
Setelah pelajaran pertama dan kedua selesai, akhirnya bel istirahat berbunyi juga. Ara segera beranjak dari duduknya dan bersiap-siap ke kanting dengan Edgar.
Kini tidak ada lagi dalam pikirannya untuk menemui Samuel hanya untuk makan siang bersama. Alana pernah mengatakan, bahwa secinta apapun dia pada seseorang jangan terlalu menempel, karena itu akan membuat pasangan jenuh dan cepat bosan.
Karena tidak ingin Samuel bosan padanya, Ara akan menghampiri jika di panggil saja.
"Milo mau langsung ke perpus?" tanya Ara berjalan beriringan dengan Edgar keluar kelas.
"Hm, gue nggak lapar," bohong Edgar. Laki-laki itu tengah menghemat uang hingga akhir bulan. Makan sehari sekali untuknya sudah cukup.
Biaya operasi ditanggung oleh ayahnnya dulu, dan itu terakhir kalinya dia dan mamanya akan mendapat nafkah. Untung saja ada usaha Cafe yang mamanya miliki hingga bisa membayar biaya rumah sakit dan lainnya.
Edgar juga kerja dan memenuhi kebutuhannya sendiri. Terlalu banyak pengeluaran jika dia memanjakan dirinya tanpa peduli ekonomi.
"Milo!"
Edgar tersadar dari lamunannya ketika suara cempreng Ara terdengar, dia melempar senyum. "Nah tuh tunangan lo datang, gue tunggu di perpus," sahut Egdar begitu melihat Samuel berjalan semakin mendekati mereka.
Ara mengikuti pandangan Edgar dan ikut mengembangkan senyumnya. "Abang mau nemuin Ara?" tanyanya.
"Hm."
"Ke kantin dan makan siang bareng?" tanya Ara lagi.
"Hm."
"Ayo!" Antusias Ara menarik jari Samuel, tidak langsung mengenggam. Dia sedikit ragu karena sering kali sikap Samuel sulit untuk dia tebak.
__ADS_1
"Ara boleh genggam tangan Abang?"
"Kenapa izin?" tanya Samuel balik. Tidak tahukah Ara Samuel sedang menunggu sikap Ara yang agresif seperti dulu? Melakukan sesuatu tanpa meminta izin padanya.
"Ara takut Abang marah-marah kayak dulu." Ara tersenyum manis. "Kalau Ara langsung meluk, atau pegang tangan Abang. Abang nggak marah?"
"Nggak."
"Kalau Ara perlu sesuatu dan nggak bisa sendiri, boleh panggil Abang?" Ara terus saja bertanya seraya berjalan mengenggam tangan kekar Samuel yang tidak muat di tangannya.
Hari ini dia sangat bahagia karena kembali pada Samuel juga berteman dengan Edgar lagi.
"Panggil gue kapan lo butuh, lakuin apapun yang lo suka," sahut Samuel menjawab pertanyaan Ara sekaligus.
Laki-laki wajah dingin itu melepaskan genggaman Ara dan beralih mengenggamnya. "Tangan lo terlalu kecil."
"Tangan Ara emang kecil Abang, kalau besar nanti aneh. Tubuh Arakan kecil, kalau tangannya besar seram."
Dia melepas genggaman itu ketika hampir sampai di meja teman-temannya. Samuel tidak suka jika mendapati Cie-cie, makanya memilih tidak memperlihatkan kedekatannya dengan Ara.
"Hay Ra, duduk dekat gue," sapa Salsa yang lebih dulu ada di sana.
"Ara duduk dekat Abang," jawab gadis imut itu duduk di sisi Samuel padahal di samping Salsa juga kosong.
Memang sengaja kosong karena Azka tidak suka jika sahabatnya duduk di dekat Salsa.
"Mau makan apa lo?"
__ADS_1
"Mie ayam," jawab Samuel. "Lo?" tanya Samuel pada Ara.
"Kayak Abang aja."
Ricky dan Rayhan mengacungkan jempol dan segera berdiri untuk menghampiri penjual. Memang keduanya kadang rajin antri karena ingin menggoda gadis-gadis cantik.
"Senyum mulu Ra, kenapa?" tanya Keenan.
"Ara senang bisa makan bareng kalian, dulu-dulu kalau duduk di sini Ara takut, terus makannya nggak enak karena dimarahin sama Abang," jawab Ara sesuai isi pikirannya, membuat Samuel sedikit tertohok.
Sejahat itu dia dulu pada Ara? Bahkan sampai menganggu selera makannya?
"Dengerin Bang, intropeksi diri dan jangan mau menang sendiri," timpal Azka.
"Kamu juga gitu," bisik Salsa dengan bibir manyun. "Sering cemburu nggak jelas."
"Beda," balas Azka.
"Sama aja!"
"Iya aku ngalah," pasrah Azka terus mengenggam tangan Salsa tanpa malu pada teman-temannya.
Melihat hal tersebut, Ara juga meraih tangan Samuel yang tengah memainkan pipet. "Ara mau kayak kak Salsa," ucapnya mengenggam tangan Samuel seperti yang dilakukan Azka dan Salsa.
"Hadeuh, tiket ke mars kapan terbit sih? Bosan gue liat orang bucin mulu," kesal Dito.
"Kabarin ya To, gue juga mau ikut," sahut Keenan. Namun, itu tidak membuat Samuel dan Azka tersingung.
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak dan ramaikan kolom komentar. Tekan subs bagi yang belum.