Lost Love

Lost Love
Part 34 ~ Perubahan Ara


__ADS_3

Senyuman Ara mengembang sempurna karena tawarannya diterima oleh Samuel. Gadis imut itu membaringkan tubuhnya di atas ranjang dengan benda pipi di tangannya, dia langsung saja masuk ke grup chatnya bersama Alana dan Salsa. Grup chat yang dibuat oleh Alana.



Usai saling berbalas pesan satu sama lain, akhirnya Ara meletakkan ponselnya di atas nakas.


Dia segera bersiap-siap untuk pulang kerumah, tidak lupa membereskan barang yang dia bawa tempo hari.


Salsa dan Alana mengatakan kalau dia harus pindah agar Samuel tidak terlalu jenuh terus melihatnya hampir 24 jam. Alana menyarankan agar Ara memberi ruang untuk Samuel bergerak tapi bukan menjauh.


Waktu di sekolah sudah cukup bagi Alana.


"Semuanya beres," girang Ara setelah memasukkan semua pakaiannya dengan asal ke koper. Pencapaian pertama untuknya, bisa membereskan tanpa bantuan siapapun.


Gadis imut itu kembali duduk di atas ranjang sebelum keluar dari kamar. Memikirkan lagi saran-saran yang diberikan Alana dan Salsa.


"Ara lo jangan terlalu goblok, kalau El ngapa-ngapin lo, dan lo nggak suka bilang! Jangan terima gitu aja."


"Benar tuh, jadi cewek punya pendirian itu harus."


Ara tersenyum subringan, ketika kalimat Salsa dan Alana kembali memenuhi pikiranya. Dia segera menarik kopernya keluar dari kamar, tidak lupa mengendong boneka keropi yang dipeluknya.


Tidak lupa sebelum berpamitan pada mami Samuel, Ara memesan taksi lebih dulu. Memesan taksi dan makanan sudah diajarkan oleh Alana dan Salsa juga, jadi Ara sedikit mengerti.

__ADS_1


Tapi alamat-alamat yang dia tahu, hanya mansion, sekolah dan rumahnya sendiri. Namun, tidak masalah karena itu sudah peningkatan.


"Lah lo mau kemana Ra?" tanya Rayhan yang kebetulan ada di lantai bawah.


"Ara mau pulang kak Ray," jawabnya. "Ara titip dulu ya. Ara mau ketemu Mami ...." Gadis imut itu tidak jadi melangkah ketika melihat Fany dan Samuel berjalan menuruni anak tangga, di belakangnya juga ada Daren.


"Sayang, kok bawa-bawa koper?" tanya Fany berjalan cepat menghampiri Ara.


"Ara mau pulang Mam, kata Bunda Ara harus bisa jaga diri sendiri dan nggak ngerepotin siapapun terumata Abang," jawab Ara dengan senyuman.


"Baguslah kalau tau diri," celetuk Samuel.


Plak


"Nggak perlu Papi, Ara bisa pulang naik taksi." Ara menghampiri Daren dan Fany lalu mencium punggung tangannya.


Sementara ke empat manusia yang ada di ruangan tersebut menganga tidak percaya terutama Samuel. Naik taksi? Mereka tidak yakin Ara bisa melakukannya tanpa bantuan siapapun.


Karena tidak fokus Samuel tidak menyadari kalau Ara telah mencium punggung tangannya juga.


"Sayang, kamu serius mau naik taksi? Dianter sama Abang aja ya!" bujuk Fany takut calon menantunya kenapa-napa. Namun, Ara menolak dengan gelengan kepala.


Sungguh malam ini gadis imut itu terlihat berbeda di depan Rayhan, Fany, Daren dan Samuel. Gadis yang semula tidak tahu apa-apa, kini nekat naik taksi seorang diri?

__ADS_1


"Lo kesurupan setannya Alana ya?" tuduh Rayhan.


"Nggak!" sangkal Ara.


"Ya sudah kalau memang itu mau Ara, lagian Ara bukan anak kecil lagi. Hati-hati ya Nak," pasrah Fany karena teringat pesan Kirana agar tidak terlalu memanjakan Ara.


"Nyonya, ada taksi di depan," ucap sang pelayan.


"Suruh menunggu sebentar!" sahut Fany dan dibalas anggukan kepala oleh pelayan.


Fany memeluk tubuh Ara cukup erat, padahal ini bukanlah perpisahan. "Anak Mami udah mulai besar, udah cocok jadi istri," pujinya.


"El, bawain koper Ara ke depan!" perintah Fany.


Meski merasa malas, Samuel tetap saja membawa koper tersebut, bahkan sampai memasukkannya kedalam bagasi. Sebenarnya otak Samuel masih berputar mencari jawaban dari keanehan Ara malam ini.


"Karena taruhan?" batin Samuel. Laki-laki wajah tampan itu senyum mengejek kearah Ara yang tengah melambaikan tangannya pada orang tuanya setelah berada di dalam mobil.


"Lo nggak bakal menang Ra, dan gue nggak sabar nunggu satu bulan itu tiba," batin Samuel lagi.


Setelah taksi pergi membawa Ara, Samuel hendak masuk ke mansion. Namun, tangannya malah ditarik oleh maminya.


"Mau kemana? Sana ikutin taksinya! Mami nggak mau sampai calon menantu mami kenapa-napa!"

__ADS_1


__ADS_2