Lost Love

Lost Love
Part 59 ~ Berbaikan


__ADS_3

Mudah terprovokasi dan mudah luluh, itulah Ara, hingga suasana hatinya kadang tidak menentu dan berubah-ubah setiap saat.


Seperti saat ini, baru saja dia merasa sedih karena ucapan Sesil. Senyuman gadis imut itu kembali mengembang setelah sampai di rumah diantar oleh Samuel.


"Makasih Abang udah anter Ara pulang. Maaf juga tadi Ara buat Abang marah di mobil. Abang janji bakal suka sama Ara?"


"Hm."


"Kapan Abang bakal suka sama Ara?" tanyanya lagi.


Bukannya menjawab, Samuel malah berjalan memasuki rumah Ara membawa boneka dan beberapa belanjaan lainnya yang telah di pisahkan oleh maminya tadi.


Tanpa meminta izin pada pemiliknya, dia langsung masuk ke kamar gadis imut tersebut. Tapi itu sama sekali tidak membuat Ara marah. Malah gadis imut tersebut senang karena Samuel ingin menginjak kamarnya lagi setelah drama sakit yang sempat dia alami saat orang tuanya masih ada di indonesia.


Ara terus memperhatikan gerak-gerik Samuel seperti mencari sesuatu. Dia menghampiri tunangannya dengan senyuman.


"Abang nyari apa? Biar Ara bantu," tanyanya.


"Cincin lo," jawab Samuel tanpa berbalik. Malahan membuka beberapa laci hanya untuk mencari cincin tunangan agar Ara segera memakainya.


"Oh cincin tunangan kita? Ara simpan di sini." Ara menunjuk lemari boneka yang sangat besar di dalam kamarnya. Mengambil boneka hello kitty ukuran sedang lalu memangkunya setelah duduk di atas kerpet.

__ADS_1


Samuel ikut duduk dihadapan Ara, memperhatikan apa yang akan di lakukan gadis imut tersebut. Ternyata Ara membuka resleting yang terdapat diperut boneka itu lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil.


"Ta'da ... Ara simpan cincinnya baik-baik biar nggak hilang." Gadis imut itu menyerahkan cincin pada Samuel. "Abang mau ngapain cincinnya? Kalau mau dibuang, biar Ara simpan aja ...." Kalimat Ara terhenti ketika tangannya ditarik oleh Samuel.


Dia mengerjap-erjapkan matanya melihat Samuel memasangkan cincin dengan lembut di tangannya. Padahal saat hari pertunangan dulu, Samuel melakukannya dengan kasar.


"Tangan lo jelek kalau nggak pakai cincin," ucap Samuel lalu beranjak dan duduk di sofa pink milik Ara.


Sementara pemilik kamar masih mencerna setiap kejadian yang di alaminya di dalam kamar tersebut.


"Kita tunangan lagi Abang?" tanya Ara.


"Hm."


"Hm."


Sontak Ara melempar boneka hello kitty tersebut dan bersorak gembira. Berlari ke arah Samuel dan langsung naik ke pangkuan laki-laki wajah dingin tersebut dan memeluknya sangat erat.


"Ara senang jadi tunangan Abang lagi!" teriaknya tanpa sadar membuat telinga Samuel berdeging.


"Berarti Ara nggak usah ngomong sama Bunda dan Mami? Kita bakal nikah nanti?" tanyanya lagi hingga Samuel hampir bosan dan emosi.

__ADS_1


Laki-laki wajah dingin itu kembali mengangukkan kepalanya dengan tangan melingkar di pinggang Ara agar gadis imut itu tidak terjatuh.


Tidak tahukah Ara bahwa jantung Samuel sekarang berdetak sangat cepat sampai ingin melompat dari tempatnya? Bahkan detakan jantung sehebat ini tidak pernah dia rasakan saat pertama kali pacaran dengan Sasa.


Tersadar dengan posisinya saat ini, Samuel langsung berdiri.


Brugh


Ara terjatuh di atas karpet bulu lumayan tebal. "A-ambil donatnya," gugul Samuel dan berjalan menuju balkon kamar untuk menenangkan detak jantungnya sendiri.


Dia memegang jantungnya yang tidak karuan, mengambil nafas dalam-dalam agar tidak merasa sesak.


"Sialan!" maki Samuel tidak terima jantungnya beraksi berlebihan.


"Abang, donatnya udah datang ... Abang!" teriak Ara menjatuhkan piring berisi donat tersebut ketika melihat darah dihidung Samuel.


"Lo ... anjir!" Maki Samuel berlari ke kamar mandi ketika menyadari sesuatu keluar dari hidungnya.


Dia segera membersihkan darah yang keluar dari hidungnya. Lalu duduk bersandar pada closet agar mimisan tidak keluar lagi.


"Abang baik-baik aja?" tanya Ara di balik pintu.

__ADS_1


"Gue nggak mati," sahut Samuel menyumbat hidungnya dengan tisu. Sudah tidak heran mimisan baginya, karena sudah sering terjadi.


Entah jika dia merasa lelah, atau kepanasan. Dan tadi mungkin dia lelah karena jantungnya tidak aman.


__ADS_2