama dia kelantai tiga untuk menemui teman-temannya.


Setengah jam yang lalu, Samuel sudah mendapat pesan dari Azka bahwa mereka telah menemukan siapa yang berani menampar Ara di kawasan SMA Angkasa.


Dengan langkah lebarnya juga wajah datar, Samuel memasuki kelas X ips 3. Tatapannya menghunus tajam pada satu laki-laki yang telah dikepung oleh anggota Avegas lainnya.


"Jadi lo?" tanya Samuel dengan nada dingin. Menarik kerah kemeja siswa yang sering kali membuat masalah di sekolah.


"Maafi gue kak, gue nggak tau kalau dia pacar Kakak. Gue kira ...."


Terlambat, pukulan keras telah melayang begitu saja mengenai wajah siswa yang telah berani menampar Ara.


"Berisik lo sialan!" Samuel menyerat tubuh adik kelasnya agar keluar dari kelas.


Laki-laki dingin itu tidak akan memberi ampun pada siapapun yang telah menyakiti gadis yang dia sukai.


Brugh


Samuel menghempaskan tubuh Siswa bernama Roni tersebut ke tengah lapangan sepak bola setelah menyeratnya dari lantai tiga.


"Tangan yang mana!" bentak Samuel.

__ADS_1


"Maafin gue kak, gue benar-benar ...."


"Jawan gue sialan, tangan yang mana berani nempar tunangan gue!" geram Samuel menindih tubuh Roni dan mencegrak kerah seragamnya, tanpa takut setelah ini akan mendapatkan hukuman dari pihak sekolah.


Bahkan Samuel sengaja menyerat Roni dari lantai tiga menuju lapangan hanya untuk memperlihatkan pada semua siswa, bahwa mereka akan bernasib sama seperti Roni jika berani mengusik gadisnya.


"Kiri-kanan?"


"Ka-kanan Kak," lirih Roni yang mulai terasa sesak karena lehernya di cekik oleh Samuel.


Roni mengerang kesakitan ketika mendengar suara tulang seperti retak. Laki-laki itu memejamkan matanya saat rasa sakit dan nyeri menjalar keseluruh tubuh setelah Samuel meretakkan jari-jari tangannya.


"Aaakkhhhh, kak gue mohon ...," lirih Roni, tapi Samuel tidak mendengarkan dan tetap memilin jari kelingking hingga tulang-tulangnya benar-benar tidak pada tempatnya.


Bugh


Bugh


"Samuel, apa yang kau lakukan!" teriak Alvi berlari ke tangah lapangan. Mendorong tubuh Samuel agar menjauh dari Roni atau siswa kelas X itu benar-benar meregang nyawa di tengah lapangan.


"Mingir lo sialan!" Samuel berdiri dan mendorong tubuh kekar Alvi.


"Cukup, ikut saya ke ...."


"Gue bilang jangan ikut campur!" bentak Samuel menarik kerah kemaja Alvi tanpa memandang bahwa yang telah melerai adalah seorang guru.


"Jangan cegah gue! Bahkan lo aja nggak suka kalau Alana disakiti oleh orang lain!"


Brugh

__ADS_1


Satu pukulan mendarat di wajah tampan Samuel. "Berhenti bersikap bodoh," sentak Alvi yang tidak ingin Samuel bermasalah padahal akan menghadapi ujian.


Bugh


Tidak ingin dipukul begitu saja Samuel mengembalikan pukulan Alvi di tempat yang sama.


"Apa yang kalian lakukan hah?!" Alana mendorong tubuh Alvi dan Samuel.


"Apa lo bego Bang? Lo tuh orang gila kalau lagi emosi!" maki Alana tidak suka. "Pak Alvi cuma nggak mau bang El terluka, tapi abang malah memukulnya!" omel Alana mendorong tubuh kekar Samuel.


Tanpa ada yang memperdulikan Roni yang sudah tidak sadarkan diri.


"Gue nggak peduli!" sahut Samuel.


"Dengarkan ini baik-baik. Siapapun, mau lo perempuan, laki-laki, siswa atupun guru kalau berani nyakitin tunangan gue- Arabella maka lo habis tangan gue!" teriak Samuel tanpa mengenal takut.


Srak


Tubuh Samuel terpental kerena dorongan Alana cukup kuat. "Bodoh! Azka bawa teman lo pergi!" teriak Alana dan menarik suaminya pergi dari tengah lapangan.


Alana sebenarnya bukan kesal pada Samuel, tapi pada Alvi yang nekat ke tengah lapangan padahal Samuel sangat bebahaya jika diliputi amarah.


"Samuel keruang BK sekarang!" teriak guru Bk setelah Roni dibawa kerumah sakit oleh pihak sekolah.


"Sialan, padahal dia belum mati!" gerutu Samuel dengan tangan terkepal.


Bukannya keruang Bk, Samuel malah membelok ke UKS untuk menemui Ara.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa tebar kembang biar wangi😍


Follow Ig otor @Tantye005


__ADS_2