
Setelah menerima surat dari Kepala Sekolah, Lang langsung di tinju ayahnya.
"Dasar anak tidak berguna. Kenapa kau selalu memalukan keluarga kita haa." Ayah Lang sangat marah.
"Jika bukan karena Kepala Sekolah kau pasti sudah masuk penjara." Sambungnya.
"Ibu pulang...." Ibu Lang pulang dari kantor
"Ayah!!! Kenapa kamu memukul Lang?" Ibu Lang mengejar dan memeluk Lang.
"Dia memalukan keluarga kita. Dia mematahkan tulang rahang seorang gadis dan berurusan dengan polisi." Ayah Lang sangat marah.
"Biar aku yang ngobrol sama Lang. Kamu harus cepat-cepat ke kantor, kamu taukan hari ini ada rapat sama perusahaan luar negeri." Ibu Lang menenangkan ayahnya.
"Untung Ibumu ada disini. Kalau tidak, kau pasti mati di tanganku." Ayah Lang langsung berangkat ke Kantor.
"Lang... Kamu taukan ayahmu itu banyak kenalan. Mulai hari ini kamu pindah kerumah Tante mu. Ibu akan mengurus Surat Pindah Sekolah mu. Jika kamu terus disini, Ibu takut kamu terus-terusan ditinju ayahmu. Maaf ya nak, Ibu tidak mau kamu kenapa-kenapa." Kata Ibu Lang dengan lembut.
"Baiklah bu, Aku turuti kata-kata Ibu." Lang sangat menurut kepada Ibunya.
Lang langsung mengambil barang-barangnya dan langsung berangkat bersama Ibunya.
"Lang, Ibu harap kamu jangan bikin ulah disini ya nak. Ibu akan mengunjungimu setiap akhir minggu." Kata Ibu Lang.
"Tenanglah kak, dia gak bakal bikin ulah disini. Jika dia bikin Ulah biar aku yang mengurusnya karena telah membuat kakakku tercinta kecewa." Tante Lang mengancamnya.
"Kamu jangan keras-keras sama Lang ya Tiara. Jika tidak Kakak yang akan memukulmu." Ibu Lang mengancam tantenya.
__ADS_1
"Tenang saja kak, adikmu ini pasti bisa diandalkan." Kata Tante Lang.
Ibu Lang berangkat pulang.
"Tante dengar kamu meninju seorang gadis yaa." Tante Lang menggoda.
"Kalau sudah tau kenapa malah ditanyakan lagi." Lang langsung mengangkat barangnya dan masuk kerumah tantenya.
"Besok cepat bangun ya, biar tante ajak berkeliling." Teriak Tante Lang.
"Terserahlah." Jawab Lang.
Keesokan harinya, Lang diajak tantenya untuk mengelilingi desa.
"Kamu besok akan sekolah di sana." Tante Lang menunjuk sebuah SMP.
"Ingat kata Ibumu, kamu gak boleh membuat onar. Tante sih gak setuju kamu sekolah di SMP itu." Sambungnya.
"Heehhh, ternyata keponakan tante sangat kalem yaa." Sambil mencubit pipi Lang.
"Sudahlah jangan anggap aku anak kecil lagi. Kapan kita pulang, aku bosan." Kata Lang.
"Hoohhh, Lang si kurcaci malah memerintah." Tante mengejek Lang dan langsung berangkat pulang.
Sesampainya dirumah, Lang menghabiskan waktunya dengan belajar. Lang bertekad untuk mendapatkan peringkat 1 di sekolah itu dan membuat Ibunya senang dan bangga. Lang tidak pernah keluar kamar kecuali saat mengambil makanan, minuman, mandi dan buang air. Lang tidak pernah mau diajak Tantenya untuk berkenalan dengan penduduk desa.
Keesokan harinya, Lang berangkat menuju sekolah barunya.
__ADS_1
"Ingat kata Ibumu, jangan membuat onar lagi." Tante Lang mengantarkannya sampai gerbang sekolah.
"Aku mengerti." Jawab Lang dan langsung masuk ke sekolah.
*Saat di ruang kelas....
"Semuanya duduk, hari ini kita kedatangan teman baru. Lang silahkan perkenalkan diri kamu." Kata Wali murid.
"Namaku Kiru Lang Kuarta. Salam kenal." Kata Lang memperkenalkan diri.
"Aaa, baiklah Lang silahkan duduk di kursi yang kosong ya." Kata Wali kelas itu kepada Lang.
*Saat jam istirahat....
"Hey ayo ganggu kurcaci baru kita." Kata seorang murid dan mengajak teman-temannya untuk mengganggu Lang.
"Jangan ganggu, aku kesini bukan untuk bertarung, tapi belajar." Kata Lang kepada mereka yg sudah mengepung dia.
"Hohohoho, ternyata si kurcaci punya nyali juga melawan murid paling ditakuti di sekolah kita ini." Murid itu menyombongkan dirinya sendiri.
"Aku akan memberi kurcaci ini pelajaran." Murid itu menarik kerah baju Lang.
"Baiklah, kau yang disana akan jadi saksiku ya." Lang menunjuk siswa kutu buku.
"Jika kau menang aku bersedia jadi saksimu." kata siswa itu dengan santainya.
"Baiklah..." Lang tersenyum dan langsung memberikan pukulan keras di hidung murid itu.
__ADS_1
Murid itu berlari keluar kelas sambil menangis dengan sangat keras. Setelah itu Lang dipanggil kekantor. Lang mengajak seorang murid yang ditunjuknya sebagai saksi tadi. Si murid saksi menjelaskan dengam detail tentang kejadian antara Lang dan Murid berandalan tadi, sebagai hukuman Lang dan murid berandalan tadi hanya mendapat hukuman bersih-bersih saat jam pulang.
Sejak kejadian itu, semua murid di SMP 5 takut untuk mendekati Lang. Lang juga tidak acuh terhadap sikap para murid kepadanya. Lang hanya fokus belajar dan selalu menjauhi segala hal yang mengganggu proses belajarnya.