Lost Love

Lost Love
Part 143 ~ Kepergian Azka


__ADS_3

"Sayang, ayo bangun! Udah jam 6 pagi loh ini." Kirana dengan lembut menguncang tubuh Ara agar segera bangun.


"Ara masih ngantuk Bunda."


"Tidurnya nanti setelah pulang sekolah ya Nak, sekarang harus mandi dan berangkat," bujuk Kirana. "Ayah udah nungguin Ara dibawah."


Dengan malas Ara bangun dari tidurnya. Dia menatap bundanya dengan sayu, entah efek mengantuk atau sedih akan sesuatu.


"Bunda mau janji sama Ara?" tanya gadis imut itu.


"Janji apa dulu?"


"Janji bujuk ayah biar nggak misahin Ara sama Abang," lirih Ara dan dibalas senyuman oleh Kirana.


Wanita paruh baya itu mengelus rambut putrinya lembut. "Bunda janji nggak bakal misahin kalian kalau memang benar hubungan kalian bisa dipertahankan Nak. Ayo!"


Ara mengangguk dan segera bergeges ke kamar mandi. Usai bersiap-siap dengan seragam sekolahnya, Ara menemui orang tuanya di meja makan.


"Tumben anak ayah bangun telat," celetuk Deon.


"Ara habis belajar ayah," gumam Ara tidak semangat hari ini, entah karena apa, dia juga tidak mengerti.


***


Ara melambaikan tangannya untuk mengantar kepergian sang ayah. Berjalan memasuki lingkungan sekolah yang terlihat sangat sepi entah karena apa.

__ADS_1


Langkahnya berhenti pada segerombolan laki-laki berjaket hitam melambangkan api dan bintang.


"Kakak mau kemana? Kakak liat Abang El?" tanya Ara.


"Samuel? Dia nggak ke sekolah karena Bang Azka meninggal."


"Me-meninggal?" Mata Ara membulat tidak percaya mendengar kabar tersebut. "Kakak mau ke sana?"


"Iya, lo mau ikut?" tanya salah satu dari mereka yang memang tahu Ara adalah tunangan salah satu inti Avegas.


Ara mengangguk dan segera naik ke salah satu motor anggota Avegas. Memegang jaket laki-laki itu karena takut terjatuh.


Sepanjang jalan, perasaan Ara tidak tenang memikirkan betapa hancurnya perasaan Samuel sekarang karena harus kehilangan sahabat yang sudah seperti saudara.


"Bang Azka dan keluarga otw kesini, jadi kita sekalian nunggu di sini aja."


Ara mengangguk mengerti, segera turun dari motor salah satu anggota Avegas. Berdiri di pagar yang akan menuju pemakanan yang telah di huni banyak laki-laki di sana.


Bukan hanya anggota Avegas yang datang, melainkan dari geng motor lain yang memang tidak ada masalah dengan Avegas turut berduka dengan kepergian laki-laki yang selalu memberi keadilan pada geng motor lainnya.


Suara sirene mulai terdengar memecah keheningan yang terjadi. Berbagai motor yang berada di belakang ambulans mulai terdengar dan berhenti perlahan-lahan.


Tatapan Ara langsung tertuju pada laki-laki wajah dingin yang tengah menundukkan kepalanya.


Dia menghampiri laki-laki itu di antara hiruk piruk isakan yang mulai terdengar. Tidak terasa air mata Ara ikut menetes mendengar tangisan Salsa yang berada didekapan mami Azka.

__ADS_1


"Abang?" lirih Ara.


Samuel hanya menoleh dan melanjutkan langkahnya, sebab dia salah satu orang yang membawa keranda Azka.


"Ara?"


Ara menoleh dan mendapati Alana langsung memeluknya sangat erat. "Azka ninggalin gue tanpa pamit," lirih Alana.


"Kak Alana yang sabar ya," balas Ara menepuk pundak Alana untuk menenangkan.


"Nggak bisa Ra, itu terlalu mendadak. Kemarin dia masih ngajak gue bicara."


Ara mengigit bibir bawahnya mendengar keluhan Alana. Ini baru sahabat Azka, belum lagi Salsa sebagai istri. Bahkan pengantin baru masih melekat dari diri mereka.


Ara dan Alana berjalan mendekati liang kubur. Memperhatikan bagaimana inti Avegas turut membantu menurunkan Azka di dalam liang yang nantinya akan terasa gelap itu.


Setelah semuanya telah selesai dan semua orang telah berdoa dan pergi satu persatu, Ara mulai melangkah mendekati Samuel yang berdiri masih setia menundukkan kepala.


"Abang," panggil Ara sekali lagi. Samuel tidak bergeming, membuat Ara bernisiatif untuk memeluk tunangannya.


Dia sedikit berjinjit untuk mensejejarkan tubuhnya dengan Samuel.


"Abang baik-baik aja?" tanya Ara. Pertanyaan bodoh itu keluar begitu saja di mulut Ara tanpa bisa dicegah.


Samuel mengeleng dan membalas pelukan Ara. "Gue nggak baik-baik aja Ra. Hati gue hancur."

__ADS_1


__ADS_2