
Jika tadi jarak Ara dan Samuel sangat dekat sampai bertukar saliva, maka kini berbeda lagi. Keduanya tengah duduk saling membelakangi untuk menormalkan detak jantung masing-masing.
Ara yang tengah duduk membelakangi Samuel kini meletakkan tangannya di dada untuk merasai detak jantung yang tidak menentu. Sesekali mengigit bibirnya yang terasa kebas.
Gadis imut itu menutup wajahnya dengan kedua tangan. Baru kali ini Ara merasakan malu dan salah tingkah yang sangat hebat.
"Ra," panggil Samuel.
"Bibir Ara bengkak," sahut Ara tanpa ingin merubah posisi duduknya, begitupun dengan Samuel. "Besok di sekolah Ara harus apa Abang? Gimana kalau kak Ray nanya kenapa bibir Ara bengkak?" tanyanya.
Kini gadis imut itu memberanikan diri untuk menoleh. Mengeser duduknya perlahan-lahan hingga tepat berada di belakang Samuel.
Sifatnya yang tidak bisa diam lama-lama sudah mendarah daging di jiwa Ara, hingga tidak bisa hilang begitu saja. Ditariknya baju kaos yang di kenakan Samuel.
"Abang, Ara bingung," lirihnya.
Terdengar helaan nafas panjang dari Samuel dan itu membuat Ara mengerucutkan bibirnya.
"Abang liat Ara dulu!" pintanya.
Perlahan-lahan, akhirnya Samuel membalikkan tubuhnya untuk menatap Ara. Percayalah, kini jantungnya juga sedang tidak baik-baik saja setelah mencium tunangannya sendiri.
Meskipun terkenal nakal dan anggota geng motor, dia tidak pernah sekalipun mencium seorang gadis termasuk Sasa. Ara adalah yang pertama untuknya, sayangnya bibir gadis imut itu telah dicicipi oleh pipi Sagara.
Samuel mengerutkan keningnya ketika Ara malah menutup mulut dan terkik geli seperti orang kesurupan.
__ADS_1
"Napa lo?" tanyanya.
"Telinga Abang merah. Kata kak Ray kalau telinga tiba-tiba merah dekat cewek artinya salting. Abang salting juga kayak Ara setelah ...."
Belum selesai Ara menyelesaikan kalimatnya. Samuel sudah beranjak dan berlari ke kamar mandi. Laki-laki wajah dingin tersebut membilas wajahnya berulang kali.
"Sialan!" makinya entah pada siapa.
Samuel tidak ingin terima bahwa dia salah tingkah hanya karena ciuman dengan Ara. Dia menyugar rambutnya kebelakang dan menatap wajahnya dari pantulan cermin.
Tatapannya tertuju pada bibir yang baru saja melepas kesucian. Tanpa sadar, senyuman terbit di bibirnya ketika kembali mengingat momen beberapa menit yang lalu.
Samuel mengigit bibirnya sendiri masih dengan senyuman. Namun, senyuman itu langsung memudar ketika mendengar suara pintu diketok.
"Abang, Ara mau pipis. Di luar udah gelap, Ara takut kebawah!" teriak Ara di balik pintu.
Tanpa banyak bicara, Samuel melewati Ara begitu saja dan kembali duduk di sofa empuk. Dia meraih ponselnya di atas meja dan memeriksa beberapa pesan.
Tatapan Samuel tertuju pada room chatnya dengan inti Avegas.
Samuel menghela nafas melihat tingkah teman-temannya. Laki-laki itu kembali meletakkan ponselnya ketika melihat Ara keluar dari kamar mandi.
Dia melirik Ara yang duduk tetap di sampingnya seraya meremas baju yang dia kenakan. "Ara pulang ya," izinnya.
__ADS_1
Bukannya menjawab, Samuel malah merilik jarum jam yang menujukkan angka 1. Gila, pikir Samuel. Bisa-bisanya Ara meminta izin pulang tengah malam seperti ini.
"Abang, Ara harus sekolah besok. Ara nggak bawa baju ganti." Ara kembali bicara. Dia mengembungkan pipinya ketika Samuel malah membaringkan tubuh dan meletakkan kepala di pahanya.
"Tangan gue sakit."
"Ara bisa naik taksi, pasti masih ada kok. Ara nggak mau nginap di sini. Ara takut Abang cium lagi," lirih Ara.
"Lo nggak suka?" Samuel menatap Ara dari bawah.
Ara mengelengkan kepalanya cepat. "Ara suka, tapi bibir Ara udah bengkak Bang. Ara takut ditanya sama Mami. Kata Mami Ara nggak boleh cium-cium."
"Ekhem." Samuel berdeham mengingat kata Mami keluar dari mulut Ara, bisa-bisa dia diamuk jika Fany mengetahui apa yang dia lakukan pada Ara.
Tidak ingin memikirkan sesuatu karena sangat mengantuk. Samuel merubah posisinya dan memeluk pinggang Ara.
Sepertinya posisi ini akan menjadi favoritnya karena terasa sangat nyaman dan mudah membuatnya tertidur.
"Jangan ngomong sama siapa-siapa!"
"Kalau Abang nyium Ara?"
"Hm."
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dan ramaikan kolom komentar. Tekan subs bagi yang belum.