Lost Love

Lost Love
Part 30 - Kang Kompor


__ADS_3

Ara berlari keluar dari Mansion ketika mendengar suara motor Samuel. Gadis imut itu takut ditinggalkan ke sekolah. Saat akan mendekati Samuel, tangannya ditarik oleh Fany.


"Ara mau kemana?" tanya Fany lembut.


"Mau ke sekolah sama Abang, Mam."


Fany mengelengkan kepala tidak setuju. "Ara nggak perlu dekat-dekat sama Abang, dia jahat!" Larang Fany terang-terangan membuat Samuel menoleh.


"Mami lebih sayang sama Ara?" tanya Samuel.


"Perut Mami sakit banget, tapi harus anter Ara ke sekolah, biar nggak dijahatin sama Abang," bohong Fany.


Wanita paruh baya itu hanya ingin mendengar janji dari mulut Samuel, sebab dia yakin putranya sangat berat ingkar janji padanya.


Dan sepertinya rencana yang dia lakukan berhasil, terbukti Samuel turun dari motor dan mengenggam tangan Ara.


"El janji nggak bakal sakitin fisik Ara lagi, jadi Mami nggak perlu khawatir," ucap Samuel menarik tangan Ara menuju motornya.


Untuk pertama kalinya, Samuel benar-benar mengenggam tangan Ara sangat lembut dan tidak ada kekerasakan sama sekali.


Gadis imut itu memeluk Samuel cukup erat saat perjalanan menuju sekolah. Pertama karena ingin, kedua karena takut jatuh.


"Makasih Abang udah mau nerima Ara," ucap Ara penuh senyuman, tapi Samuel tidak menjawab sama sekali.


Bahkan ketika sampai di lingkungan sekolah SMA Angkasa, Samuel tidak menyahuti satu ucapan Ara.


"Turun!" perintah Samuel.

__ADS_1


Ara turun dari motor sesuati perintah Samusl, berusaha melepaskan pengait helm meski sangat susah menurutnya.


"Abang Ara ...."


"Ck," decak Samuel tidak suka meski begitu tetap membantu Ara.


Meski berjanji tidak akan menyakiti fisik, bukan berarti Samuel menerima Ara dalam hidupnya, itu tidak akan terjadi. Ingat, tidak akan!


"Masuk!"


Ara menganggukkan kepalanya, berjalan perlahan meninggalkan parkiran sekolah. Dia lebih mendengarkan kata-kata lembut dibanding harus mendapat teriakan.


"Milo!" panggil Ara ketika melihat Edgar melintas dari parkiran mobil. Ya Ara mengubah panggilannya karena merasa ribet harus menyebut Edgar, lagian dia telah mendapat izin dari pemilik nama. "Tungguin Ara!" lanjutnya membuat Edgar berhenti.


Laki-laki tampan itu melempar senyum dan menunggu Ara mendekat. Sayang, senyuman itu tidak bertahan lama ketika melihat Samuel maju dan mengenggam tangan Ara.


"Milo, maafin Ara nggak bisa ikut," sesalnya mengikuti langkah Samuel melewari Edgar begitu saja.


"Nggak papa Ra, santai aja," jawab Edgar.


Karena tidak jadi menuju kelas, Edgar langsung saja memutar langkahnya menuju ruang osis, hari senin, waktunya mempersiapkan upacara bendera.


Kali ini dia tidak menjadi pemimpin sebab sedikit tidak enak badan karena begadang menjaga mamanya dirumah sakit.


"Sepertinya tunangan Ara beneran El," gumam Edgar. "Nyerah aja kali ya? Keliatannya juga Ara suka sama El."


"Hati bisa berubah seperti cuaca bro, pepet aja terus, jangan menjauh." celetuk wakil ketua osis sebelum berlalu.

__ADS_1


"Benar juga."


***


Upacara bendera telah di mulai setelah para siswa berbaris rapi sesuai kelas masing-masing. Kebetulan XI Ipa 1, dan XII Ipa 1, bersembarangan. Hingga Semuel dapat melihat Ara dari kajauhan, apalagi gadis imut itu berdiri paling depan.


Sepanjang upacara berlangsung, Samuel tidak mendengarkan rangkaian acara dan hanya fokus pada dua manusia di depan sana.


Meski tidak ada interaksi berlebihan, Samuel tetap saja marah karena gerak-gerik bahkan raut wajah Edgar sangat jelas menyukai dan sengaja mendekati tunangannya.


Entahlah, perasan ini bahkan tidak dia rasakan jika melihat Sasa dengan laki-laki selain dirinya. Padahal sudah lama dia mengingingkan Sasa menjadi pacarnya.


"Edgar serasi euy sama Ara," celetuk Rayhan meski suaranya tidak terlalu besar.


"Anjir, liat deh posisi Edgar, kayak berusaha ngelindungi Ara dari matahari," timpal Ricky kang kompor.


"Jangan kencang-kancang ngomongnya, ntar ada yang kebakar pagi-pagi!" tegur Dito.


"Sosweet kali epibadeh."


"Tau sendirilah ketua osis itu penuh tanggung jawab, apa lagi sama cewek ...."


"Anjir jangan diperjelas goblok, lo mau Edgar kenapa-napa di jalan?" bisik Ricky pada Rayhan.


Mereka memang meledak Samuel, tapi percayalah, jantung 2R berdetak tidak karuan takut Samuel mengamuk. Alumni "Cinta dan Masa lalu" tahu betul bagaimana seramnya Samuel jika sedang marah.


"Diam!"

__ADS_1


__ADS_2