Lost Love

Lost Love
Part 119 ~ Teman baik


__ADS_3

Setelah sampai di halaman belakang rumah Azka dan Salsa. Ara langsung melepaskan diri dari rangkulan Rayhan lalu menghampiri sang kekasih yang ternyata duduk santai di sofa seraya memainkan gitar entah milik siapa.


"Abang kenapa ninggalin Ara?" tanya gadis imut itu ikut duduk di samping Samuel masih memeluk jaket laki-laki itu.


Samuel hanya melirik sekilas dan mengambil jaket di pelukan Ara. Tanpa mengatakan apapun dia membuka jaket tersebut lebar-lebar dan menutup paha Ara.


Di rumah itu memang tidak ada orang lain selain sahabatnya. Tapi perlu kalian ingat, mereka juga laki-laki normal yang mempunyai nafsu dan Samuel tidak suka itu.


Pertama tidak ingin dikhianati, kedua tidak ingin persahabatannya hancur karan perempuan.


"Abang marah karena apa sama Ara?" tanya Ara, tapi lagi-lagi Samuel sibuk dengan gitarnya.


Gadis itu menghela nafas panjang. Mengedarkan pandangannya pada padang rumput yang telah digelari karpet oleh Keenan dan Dito.


"Aduh gimana ya? Gue lupa beli bahan-bahannya tadi. Tunggu bentar ya, gue belanja dulu," ucap Salsa sedikit tidak enak karena melupakan sesuatu padahal sahabat suaminya sudah pada datang.


Langkah gadis rambut sebahu itu berhenti ketika tangannya ditarik oleh sang suami.


"Ray aja, kamu sejak tadi ngurus rumah mulu belum istirahat. Kamu itu habis operasi Sal," tegur Azka tidak membiarkan istrinya ke lelahan.


Azka melempar kunci mobilnya juga menyerahkan atm pada Rayhan. "Belanja kuy, sama Iky atau Dito," perintah Azka.

__ADS_1


Rayhan yang di suruh langsung menangkap kunci mobil juga atm ketuanya yang sering kali dia bobol bersama Ricky. Laki-laki plaboy itu bukannya menghampiri Rikcy, malah menarik tangan Giani yang sejak tadi berdiri di ambang pintu.


"Sama pacar gue aja deh," celetuknya dan berjalan memasuki rumah.


"Nggak usah ngaku-ngaku, gue bukan pacar lo!" sentak Giani.


Semua tingkah sahabat-sahabat Samuel tidak pernah lepas dari perhatian Ara yang sejak tadi hanya duduk. Dia ingin seperti yang lain, tapi kenapa tidak bisa? Jika bergabung, dia hanya bisa mengacaukan situasi. Ara sadar hal itu.


"Ara sini!"


Ara menoleh ke sumber suara dimana Salsa berdiri di samping Azka.


"Abang Ara ke sana dulu ya." Izinnya langsung menyingkirkan jaket yang ada di pahanya. Menghampiri Salsa yang tengah melepar senyum.


"Hm, ikut gue ke kamar yuk!" ajak Salsa menarik tangan Ara menuju kamar setelah berpamitan pada sang suami.


Gadis berambut sebahu itu membimbing Ara agar duduk di tepi ranjang setelah berada di kamar.


"Tunggu bentar," ucapnya dan dijawab anggukan oleh Ara.


Tatapan Ara tertuju pada Salsa yang kini kembali membawa celana jeans berwarna hitam. Sepertinya baru, terlihat dari plastik dan merknya belum di lepas.

__ADS_1


"Buat lo, ayo pakai!"


"Kenapa buat Ara? Ara udah pakai celana kok," jawab Ara urung mengambil calana jens pemberian Salsa.


"Lo tau kenapa sejak tadi Samuel nggak mau ngomong sama lo?" tanya Salsa dan dijawab gelengan oleh Ara.


"Itu karena dia marah pakaian lo terlalu terbuka Ara. Bukan cuma Samuel, tapi laki-laki manapun nggak suka kalau tubuh orang yang dicintainya itu dilihat banyak orang. Jadi biar El nggak marah, lo pakai ini ya?" bujuk Salsa setelah menjelaskan apa penyebab Samuel marah.


Memang Salsa termasuk gadis yang terlalu peka untuk ukuran perasaan seseorang, itulah mengapa Azka yang notabenya emosian dan mempunyai sisi kelam tentang keluarga nyaman di dekan Salsa.


"Jadi Abang marah karena itu? Kok kak Salsa bisa tau?"


"Tau aja. Buruan gih pakai ini terus kita ke bawah. Takutnya Ray sama Giani juga udah datang!"


Ara mengangguk dan mengambil celana tersebut. "Makasih kak udah jelasin sama Ara. Ara ganti dulu ya." gadis imut itu masuk ke kamar mandi untuk mengganti celananya dan kembali menemui Salsa.


Berjalan beriringan kembali ke halaman belakang bergabung dengan yang lain.


"Kakak beruntung banget Kak Azka sayang sama kak Salsa. Nggak biarin kakak kelelahan. Beda banget sama Ara."


"Nggak kok, lo juga beruntung punya tunangan kayak El. Dia itu baik dan perhatian, sayangnya terlalu gengsi. Pepet aja terus, nanti juga luluh kayak Azka."

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa like dan ramaikan kolom komentar.


__ADS_2