Lost Love

Lost Love
LL4 *Bangkit


__ADS_3

Kematian Ibunya membuat Lang sangat terpukul. Lang menjadi pendiam dan jarang menunjukkan ekspresinya.


Saat kembali kerumah tantenya, Lang mengurung dirinya dikamar dan tidak pernah keluar kecuali saat sekolah saja. Saat disekolah, Lang semakin sulit untuk didekati teman-temannya. Lang tidak pernah melakukan apa yang diperintahkan gurunya kepadanya.


Kenaikan kelaspun tiba. Karena memiliki nilai tinggi, Lang masuk di kelas 3-1.


"Baiklah, kita akan memilih ketua kelas." Kata wali kelas, saat ini kelas sedang memilih Ketua kelas dan yang lainnya.


"Bagaiman kalau Lang menjadi ketuanya." Sambungnya, semua setuju dengan alasan karena Lang mendapatkan nilai tinggi.


"Saya menolak." Jawab Lang.


"Lagian semua sudah setuju kalau kamu jadi ketua kelas, jadi kamu tidak boleh menghindar." kata seorang siswi.


"Atas kehendak apa kalian memilihku jadi ketua kelas? Kenapa kalian tidak menanyakan kepadaku, apakah aku mau atau tidak." Bantah Lang.


"Tetapi Lang, kamu orang yang paling cocok jadi ketua. Bukan hanya nilaimu yang tinggi, kamu juga memiliki jiwa kepemimpinan." Kata Wali kelas memaksa Lang menjadi ketua kelas.


"Lagian ketua kelas itu harus memiliki nilai tinggi, agar dapat memotivasi teman-temannya." Sambung Wali kelas.


"Sekali ku bilang tidak, ya tidak. Kenapa kalian memaksaku ha." Lang berdiri sambil memukul meja.


"Jangan pernah membawa namaku jika aku tidak setuju. Jika tidak, aku akan membuat kekacauan disekolah ini." Sambung Lang sambil menajamkan matanya.


Lang duduk dan kembali membuka bukunya, kelaspun hening dan membatalkan Lang menjadi ketua kelas.

__ADS_1


Bel pulangpun berbunyi, Lang dipanggil ke ruang Kepala sekolah.


"Lang, kenapa kamu membentak Wali kelasmu?" Tanya Kepala sekolah.


"Awalnya saya tidak mau membentak, tetapi mereka memaksaku untuk jadi ketua kelas, makanya aku bentak." Jawab Lang.


"Kenapa kamu berani-beraninya membentak gurumu." Kepala sekolah memarahi Lang.


"Terus, atas kehendak apa dia memaksaku jadi ketua kelas? Seharusnya dia menanyakan dulu kepadaku. Ingat Pak, jika pemimpin dipilih paksa, maka tunggulah kerusakan yang disebabkan oleh warganya." Jawab Lang dan langsung keluar dari ruang kepala sekolah.


"Anak itu, sempat-sempatnya dia menceramahi Kepala sekolah." Kata Wakil Kepala sekolah.


"Tidak, dia benar. Jika harus jadi pemimpin yang baik, pemimpin itu harus mengajukan diri, bukan dipilih paksa." Jawab Kepala sekolah.


"Anak itu menarik." Sambungnya.


Keesokan harinya, Lang kembali dibully. Bukan hanya loker sepatu, meja Lang dicoret-coret.


Seminggu kemudian, kaki meja Lang dipatahkan satu. Namun Lang masih tidak menanggapinya dan tidak melapor kepada guru. Pembullyan ini semakin lama semakin parah, tetapi Lang tidak begitu mempedulikan pembullyan ini.


Keesokan harinya....


"Heehhh, kenapa mereka tega sekali membully anak tak berdosa itukan." Kata salah satu teman sekelas Lang dan anggota kelas menertawai Lang. Namun, Lang tetap fokus ke bukunya.


Karena geram melihat sikap Lang yang dingin, si pembully menendang meja Lang dan mencampakkan buku yang dipegang Lang.

__ADS_1


"Hey kurcaci, kamu itu seharusnya nurut sama perintah orang yang lebih tinggi darimu." Dia menarik kerah baju Lang.


"Jadi, kalau aku gak nurut bagaimana?" Kata Lang dengan dingin.


"Dasar kau." Siswa itu meninju pipi Lang dan mendorong Lang sampai terjatuh.


Lang berdiri dan mengambil kembali bukunya. Lang berusaha untuk tidak melawan.


"Kamu sangat tertarik sama buku itu ya. Aku mau membacanya." Siswa itu mengambil dengan paksa buku yang dipegang Lang.


"Apa ini. Ini sangat tidak berguna." Siswa itu merobek-robek buku Lang dan menginjak-injak buku itu.


Murid-murid lain menertawai Lang.


"Hahahaha, cukup, nanti dia nangis lo." Seorang siswa itu mengejek Lang.


"Kalian salah mengambil tindakan." Kata Lang dengan dingin.


"Haa? Apa kamu ingin meninjuku? Silahkan kalau berani." Si pembully itu mengejek lang sambil menepuk pipinya.


Lang dengan cepat meninju rahang siswa itu dengan kuat. Semua terkejut melihat perlawanan Lang. Lang berjalan menuju pintu dan mengunci pintu. Lang meninju semua yang berada dikelas, baik itu pria maupun wanita, Lang terus memukuli mereka semua sampai Pingsan.


Setelah selesai, Lang keluar dari kelas. Semua siswa kelas 3 menyaksikan Lang meninju semua murid yang ada dikelas itu tanpa ampun. Semua murid takut dengan Lang, dan mereka semua menjauhi Lang.


Keesokan harinya, Lang dipanggil keruang guru. Karena telah membuat semua murid pingsan, Lang dihukum. Lang diskors selama 2 minggu.

__ADS_1


2 minggu pun berlalu, Lang kembali masuk sekolah. Lang tidak mendapatkan pembullyan lagi. Karena kejadian itu, Lang paling ditakuti semua murid dan dijuluki si MANUSIA YANG TIDAK PUNYA HATI.


Tidak ada satupun murid yang berani mendekati Lang. Saat ada tugas kelompok, Lang mengerjakan sendiri. Setiap Lang persentase, murid tidak berani untuk mengoreksi hasil persentase Lang karena takut.


__ADS_2