
Samuel mengambil nafas panjang memperhatikan rumah mewah yang sejak seminggu lalu saat Ara masuk rumah sakit tidak pernah diinjaknya lagi. Ketika akan menemui Ara di rumahnya ada saja penolakan Deon. Entah Ara sudah tidur atau tidak ada di rumah.
"Ini salah gue sih karena buat Ara masuk rumah sakit," gumam Samuel kembali melajukan motornya meninggalkan rumah Ara.
Setelah diskorsing selama seminggu, akhirnya dia kembali sekolah lagi. Terlebih Samuel sangat merindukan Aranya.
Senyuman Samuel mengembang melihat Ara duduk di depan kelas seraya membawa buku di tangannya. Dia langsung duduk di samping gadis imut itu.
Menyandarkan kepalanya di pundak Ara seraya bersedekap dada dan memejamkan mata.
"Abang?"
"Hm."
"Abang kenapa nggak pernah kerumah lagi nemuin Ara?" tanya gadis imut itu.
"Gue sibuk perisiapan ujian," gumam Samuel.
"Gitu ya? Kirain Abang lupa sama Ara." Cengirnya.
Gadis imut itu meletakkan buku di tangannya kemudian mengelus kepala Samuel yang berada di pundak.
"Ara senang akhirnya Abang bisa balik sekolah lagi. Nanti Ara mau ke mansion belajar bareng Abang, boleh?"
"Hm." Samuel masih memejamkan mata dengan mata terpejam.
"Akhir-akhir ini Milo sibuk banget jadi Ara terus belajar sendiri," lanjut Ara tanpa diminta penjelasan lebih dulu, dan itu semua Samuel dengarkan tanpa menyela.
__ADS_1
Samuel sibuk menikmati kenyamanan dalam posisinya sekarang.
"Tapi Abang bisa kan ngajarnya kayak Milo?"
"Seperti apa?" tanya Samuel membuka matanya, hingga bisa menikmati hidung dan bibir Ara dari samping.
"Milo ngajarin Ara sabar banget. Kalau belum ngerti dijelasin ulang sampai ngerti. Ara kalau dibentak pelajarannya nggak bisa tinggal."
"Gue nggak bakal bentak lo, jadi tenang aja." Samuel berdiri dari duduknya.
Sebenarnya dia masih ingin menikmati posisi itu, tapi bel pelajaran sudah berbunyi. Membuatnya mau tidak mau harus meninggalkan lantai dua.
"Masuk gih! Jangan keluar kelas sebelum gue panggil!" titah Samuel dan dijawab anggukan oleh Ara.
Gadis imut itu melambaikan tangannya untuk mengantar kepergian Samuel.
***
"Napa tuh muka datar banget?" tanya Rayhan tapi tidak dihiraukan sama sekali oleh Samuel.
"Gimana penyelidikan om Deon?" Bukannya menjawab, Samuel malah melayangkan pertanyaan.
"Sorry El, gue telat cegah orang suruhan om Deon," sesal Ricky.
"Maksud lo?" Samuel melirik Ricky dengan tatapan tajamnya.
"Malam itu om Deon ketemu seseorang, gue berencana buat ngalagin tapi tiba-tiba bokap gue masuk rumah sakit. Gue juga lupa ngabarin anak-anak," lirih Ricky merasa bersalah.
__ADS_1
Samuel menghela nafas panjang. "Thanks Ky, sekarang gue tau kenapa om Deon nggak biarin gue ketemu Ara lagi," sahut Samuel.
"Lah kok gitu? Memangnya om Deon udah tau apa aja?" bingung Dito dan Keenan.
"Tau kalau Ara bukan korban salah sasaran, tapi korban balas dendam dari musuh Samuel. Om Deon juga udah tau kalau Samuel salah satu anak geng motor," jelas Ricky.
Keenan langsung menepuk pundak Samuel untuk menenangkan.
"Meski om Deon tau, tapi kalau hati Ara cuma buat lo, gue yakin nggak bakal ada yang terjadi El. Om Deon sayang sama Ara, nggak mungkin dia buat Ara sedih dengan misahin kalian berdua," patuah Keenan.
"Semoga aja," celetuk Samuel yang moodnya langsung hancur seketika.
"Jadi sekarang lo harus bucin sama Ara. Buat dedek gemes gue cinta mati sama lo. Buat dia nggak bisa hidup tanpa lo. Mau tips dari gue nggak?" tanya Rayhan.
"Ogah!"
"Dih rendahin ilmu pelet cewek gue lo!" kesal Rayhan.
"Hilih ngaku punya ilmu pelet, tapi nggak bisa naklukin Giani," cibir Dito.
"Tau tuh. Peletnya murahan njir, makanya yang kena cuma cewek murahan juga. Buktinya pelet Ray nggak mempang sama bu Ketua, Giani, Alana maupun Ara yang notabenya cewek berkelas!" ledek Keenan.
Sontak isi kelas XII Ipa 1 di penuhi tawa karena celetukan Keenan dan Dito. Untung saja di dalam kelas tidak ada Giani.
"Ngapain lo nyebut-nyebut istri gue?"
"Aelah si bucin datang. Pergi lo sana ini bukan kelas lo lagi!" usir Rayhan pada Azka yang berdiri di ambang pintu, padahal jam pelajaran tengah berlangsung.
__ADS_1
...****************...
Yok kasih tips buat El gimana cara naklukin hati Ara😍