Lost Love

Lost Love
Part 136 ~ Kisah yang sama


__ADS_3

"Jangan keluar kelas tanpa gue!" titah Samuel tak terbantahkan dan dijawab anggukan oleh Ara.


"Iya Abang, Ara masuk dulu."


Cup


Jantung Samuel seketika berdetak sangat cepat ketika ciuman mendarat di pipinya secara tiba-tiba. Tidak bisa, ini terlalu berbahaya untuk jantungnya sendiri. Sementara pelakunya telah duduk dengan tenang masih menatap penuh senyuman.


"Sialan lo Ra!" gumam Samuel segera meninggalkan lantai dua.


Benar-benar paginya menjadi panas hanya hitungan detik. Samuel melepas dasi yang melekat di lehernya juga kancing seragam dia buka.


Siapa yang akan menegur dirinya? Padahal dia cuma datang seenaknya bukan sebagai siswa.


"Samuel apa yang kamu lakukan di sekolah?"


Samuel menghentikan langkahnya dan berbalik. "Jalan-jalan pak, tenang aja saya nggak bakal masuk kelas," jawab Samuel terlewat santai.


Setelahnya berlalu menuju ruang olahraga untuk bermain basket seorang diri. Langkah Samuel lagi-lagi tercegah melihat orang yang dia anggap saingan selama ini tengah fokus mengiring bola di lapangan indoor.


"Minat lo?" Pertanyaanya berhasil menghentikan aktivitas Edgar.


"El?"


"Kenapa nggak daftar?" Samuel menghampiri Edgar dan melempar bola basket yang mengelinding di kakinya.


"Bukan urusan lo!" sahut Edgar hendak pergi, tapi di cegah oleh Samuel.


"Lawan gue!" Perintah Samuel.


"Gue nggak mau nyari masalah," jawab Edgar dan benar-benar meninggalkan ruang olahraga.


Samuel menyunggingkan senyumnya. "Harusnya lo egois bodoh!" makinya padahal Edgar telah pergi.


Andai saja Edgar salah satu anggota Avegas, mungkin Samuel sudah bergerak untuk membantu, sayangnya bukan. Terlebih dia tidak ingin ikut campur dengan urusan orang lain.


Samuel mulai mematul-mantulkan bola basket ke lantai, berlari seraya mengiring bola dan melemparnya dengan melompat.


Syut

__ADS_1


Hanya satu lemparan, bola berhasil memasuki ring.


"Woy pulang lo! Dasar nggak tau diri. Udah diskorisng juga!" teriak laki-laki dari kursi penonton.


Samuel tidak menoleh dan fokus pada bola saja. Tanpa melihatpun dia sudah tahu yang teriak barusan adalah Rayhan si biang masalah.


"Gue pengen tau alasan lo ke sekolah karena apa. Bosan atau bucin?"


"Menutur lo?"


"Bucin, ya kan?" tebak Rayhan setelah berada di samping Samuel, merebut bola basket dan mengiringnya ke ring lawan.


Saat itulah terjadi aksi pertandingan tanpa rencana antara Rayhan dan Samuel. Saling berebut bola untuk memasukkan ke ring lawan.


Syut


Samuel senyum meremahkan setelah mengalahkan Rayhan, langsung merebahkan tubuhnya di tengah lapangan.


"Gue menang," gumam Samuel dengan nafas memburu.


"Karena lo menang, beliin gue minum!" pinta Rayhan duduk di samping Samuel.


"Ayolah El, gue habis dipalak sama Giani. Sumpah." Rayhan menaikkan jari telunjuk dan tengahnya. Laki-laki itu mengeluarkan satu lembar uang pecahan lima ribu.


"Sisa ini. Calon istri gue kejam banget, minta nafkahnya nggak main-main," curhat Rayhan yang sama sekali tidak menyendihkan.


Kasian? Jangan harap Samuel akan kasihan pada sepupunya itu.


"Ya udah gue minjem."


"Nggak ada."


"Dahlah, bacot lo."


Rayhan berlari ke pinggir lapangan dimana seragam Samuel tergeletak. Tanpa permisi, Rayhan mengambil isi di saku seragam itu dan melarikan diri.


"Anji*ng lo Ray!" teriak Samuel tapi Rayhan sudah menghilang dari ruang olehraga.


"El!"

__ADS_1


"Hm."


Setelah kepergian Rayhan, satu inti Avegas datang lagi. Dia adalah Azka, ikut membaringkan diri di samping Samuel tanpa peduli seragamnya akan kotor.


"Gue nitip Salsa ya?"


"Maksud lo?" Samuel melirik Azka sekilas.


"Nitip aja sih."


"Gue nggak buka jasa titip."


Azka tersenyum. "Nggak ada gunanya nyari bukti El, gimana kalau gue bunuh Leo aja? Leo hidup nyawa Salsa taruhannya."


"Terus lo masuk penjara dan biarin Salsa bergelar istri Napi? Ayolah, dikit lagi kita nemu bukti."


"Ara gimana?" Azka mengalihkan topik.


"Kabar baik dan buruk."


"Maksud lo?" kini Azka yang bertanya.


"Orang tua Ara udah nemuin dokter yang bisa nyembuhin dia."


"Ara sakit?"


"Hm, dan gue baru tahu akhir-akhir ini."


"Dan lo nyesal karena udah nyiksa dia di awal hubungan lo, terlebih pas Sasa hidup?"


"Harus ditanyain lagi?"


Azka lagi-lagi tertawa. "Kisah kita sama ternyata. Nyesal udah nyakitin setelah tau perempuan yang kita sakitin menderita sendirian."


...****************...


Rayhan+Samuel🔪😡


Azka+Samuel🤨😚

__ADS_1


__ADS_2