Lost Love

Lost Love
Part 52 ~ Tamu tak diundang


__ADS_3

"Bunda, Ara kangen." Gadis imut tersebut mengerucutkan bibirnya hingga terlihat samakin lucu.


Kini Ara sedang melakukan video call dengan bundanya di malam hari.


"Bunda juga kangen sama Ara, gimana kabarnya Nak?" tanya Kirana di seberang telpon.


"Ara udah pintar. Ara juga bisa naik taksi sendiri dan masak mie tanpa diawasin sama bibi," cerita gadis itu antusias.


Kirana tertawa di seberang telpon. "Bunda senang dengarnya Nak. Ini pasti karena Mami dan Abang ya? Abang sayang kan sama Ara?"


Ara mengangguk antusias. "Abang sayang banget sama Ara Bunda. Abang selalu jaga Ara dan nggak biarin Ara luka," jawabnya dengan penuh kebohongan.


Gadis imut itu tidak ingin ada yang membenci tunangannya terlepas bagaimana sifat laki-laki wajah dingin tersebut. Karena bagaimanapun keadaanya, Ara masih mencintai Samuel.


Sekarang Ara hanya menepati janji yang telah dia ucapkan, sampai Samuel sendiri yang meminta kembali lagi. Entah sampai kapan dia akan setia, intinya jika lelah dia akan pergi dengan sendirinya tanpa sepengetahuan siapapun.


Gadis imut tersebut mengerutnya keningnya ketika mendengar suara motor berhenti.


"Bunda udah dulu ya, Ara ada tamu," ucapnya.


"Ya udah, hati-hati dirumah Nak. Jangan terima tamu sembarangan."


Ara mengangguk sebelum menutup sambungan telpon. Gadis yang tengah memakai piyama pink bergambar hello kitty tersebut berlari keluar kamar untuk menemui tamunya.


Jika pengendara bermotor, Ara pastikan itu orang yang dia kenal. Mungkin saja Keenan, Rayhan, Edgar maupun Samuel sendiri meski itu sedikit mustahil tanpa perintah siapapun.


Ara membuka pintu lebar-lebar, senyuman yang sempat terbit, kini memudar perlahan digantikan dengan kerutan di kening.

__ADS_1


Dia berusaha mengigat siapa gerangan laki-laki yang berdiri di hadapannya.


"Kakak siapa?" tanya Ara.


"Lo lupa sama gue?" Ara mengangukkan kepalanya.


Laki-laki itu tertawa, duduk di kursi teras tanpa dipersilahkan oleh pemilik rumah.


"Gue Sagara, Abangnya Sasa," jawab laki-laki tersebut.


Dengan ragu, Ara mendekat dan duduk di kursi lainnya. Menatap Sagara dengan tatapan polos tanpa rasa curiga sedikitpun.


"Oh kakak, abangnya Sasa? Kenapa kerumah Ara?"


"Tinggalin Samuel dia bukan orang baik buat lo!"


"Abang baik kok sama Ara," jawab gadis imut tersebut.


Ara terperanjat kaget ketika meja di gembrak lumayan keras oleh Sagara. Gadis itu menunduk takut ketika tatapan Sagara berubah tajam.


"Dia pembunuh!"


"Abang bukan pembunuh!" teriak Ara entah mendapat keberanian dari mana.


Sagara senyum licik. Berdiri dan mengunci pergerakan Ara dengan menumpu kedua tangannya di pejanggah kursi.


"Dia laki-laki brengsek asal lo tau. Samuel menghamili adek gue dan nggak mau tanggung jawab!" ucap Sagara penuh tekanan, berusaha meracuni pikiran Ara.

__ADS_1


"Abang nggak gitu ...." lirih Ara menundukkan kepalanya.


"Lupakan dia dan jadi pacar gue!" pinta Sagara sedikit memaksa.


"Ar-ara nggak mau jadi pacar Kakak. Ara nggak suka sama ... sakit ...." Lirihnya ketika rahang mungilnya dicengkram oleh Sagara.


Gadis imut itu terpaksa mendongak karena ulah Sagara. Air mata berhasil membasahi pipi Ara ketika dia tidak bisa mengerakkan kepalanya padahal Sagara hampir mencium bibirnya.


"Jangan kak, Ara mohon," lirih Ara.


"Lo harus jadi milik ...."


Bugh


"Aaakkkkhhhh!" Sagara mengerang ketika punggungnya dihatam oleh helm dari belakang. Laki-laki itu melepas kasar rahang Ara membuat gadis itu semakin meringis.


"Oh jadi lo mau jadi pahlawan, hm?"


"Jangan ganggu Ara sialan, urusan lo sama gue!" ucap Samuel berapi-rapi menarik kerah baju Sagara agar kehalaman lebih luas.


Laki-laki wajah dingin tersebut menghajar Sagara sekuat yang dia bisa, tentu saja mendapat serangan balik. Berbagai tendangan juga pukulan Samuel layangkan begitupun dengan Sagara, hingga keduanya terkapar di atas rumput imitasi milik Ara.


Bugh


Uhuk


"Pengecut lo berani nyerang orang terdekat gue!" geram Samuel menginjak perut Sagara hingga laki-laki tersebut terbatuk dan memuntahkan darah segar.

__ADS_1


Samuel memang tidak mudah dikalahkan, selama ini dia selalu kalah di depan Sagara karena sadar diri posisinya salah, tapi sekarang tidak lagi.


Laki-laki itu baru saja akan melecehkan tunangannya.


__ADS_2