Lost Love

Lost Love
Part 192 ~ Berakhir bahagia


__ADS_3

Samuel, pria itu dengan setia menunggu istrinya di parkiran rumah sakit tanpa ada kata lelah menghampiri. Sebenarnya Ara meminta untuk pergi sendiri, tapi Samuel yang bucinnya sudah akut tidak membiarkan istrinya keluar rumah sendirian.


Senyuman pilot tampan tersebut merakah ketika melihat wanita yang dia cintai baru saja keluar dari lift. Dia segera membuka pintu mobil dari dalam, lalu mengulurkan tanganya.


Ara yang mengerti lantas meraih tangan Samuel untuk dia kecup. Duduk dengan tenang sambil menunggu Samuel mesamangkan sabut pengaman.


"Ngapain direktur rumah sakit ngajak kamu ketemu?" tanya Samuel sambil melajutkan mobilnya meninggalkan lingkungan rumah sakir Edelweis.


Tujuan Samuel dan Ara saat ini adalah rumah orang tua untuk berpamitan sekalian mengambil Asa yang sejak tadi menelpon karena merindukan Ara.


"Direktur minta aku buat ngambil pergantian dokter di LA."


"Diterima?"


Ara mengelengkan kepalanya. "Tidak, aku tidak mau berpisah sama Abang." Menyandarkan kepalanya di pundak Samuel.


Wanita itu perlahan-lahan memejamkan matanya yang terasa sangat pegal mungkin karena mengantuk, belum lagi tulang-tulangnya sangat remuk setelah digempur habis-habisan oleh Samuel tadi pagi.


Tidak membutuhkan waktu lama bagi keduanya untuk sampai di kediaman orang tua Ara. Kedatangan mereka disambut oleh anak kecil yang sejak tadi berdiri di ambang pintu menunggunya.


"Ayah!" pekik Asa berlari dan menghambur kepelukan Samuel yang langsung berjongkok. Hati Ara terasa hangat melihat interaksi keduanya yang sangat dekat meski tidak memiliki hubungan darah.


Ara berjalan perlahan untuk mendekati dua orang kesayangannya. Mengecup pipi Samuel bergantian dengan Asa. "Duduklah sebentar, bunda mau ketemu oma dulu," ucapnya dan berlalu pergi.


"Siap Bunda!" sahut Samuel dan Asa berbarengan.


Samuel membawa Asa memasuki rumah, terlebih cuaca sangat mendung takut kalau saja hujan tiba-tiba turun. Ara sangat tidak cocok dengan hujan dan Samuel takut Asa juga seperti itu.

__ADS_1


Dia mendudukkan diri di ruang keluarga, dimana terdapat banyak mainan boneka berbie berserakan.


"Asa main sendiri?"


Asa mengangguk cepat. "Asa nggak punya teman, bunda nggak izinin Asa keluar rumah," adunya.


"Kenapa?"


"Karena hidung Asa suka keluar sirup kalau mainnya lama-lama." Asa menjawab tanpa menatap Samuel. Gadis kecil itu sibuk memilin-milin jari manis Samuel yang tersemat dua cincin.


Ketika Asa hendak membisikkan sesuatu di telingan Samuel, orang yang akan dibicarakan datang membuat Asa urung.


"Kenapa nih kok pada diam? Kalian bicarain bunda ya?" Ikut duduk lesehan di karpet tebal depan Tv.


Ara baru saja bertemu bundanya yang berada di taman belakang. Berbicara banyak hal terutama tentang kepindahannya hari ini bersama Samuel.


"Asa mau ngomongin bunda ke ayah."


"Tentang?"


"Kalau bunda itu cantik, banyak yang suka. Ayah tahu?" Asa beralih menatap Samuel yang memperlihatkan wajah datarnya. "Banyak banget om yang datang kerumah mau jadi ayah buat Asa, tapi bunda nggak mau. Katanya Asa punya ayah di indonesia, ayahnya bisa terbang tinggi. Ayah bisa terbang?"


"Bisa!"


"Tidak!"


Sahut Ara dan Samuel serempak. Asa mengerjapkan matanya, bingung ingin mempercayai siapa. Ayah atau bundanya.

__ADS_1


"Ayah bisa terbang kalau bawa pesawat soalnya ayah nggak punya sayap," jelas Samuel yang menjawab tidak tadi.


Asa mengangguk-anggukkan kepalanya patuh, berdiri dan menjadi penegah antara Samuel dan Ara karena posisi keduanya terlalu intim, dimana tangan Samuel sejak tadi bertender di perut sang istri.


"Asa mau dedek yang banyak. Kata oma Asa nggak boleh ikut ayah bunda biar dapat dedek banyak."


"Hah?" Ara mengenga tidak percaya, berbeda dengan Samuel yang mengulum senyum.


Jangankan Asa meminta, tanpa diminta oleh siapapun Samuel siap memproses kecebongnya setiap malam.


"Jangan senyum-senyum ih." Mencubit perut Samuel.


"Aduh sakit Bunda, jangan cubit perut ayah ih," keluh Samuel.


Tawa seketika meledak di ruang keluarga tersebut. Rasa bahagia akhirnya menghampiri Ara dan Samuel setelah cinta meteka diuji dengan berpisah selama 14 tahun, belum lagi ancaman dari Sagara yang entah sekarang berada di mana.


Kisah cinta yang diawali dengan perjodohan berakhir karena kesalahpahaman dan kembali bersatu dengan perjodohan pula.


Kisah cinta rumit yang akhirnya bersatu.


...Ending...


...****************...


Terimakasih sudah mengikuti kisah Elara sampai sejauh ini. Maafkan otor jika endingnya tidak sesuai dihati kalian.


Mohon doanya untuk visual Samuel yang telah pergi mendahului kita.

__ADS_1


Sampai jumpa dicerita Dito yang akan publis tgl 1 nanti🄰


__ADS_2