Lost Love

Lost Love
Part 100 ~ Pergi sendiri


__ADS_3

Jam 7 malam di saat semua rumah mungkin tengah berisik dengan canda tawa penghuninya. Maka tidak untuk dirumah Ara yang sangat sunyi tanpa ada suara apapun di dalamnya.


Membuat gadis imut yang kini duduk di pinggir ranjang mulai terisak pilu. Selalu tertawa di luar sana dan menjadi konyol, membuat Ara merasa kesepian jika pulang kerumah. Terlebih lagi tidak ada orang tua yang menemani.


Ara mengigit bibir bawahnya agar tidak menangis. "Ara kangen ayah-bunda," lirihnya.


Gadis imut itu baru saja selesai melepas rindu dengan bundanya sekaligus menanyakan kabar.


Namun, kabar yang dia terima malah menyakitkan. Ayahnya sedang sakit hingga menunda kepulangan entah sampai kapan lamanya. Ingin menyusulpun, Ara tidak dibiarkan oleh kedua orangnya.


"Sssttttt." Ara mendesis ketika merasakan ngilu di bagian inti tubuhnya. Di bawah sana dia merasa sesuatu mengalir keluar membasahi dalaman yang dia kenakan.


Karena penasaran apa yang terjadi, Ara segera ke kamar mandi untuk memeriksa dan terkejut melihat sesuatu berwarna merah.


Awalnya dia kaget, tapi tidak terlalu lama setelah mengigat bahwa dia kedatangan tamu.


Ara memanyungkan bibirnya dan keluar dari kamar mandi untuk mencari pembalut.


"Masih ada satu," gumamnya.


Segera saja dia memang benda tersebut kemudian kembali duduk di pinggir ranjang. Sekarang yang sedang dia pikirkan adalah, siapa yang akan membelikannya pembalut sekarang? Sedangkan bi Rini pulang karena anaknya demam tinggi.


Ara meraih ponselnya di atas nakas lalu menghubungi Samuel untuk meminta bantuan. Beberapa panggilan Ara lakukan, tapi tidak satupun mendapat jawaban dari sang kekasih.

__ADS_1


"Abang kemana?" lirih Ara pelan.


Tidak ingin putus asa, Ara langsung menelpon Keenan untuk mempertanyakan keberadaan sang kekasih.


"Kenapa Ra? Lo baik-baik aja kan? Tumben telpon gue." Kalimat itu langsung terdengar di seberang telpon.


"Abang sama kak Keen?" tanya Ara.


"Nggak, setelah berpisah di mall tadi. El nggak keliatan batang hidungnya. Kenapa Ra, lo butuh sesuatu?"


"Nggak kok kak, Ara cuma nanya. Makasih kak Keen, udah dulu ya."


Setelah mengakhiri telpon, Ara beranjak dari duduknya dan mengambil jaket yang mengantung di samping lemari. Tidak ada pilihan lain untuk Ara yaitu pergi sendiri meski Samuel sudah melarangnya.


Ara keluar bentar ya Bang, cuma di depan aja beli pembalut. Nanti balik lagi janji✌️


Itulah isi pesan yang sempat Ara kirim pada Samuel sebelum keluar dari rumah. Gadis imut itu mengambil nafas dalam-dalam setelah berada di luar rumah. Berjalan perlahan meninggalkan pekarangan rumah menuju indoapril di depan kompleks yang tidak terlalu jauh.


Sepanjang jalan, sesekali Ara menolehkan kepalanya kesana-kemari memastikan tidak ada yang mengikuti dirinya.


Krak


Langkah Ara berhenti saat mendengar suara ranting patah. Dia menelan salvinya kasar.

__ADS_1


"Ada orang?" tanya Ara namun tidak ada sahutan apapun.


Dia kembali melanjutkan langkahnya dengan cepat meski merasa sangat takut, apalagi lampu jalan malam ini tidak menyala, mungkin rusak sebab angin deras tadi sore.


Ara bisa bernafas lega setelah sampai di jalan raya. Tinggal menyebrang, maka dia akan sampai di indoapril.


"Kakak ganteng!" pekik Ara di pinggir jalan, membuat cowok yang hendak menyebrang jalan menoleh. Ara berlari mendekati laki-laki itu dengan kaki kecilnya.


Tanpa meminta izin, Ara meraih tangan cowok tersebut. "Tolongin Ara. Ara pengen nyebrang juga," ucapnya padahal dia sama sekali tidak mengenal laki-laki itu.


Tapi lebih baik bukan jika dia meminta tolong? Daripada harus menyebrang asal dan berakhir di rumah sakit?


"Boleh," sahut laki-laki itu.


Senyuman Ara mengembang, semakin mengeratkan pegangannya dan bersiap menyebrang jalan. Dia melepas genggaman tangan itu setelah sampai di seberang jalan.


"Makasih kakak ganteng udah bantuin Ara, semoga bisa ketemu lagi."


"Sama-sama."


Ara mengangguk kemudian berjalan memasuki indoapril dan membeli apa yang dia ingingkan. Ara sekalian membeli cemilan untuk dirinya sendiri karena sudah berada di indoapril.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa meninggalkan jejak dan ramaikan kolom komentar.


__ADS_2