
Jika dulu Samuel akan menahan-nahan diri untuk menemui Ara, maka sekarang tidak lagi karena tidak ingin kehilangan gadis imut tersebut.
Seperti saat ini, Samuel menemui Ara di kelasnya setelah makan siang tiba. Dia berdiri di ambang pintu memperhatikan Ara tengah berbicara dengan Edgar tanpa sentuhan fisik apapun.
"Ra, ada Samuel." Dapat Samuel dengar apa yang dikatakan Edgar hingga membuat Ara menoleh padanya.
Gadis imut itu langsung berdiri dan menghampirinya.
"Abang, mau makan siang? Ara belum lapar," jujur Ara.
"Minum susu," jawab Samuel memperlihatkan kresek di tangannya.
"Oh minum susu." Ara tersenyum manis, segera membalik tubuhnya menatap Edgar yang tengah memakan bekal yang dia bawa tadi. "Milo, Ara pergi dulu ya," izinnya dan menarik tangan Samuel meninggalkan kelasnya.
"Bekal dari siapa?" tanya Samuel.
"Oh itu tadi Ara bawa dari mansion Abang. Kemarin Milo bilang udah kenyang tapi perutnya bunyi jadi hari ini Ara bawain bekal. Kata Bunda, kalau ada teman bilang kenyang pas sekolah biasanya bukan beneran kenyang, tapi nggak punya uang," jelas Ara panjang lebar agar Samuel tidak salah paham.
Dan benar saja Samuel tidak lagi bertanya. Terlebih laki-laki wajah dingin itu lebih tahu latar belakang Edgar dibading Ara sendiri.
Sebelum mengizinkan Edgar berteman dengan Ara, Samuel lebih dulu menyelidiki latar belakangnya. Jangan sampai seperti Leo yang menyamar menjadi cupu hanya karena nengincar Salsa.
"Abang, kita mau kemana?" tanya Ara ketika Samuel sudah melewati pagar tinggi yang terbuka lebar tanpa penjagaan sama sekali.
"Warung," balas Samuel terus berjalan.
Laki-laki wajah dingin itu menarik kursi setelah sampai di warung bu warni. Samuel memilih bagian dalam karena bagian luarnya dihuni anggota Avegas.
__ADS_1
"Minum susu lo!" perintah Samuel.
"Ah iya Ara hampir lupa." Dengan sigap Ara mengambil kotak susu dengan ukuran sedang lalu meminumnya.
Mata gadis imut itu membulat sempurna ketika salah satu cowok meletakkan kotak dihadapannya berisi perman susu berbagai macam rasa.
"Abang ini punya Ara?" tanyanya dengan binar mata bahagia.
"Hm."
"Huaaaa, makasih Abang. Ara cinta sama Abang." pekiknya langsung memeluk permen susu tersebut. Kebetulan permennya dirumah hampir habis.
"Bagi dong!"
Ara mengelengkan kepalanya dengan bibir manyun, jangan harap Ara akan memberikan sesuatu yang dia sukai terlebih itu dari tunangannya.
"Satu doang Ra, palit banget sih."
Ara tetap mengelengkan kepalanya. "Jangan yang ini, Ara bakal beliin yang lain," balas Ara, membuat Rayhan mengendurkan pengangannya.
Bukan karena ucapan Ara, melainkan tatapan Samuel yang membuat Rayhan ciut.
"Aelah santai aja kali tatapannya. Gue bisa beli sendiri," ucap Rayhan dan kembali ke teman-temannya untuk merokok.
"Kalau habis bilang aja."
"Iya, makasih ya Abang udah perhatian sama Ara. Udah mau beliin Ara perman. Biasanya Abang nggak suka kalau liat Ara ngemut permen." Cengir Ara tanpa dosa.
__ADS_1
Gadis imut itu langsung menutup kotak tersebut takut jika Rayhan kembali lagi. Setelah dirasa aman, Ara menyandarkan kepalanya dipundak Samuel.
"Ara ngantuk Bang, tidur bentar aja ya," izinnya dan perlahan-lahan memejamkan mata.
Hal itu Samuel pergunakan untuk menatap Ara terang-terangkan. Jujur saja ingin rasanya Samuel mencubit pipi Ara saat mempertahakan permen pemberiannya.
Ternyata sangat mudah membuat Ara bahagia, dia yang mempersulitnya sendiri.
"Maafin gue Ra," lirih Samuel membenamkan bibirnya di puncuk kepala Ara.
"Woy El!" teriak Keenan.
Samuel langsung menoleh dan meletakkan telujuknya di bibir, seakan mengatakan jangan ribut. Keenan yang mengerti tidak lagi ngengas.
"Jadi nggak?"
"Jadi, pulang sekolah nanti," jawab Samuel.
Mereka berencana akan ke mall lebih dulu untuk mencari kado untuk ketuanya. Entah, sebenarnya Samuel bingung harus membeli apa, hingga dia akan mengajak Ara ikut serta bersama teman-temannya.
Kini Samuel beralih pada Ara yang mulai mengeluarkan dengkuran halus dimulutnya.
"Jangan tinggalin gue Ra, meski gue emosian dan nggak beri lo kepastian."
...****************...
Jangan lupa meninggalkan jejak dan ramaikan kolom komentar.
__ADS_1