
"Aaakkkhhh, sialan!" maki Samuel menahan sakit di are tangannya yang kini mengeluarkan darah. Bahkan jaket tebal yang dia kenakan robek sakin kerasnya bentunran pada aspal.
Untung saja helm yang dia kenakan tidak terlepas hingga bisa sadarkan diri. Tidak ingin kalah begitu saja, Samuel berusaha bangun dan kembali melajukan motornya meski harus menahan sakit yang lumayan fantasis.
Samuel menyeringai ketika berhasil menyamai laju kecepataanya dengan Leo. Dia membuka kaca helmnya dan menatap Leo remeh.
"Cemen lo!" ejeknya dan menambah kecepatan motor karena garis finis sebentar lagi.
Tepat saat motornya menyentuh garis finis dan suara tepuk tangan bergemuruh hebat, Samuel manjatuhnya motornya karena tidak tahan lagi.
Inti Avegas yang melihat hal tersebut segeraha mendekat.
"El, lo jatuh?" tanya Rayhan membantu sepupunya untuk berdiri setelah melepas helm.
"Gila parah banget anjir!" heboh Ricky melihat siku Samuel.
"Curang?" tanya Azka dengan tangan terkepal.
"Hm."
"Sialan, gue udah curiga sejak awal." Azka melempar puntung rokoknya dan hendak menghampiri geng Wiltar yang tengah menyambut kedatangan Leo. Namun, tangan Azka malah ditarik oleh Keenan.
"Mereka sengaja nyari masalah, kita balik aja! Lagian luka El perlu diobati," peringatan Keenan yang tidak ingin perkelahian terjadi. Terlebih banyak geng motor lain di pinggir jalan.
Kebanyakan dari mereka mendukung Avegas, tapi tidak bisa di pungkiri jika Azka menyerang lebih dulu. Bisa saja mereka beranggapan bahwa Avegas mencari ribut lebih dulu.
"Benar kata Keen, kita pulang aja kuy!" ajak Dito.
Samuel dan Azka mengangukkan kepalanya setuju meski ada rasa marah di dalam hati masing-masing terlebih Samuel. Laki-laki wajah dingin itu tidak rela dengan ucapan Leo yang merendahkan Ara.
__ADS_1
***
Jam 12 malam, markas di penuhi oleh anggota yang baru sampai dari lokasi balapan. Suara candaan dan tawa terdengar di dalam rumah sederhana tersebut, termasuk inti Avegas yang tengah duduk di sofa panjang.
"Curiga gue Sagara kongkalikong sama Leo," ucap Rayhan meletakkan ponselnya di atas meja setelah berkomenter di postingan Sagara.
"Nggak mungkin!" sanggah Azka.
"Leo maanfaatin Sagara buat balas dendam sama kita. Leo lebih licik dibanding dia," lanjut Keenan.
"Serius?" tanya Ricky dan Dito tidak percaya.
"Hm." Samuel menyetujui hal tersebut. Itulah mengapa dia lebih menyuruh anggota Avegas menjaga Salsa bukan Ara.
Sagara hanya ingin melihatnya menderita, tapi Leo ingin menghancurkan Avegas juga membunuh Azka dan Salsa.
Laki-laki wajah dingin itu menyandarkan tubuhnya pada sofa lalu melempar ponselnya pada Dito.
"Fotoin!" perintahnya.
"Ambil gaya gih!" sahut Dito bersiap mengambil gambar, bukannya bergaya Samuel malah melayangkan tatapan tajamnya.
Keenan tertawa melihat hal itu. "Lukanya njir!" sahut Keenan.
"Oh lukanya, kirain lo tiba-tiba narsis El." Cengir Dito tanpa dosa. Dia segera mengambil gambar dan menyerahkan pada Samuel.
Terjadi keheningan sesat karena mereka sibuk dengan ponsel masing-masing untuk memberi kabar pada sang kekasih, hingga tiba-tiba Rayhan tertawa sangat kencang.
"Anjir ini mah lebih bucin dari Azka!" teriak Rayhan seraya tertawa.
__ADS_1
Bagaimana tidak, Rayhan baru saja melihat postingan sepupunya yang sangat alay dengan caption
Jatuh🏍
"Maklum, butuh perhatian," sindir Keenan mengulum senyum.
Sementara yang disindir sama sekali tidak peduli dan hanya fokus pada benda pipih di tangannya. Diam-diam Samuel tersenyum tipis melihat notifikasi pesan di ponselnya.
Sudah dia duga, Ara tidak akan tega jika melihatnya terluka. Lihatlah, baru beberapa menit memposting tangannya yang terluka, dia sudah mendapat pesan
Setelah saling berkirim pesan dengan Ara. Samuel meletakkan ponselnya di atas meja.
"Ray, jemput Ara bawa ke mansion!" perintahnya.
"Lah nyuruh-nyuruh, emang gue babu ...." Rayhan menelan salivanya melihat tatapan tajam Samuel. "Okelah," pasrahnya dan pergi begitu saja.
Samuel menyusul setelah berpamitan pada teman-temannya.
"Bisa sendiri El?"
"Hm, nggak sakit juga," jawab Samuel sebelum melajukan motornya menuju mansion.
Memang Samuel tidak bohong tentang kedua orang tuanya, malam ini keduanya sedang ada di luar kota dan akan pulang besok siang.
...****************...
Like dan ramaikan kolom komentar. Tekan subs bagi yang belum.
__ADS_1