Lost Love

Lost Love
Part 36 ~ Menemui Sasa


__ADS_3

Ara berjalan menuju kantin dengan senyuman yang tidak pernah pudar di wajahnya. Di tangan gadis imut itu terdapat kotak makan untuk tunanganya.


Dia menghampiri segerombolan laki-laki tampan yang ada di meja paling ujung yang berada di kantin sekolah. Ara meletakkannya tepat di depan Samuel.


"Abang nggak usah beli, Ara bawa khusus buat Abang," ucap Ara dengan senyumnya.


Tanpa banyak bicara, Samuel langsung mengambil kotak bekal tersebut lalu memakannya di depan inti Avegas lainnya, itu membuat Ara sangat bahagia.


"Abang suka?" tanya Ara ikut duduk di samping Samuel setelah Keenan berpindah tempat.


"Biasa aja," jawab Samuel meneguk air dingin diatas meja.


"Tumben lo nggak buang?" celetuk Rayhan.


"Ada hati mungkin," timpal Ricky. Sementara Azka dan Keenan hanya menatap biasa-biasa saja.


"Perjanjian bro," teriak Dito yang baru saja datang bersama adik kelas membawa nampang berisi makan siang mereka. Laki-laki itu mendapat tugas memesan makanan hari ini, tentu saja uang dari sang ketua.


Semua tatapan inti Avegas tertuju pada Dito.


"Maksud lo apa?"


"Ara sama Abang berjanji bakal baik-baik selama sebulan. Nanti setelah itu kalau Abang nggak suka sama Ara, maka Ara pergi dan batalin pertunangan," jelas Ara dengan polosnya. Toh Samuel ataupun Alana tidak menyuruhnya menyembunyikan hal tersebut pada siapapun.


Ini Avegas mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.


"Baguslah, setidaknya nggak ada yang tersakiti selama sebulan penuh," celetuk Keenan.

__ADS_1


"Ide dari siapa dan lo tau dari mana?" todong Ricky yang merasa ketinggalan informasi.


"Dari Alana," jawab Dito.


"O," sahut Rayhan seperti meledek.


***


"Abang, tungguin Ara!" teriak Ara berlari menghampiri Samuel yang bersiap meninggalkan pekarangan sekolah.


"Gue nggak bisa!" tolak Samuel sebelum Ara meminta lebih dulu.


"Kenapa?" tanya Ara dengan raut wajah kekecewaan.


"Mau jalan sama Caca, lo naik taksi aja!" jawab Samuel lalu melajukan motornya meninggalkan lingkungan sekolah SMA Angkasa.


Tidak membutuhkan waktu lama baginya untuk sampai di SMA Aleksander, sebab jalanan begitu lenggang di sore hari.


"Kirain Mas pacar bakal telat karena ada latihan basket," ucap Sasa setelah Samuel berhenti tepat di hadapannya.


"Nggak bisa buat lo nunggu." Samuel menyerahkan helm pada Sasa. "Tas lo siniin." Dia meminta tas Sasa yang terlihat berat.


Dengan senang hati gadis cantik itu memberikan tasnya, kebetulan tangannya sudah pegal sejak tadi sebab membawa banyak buku.


Seperti biasa, Sasa memeluk pinggang Samuel setelah berada di atas motor.


"Go, Mas pacar!" seru Sasa lalu tertawa girang.

__ADS_1


Samuel langsung saja melajukan motor perlahan-lahan. Selain ada nyawa yang dia bawa, dia juga ingin menikmati waktu berdua saja dengan Sasa.


Karena besok sampai satu minggu kedepan, dia harus mengantar jemput Ara seperti perjanjiannya bersama Rayhan, atau laki-laki itu akan mengatainya pegecut karena tidak menepati janji. Hari ini pengecualian karena Ara datang dengan Edgar tadi.


Lama berkendara akhirnya Samuel dan Sasa sampai di dermaga. Tempat yang selalu keduanya kunjungi jika jalan-jalan. Sasa dan Samuel sama-sama menyukai laut jadi tidak ada pertentangan antara keduanya.


"Jadi ingat terakhir kita kesini pas aku diserempet motor," cengir Sasa.


"Itu karena lo nggak hati-hati," sahut Samuel.


"Iya."


Samuel menarik tangan Sasa ketika akan duduk. "Tunggu," ucapnya, lalu melepaskan jaket yang dia kenakan kemudian meletakkan di papan dermaga. "Duduklah!"


"Sosweet banget, makasih Mas Pacar." Sasa memeluk lengan Samuel ketika sudah duduk di sampingnya. Tidak lupa menyandarkan kepalanya di pundak kekar sang kekasih.


Sebenarnya dia takut mengatakan hal ini pada Samuel, tapi dia lebih takut jika kehilangan laki-laki wajah dingin tersebut.


Sasa menyatukan jari-jemari mereka dan menguncinya dengan mengeggam tangan kekar Samuel.


"Aku nggak mau kehilangan Mas Pacar."


"Gue juga," jawab Samuel.


"Janji kan setelah aku cerita, mas pacar nggak marah?"


"Cerita dulu!"

__ADS_1


Sasa mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secera perlahan sebelum bercerita.


"Malam itu aku nggak pergi sama Abang, aku pergi sama teman-teman aku ke sebuah Villa buat ngerayain ultah salah satu teman ....


__ADS_2