Lost Love

Lost Love
Part 141 ~ Belajar bersama


__ADS_3

"Udah?" tanya Samuel langsung duduk di samping Ara dengan membawa dua gelas susu dan meletakkannya di atas meja.


Ara mengangguk sebagai jawaban. "Udah izin sama bunda," jawab Ara disertai anggukan kecil.


Gadis imut itu sekerang ada di mansion bersama Samuel. Mansion lumayam sepi, sebab Mami Fany, Daren dan Oma Jelita sekarang ada di rumah sakit.


"Minum dulu setelah itu mulai belajar!"


Ara mengangguk sebagai jawaban dan mulai menyesap susu buatan Samuel. Sesekali milik kekasihnya yang tampak engang menyentuh segelas susu.


"Ara tau kok Abang nggak suka minum susu. Jangan dipaksa kalau nggak bisa," ucap Ara.


"Suka kok," sahut Samuel langsung meneguk susu itu hingga tandas meski merasa ingin muntah.


Samuel melakukan hal itu hanya untuk berlatih membiasakan diri. Menyukai apa yang disukai Ara begitupun sebaliknya.


"Materinya sampai mana? Mau dijelasin yang mana dulu?" tanya Samuel merapatkan tubuhnya pada meja. Membalik beberapa lembar buku paket yang telah dia pinjam diperpustakaan sebelum pulang tadi.


"Kayaknya ini ya?" tanya Samuel lagi ketika tidak mendapat sahutan apapun dari Ara. Dia melirik sekilas dan mendapati Ara ternyata menatapnya bukan buku.


"Mau belajar nggak?"


Ara mengangguk, tapi tatapannya masih tertuju pada Samuel. "Ara suka banget Abang yang sakarang. Ara merasa jadi perempuan paling beruntung karen Abang suka sama Ara. Tetap gini ya Bang? Biar Ara nggak ngerasa sakit hati lagi kayak dulu. Bantu Ara lupaian kenangan buruk saat pertama kali tunangan sama Abang, soalnya kenangan itu sering mampir di mimpi Ara."


"Maaf dan terimakasih Ra. Udah bertahan padahal gue selalu jahatin lo dan terimakasih sudah bertahan." Samuel senyum simpul. Mengacak-acak rambut Ara gemas.

__ADS_1


"Rasanya kayak mimpi Abang baik sama Ara."


"Tenang aja ini nyata Ra." Samuel meraih tangan Ara. "Maaf ya udah nyakitin lo selama ini cantik."


"Cantik?" Mata Ara membulat sempurna, untuk pertama kalinya dia mendapat pujian dari Samuel. Meski perubahan sikap Samuel terlalu cepat, Ara sangat senang menerimanya.


"Hm."


"Akhirnya Ara cantik juga di mata Abang." Mata Ara berbinar sempurna, langsung memeluk lengan Samuel cukup erat.


"Ara nggak mau belajar lagi, Ara maunya main saja Abang."


"Ck, lepasin Ra! Lo harus belajar."


"Iya Abang." Cengir Ara.


Ara akan lunak jika yang diajak bicara lunak juga, begitupun sebaliknya.


"Ini sama ini dikalikan ya Bang?" tanya Ara menunjuk beberapa angka.


"Bukan, tapi gini." Samuel merapatkan tubuhnya, membimbing tangan Ara agar bergerak sesuai arahannya seperti mengajari anak kecil. "Angka-angkanya disederhanakan dulu Ra, terus nanti setelah selesai di bagi ya," lembut Samuel.


"Gitu? Ara ngerti." Dengan semangat Ara mulai mengikuti arahan Samuel hingga berhasil mendapat jawaban yang pas untuk satu soal.


Dia menguap setelah berhasil mengerjakan tiga soal. Rasa kantuk mulai menyerangkanya.

__ADS_1


"Kok di ambil?" Heran Ara saat pulpennya direbut begitu saja oleh Samuel.


"Udah satu jam, istirahat dulu," jawab Samuel langsung membaringkan tubuhnya di paha Ara. "Ra?" Dia mendongak dan menatap wajah kekasihnya dari bawah.


"Temenenin gue sampai jam sembilan malam ya?"


"Kenapa?"


"Nggak ada." Samuel mulai memeluk perut Ara untuk mencari tempat ternyaman.


Sebentar jam 10 malam, dia dan inti Avegas lainnya akan melakukan penyerangan balik pada geng Wiltar. Sebenarnya Samuel ingin sekarang, tapi dia harus belajar menunda segalanya dan menjadikan Ara prioritas seperti yang dilakukan Azka pada Salsa.


"Gue izin keluar malam ya?" izin Samuel membuat Ara mengerutkan keningnya bingung.


"Kenapa Abang izin sama Ara? Bukannya selama ini Abang kalau pergi, pergi aja ya?" tanya balik Ara.


"Dulu, tapi sekarang nggak lagi Ra. Gue sadar sekarang punya tunangan, dimana dia juga butuh informasi tentang gue."


Ara mengulum senyum mendengarnya. Tangan yang sejak tadi berada di atas meja meraba rahang tegas Samuel.


"Abang jangan ngomong gitu, jantung Ara mau lompat keluar soalnya," cicit Ara menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rona merah.


Namun, dia lupa kalau menunduk yang ada Samuel semakin melihatnya.


"Ternyata semenyenangkan ini ya terbuka sama pasangan sendiri?" batin Samuel.

__ADS_1


...****************...


Otor baper😕


__ADS_2