
Suasana halaman belakang rumah Azka malam ini benar-benar hidup karena keseruan para inti Avegas yang tengah bergantian berjaga di depan pengasapan Berbeku.
Samuel berada di antara mereka, laki-laki wajah dingin itu sejak tadi sibuk membalik daging agar cepat matang. Sesekali atensinya melirik gadis imut yang duduk di karpet bersama Salsa juga Giani.
Tangan Samuel yang hendak mencapit daging terhenti ketika tidak mendapati kekasihnya berada di karpet.
"Sal, Ara mana?" tanya Samuel.
"Lagi angkat telpon tadi," jawab Salsa menikmati daging yang telah masak.
Samuel langsung saja meletakkan pencapit di atas meja kemudian nenepuk pundak Azka. "Lanjutin!" perintahnya.
Laki-laki wajah dingin itu mulai memasuki rumah untuk mencari keberadaan Ara yang entah pergi kemana. Langkahnya berhenti tepat di samping kolam renang ketika melihat seseorang berdiri disana.
Dia berjalan secara perlahan untuk mendekati orang yang dia yakini adalah kekasihnya.
"Ara masih dirumah Kak Azka sama Abang, Ayah. Jangan khawatir Ayah, Abang pasti jaga Ara," lirih gadis imut itu tanpa menyadari Samuel di belakangnya.
"Baiklah, pastikan putri cantik ayah pulang dengan selamat, atau Samuel yang dapat getahnya."
"Makasih Ayah, dah." Ara memutuskan sambungan telpon setelah mendapat persetujuan dari ayahnnya.
Seperti itulah Deon jika berada di sekitar Ara. Selalu memanjakan putrinya hingga seperti sekarang ini. Itulah alasannya kenapa Deon memilih berpisah agar tidak terlalu memanjakan Ara tapi sepertinya sulit.
Hanya berpisah beberapa bulan saja dia sering sakit karena merindukan putrinya.
__ADS_1
"Ayah posesif," gumam Ara membalik tubuhnya dan terkejut melihat seseorang berdiri di belakangnya.
"Aaaakkkkkhhhhhh!" teriak Ara, tubuh gadis itu langsung melemas. Kalau saja Samuel tidak langsung menahan pinggangnya, mungkin dia sudah tercebur ke kolam renang.
"Ab-abang?" lirih Ara.
"Hm." Samuel memperbaiki posisinya agar Ara berdiri dengan tegak. "Kalau takut gelap dan kagetan jangan berdiri di tempat gelap!" omel Samuel mengenggam tangan Ara dan berjalan meninggalkan kolam yang temarang akan cahaya.
Sebenarnya Ara juga tidak sadar kenapa ada di sana. Gadis imut itu hanya berjalan tak tentu arah tadi.
"Lo disuruh pulang?"
Ara mengelengkan kepalanya. "Ayah cuma nanya aja. Sampai pagi asal sama Abang nggak papa kok," cengir Ara beralih berangkul lengan kekar Samuel.
"Nah tuh datang, kuy makan!" teriak Keenan.
Samuel mengangguk, mempersilahkan Ara duduk lebih dulu di dekat Giani dan dia duduk di samping Keenan.
"Wangi banget njir, emang nggak diragukan lagi sih kalau bu ketua turun tangan." Rayhan memberi jempol pada Salsa dan hanya dibalas senyuman.
Satu persatu mereka melahap daging yang mereka kelilingi.
"Siniin." Samuel merebut daging Ara, kemudian mengambil gunting dan memotongnya lebih kecil lagi. Dia teringat kekasihnya baru keluar dari rumah sakit dan rahang Ara masih sakit akibat ulah Sagara.
"Ekhem, pengen juga dong Bang." Rayhan menyerahkan piringnya pada Samuel.
__ADS_1
"Taik lo!" sahut Samuel.
"Dih bucin tapi gengsi. Ingat ya El, bucin tanpa kepastian itu menyakitkan ya," timpal Dito.
"Lo juga pernah," sidir Ricky pada Dito.
"Nah justru itu, jangan sampai bucin lo nggak berfaedah. Emang lo sesabar gue yang rela datang kenikahan gadis yang gue suka?"
"Lo mau nikah sama orang lain?" Samuel melirik Ara yang hanya memperhatikan. Tidak lupa menyerahkan piring berisi daging dengan potongan kecil.
"Ara maunya nikah sama Abang aja," jawab Ara membuat Samuel langsung menampilkan wajah songong. Merasa telah memenangkan perdebatan.
Setelah makan bersama bukanya pulang untuk memberi waktu pengantin baru berdua saja. Inti Avegas malah memilih bernyanyi dan bermain gitar. Jangan lupakan dua botol bir tanpa alkohol di tengah-tengah mereka.
"Ka!"
Azka yang hendak meneguk bir tersebut mengurungkan niatnya melihat tatapan Salsa. Tangannya beralih mengambil Cocacola di samping kiri.
Berbeda dengan Dito, Ricky dan Keenan yang tampak menikmati bir tersebut. Sementara Samuel dan Rayhan menahan diri karena memikirkan gadis yang mereka bawa.
Samuel selalu mengantuk setelah minum, jangan sampai itu terjadi di tengah jalan.
...****************...
Jangan lupa like dan ramaikan kolom komentar.
__ADS_1