
Satu hari sebelum perjanjian berakhir
Sasa duduk termenung di dalam kamarnya seraya memandangi benda yang ada di tangannya. Dia tidak percaya dengan ini, sungguh.
Rasanya gadis cantik itu ingin menghilang mengetahui fakta yang sebenarnya.
"Nggak mungkin!" teriak Sasa dengan air mata berderai. Gadis cantik itu melempar semua barang yang ada di dalam kamarnya untuk menghilangkan segala rasa campur aduk di dalam hayi.
Emosi, takut, dan cemas, semuanya bercampur menjadi satu untuk saat ini.
"Aku nggak mungkin hamil," lirih Sasa bersandar pada kaki ranjang. Karena kecerobohannya malam saat di Villa, ini semua terjadi.
"Bagaimana kalau El tau dan ninggalin aku?" lirih Sasa dengan suara seraknya.
***
Ara melirik selang infus di tangannya, gadis imut itu sekarang berada di rumah sakit sudah tiga hari lamanya karena demam. Dia tidak mengizinkan Fanu memberitahu orang tuanya tentang hal ini.
Di samping brangkar ada mami Fany yang setia menjaganya beberapa hari terakhir. Dia tersenyum.
"Ara udah sembuh Mam, Ara mau pulang!" rengeknya.
Fany mengeleng. "Wajah kamu masih pucat Nak, belum bisa keluar kata dokter. Lagian nyari perkara sendiri. Kalau otak nggak mampu tuh jangan dipaksa Sayang, ginikan jadinya," omelnya.
"Tapi Ara pengen pintar kayak Abang, biar Abang suka sama Ara," lirih gadis imut tersebut.
Memang 20 hari terakhir, Ara terlalu fokus belajar tanpa memperhatikan kesehatannya. Selain karena ingin Samuel suka padanya, dia juga ingin lulus dengan nilai terbaik agar bisa menjadi seorang dokter.
Bergaul dengan Alana dan Salsa membuat Ara berubah sedikit demi sedikit. Tidak ada lagi Ara yang bodoh. Ara yang selalu menuruti keinginan Samuel meski merasa sakit hati.
__ADS_1
Menjadi mandiri sudah Ara terapkan sedikit demi sedikit. Pulang sekolah tidak lagi meminta Samuel mengatarnya, dia akan pulang sendiri.
Hanya saja dia masih berusaha mendapatkan hati Samuel dengan caranya sendiri.
Atensi Ara dan Fany teralihkan pada pintu di mana laki-laki wajah dingin masuk.
"Akhirnya datang juga nih anak," ucap Fany menyambut kedatangan Samuel.
"Kenapa nyuruh El ke rumah sakit? Mam, El ada urusan penting," jelas Samuel.
Laki-laki wajah tampan itu ada janji bertemu dengan Sasa hari ini, tapi dia juga tidak bisa menolak keinginan maminya.
"Urusan apa hah? Nggak ada yang lebih penting selain merawat calon istri sendiri!" omel Fany.
Wanita paruh baya itu menarik tangan Samuel agar segera duduk di samping brangkar. "Jagain Ara sampai mami kembali!"
"Hm."
"Abang tolong ambilin minum!" pinta Ara ketika tangannya tidak sampai.
Tanpa banyak bicara, Samuel langsung saja memberikan air tersebut pada Ara.
"Lo sehat kan?"
Ara mengangukkan kepalanya. "Ara udah sehat."
"Gue tinggal tapi lo jangan ngadu sama Mami!"
Ara mengelengkan kepalanya. "Jangan tinggalin Ara sendirian Bang, gimana kalau ada hantu?"
__ADS_1
"Ck!" decak Samuel tidak suka.
Laki-laki wajah dingin itu memilih berbaring di sofa seraya memperhatikan Ara yang juga menatap dirinya.
Sebenarnya Samuel bingung dengan hatinya sendiri. Dia tidak ingin meninggalkan Sasa tapi juga tidak ingin kehilangan Ara. Entah apa yang hatinya ingingkan Samuel juga tidak tahu.
"Abang ingat besok hari apa?" tanya Ara.
"Ingat," jawab Samuel cepat.
"Sekarang perasaan Abang udah berapa persen ke Ara?" tanya gadis imut itu lagi.
"Nol!"
Ara menghembuskan nafas panjang, jawaban itu tidak pernah berubah sejak dulu. Mungkinkah hubungan mereka akan berakhir besok?
Gadis imut tersebut merubah posisi tidurnya membelakangi Samuel, memperhatikan cincin yang tersemat di jari manisnya. "Ternyata Abang nggak suka sama Ara, tapi kok sikapnya beda ya?" gumam gadis itu.
"Ah iya, Ara lupa kalau Abang harus baik sama Ara selama sebulan."
"Iya halo ...."
Ara membalik tubuhnya ketika mendengar suara Samuel, dan memperhatikan Samuel yang berjalan keluar dari ruang rawat tanpa berpamitan.
"Pasti yang telpon Sasa," tebak Ara, gadis imut itu melepaskan cincin yang tersemat di jari manisnya. Lagi pula sudah jam 9 malam, tinggal beberapa jam lagi hubungan mereka akan berakhir.
...****************...
Gais jangan lupa mampir di novel teman online aku ya
__ADS_1