Lost Love

Lost Love
Part 125 ~ Lantai 3


__ADS_3

Setelah dibuat spot jantung pagi-pagi, akhirnya Ara kembali ke kelasnya karena bel pelajaran jam pertama sebentar lagi akan berbunyi.


Gadis imut itu duduk di samping Edgar agar lebih mudah bertanya jika ada sesuatu yang tidak di mengerti. Terlebih Ara benar-benar ingin belajar dengan serius agar bisa mendapatkan nilai yang baik dan lulus masuk di sekolah ke dokteran.


Senyumnya mengembang melihat Edgar menjelaskan rumus matematika yang baru saja dia tanyakan.


"Milo kalau serius tampan banget," gumam Ara tidak lagi memperhatikan rumus di depannya. Belajar lebih dari satu jam juga melelahkan.


Dia mengusap keningnya yang baru saja di sentil oleh Edgar. "Sakit," cicit Ara.


"Makanya fokus Ra, jangan liatin gue mulu. Kalau gue baper bahaya," ujar Edgar memperingatkan.


"Tapi Arakan cuma muji Milo nggak ada niat mau baperin ih. Oh iya mama Milo udah sembuh?"


"Belum, tapi alhamdulillah jauh lebih baik Ra. Ini berkat lo juga," sahut Edgar.


Laki-laki itu memilih bersandar pada tembok dan menatap wajah imut Ara. Memperhatikan setiap gerak gerik dan tingkah Ara jika bercerita.


"Nanti Ara jengguk lagi, sekalian ngajak ayah sama bunda."


"Boleh kalau nggak ngerepotin. Oh iya Ra, kayaknya bakal ada study tour sekalian acara tahunan yang bakal di adain setelah ujian sekolah, lo mau ikut nggak?" tanya Edgar.


"Study tour? Sama siapa aja Milo?"


"Semua angkatan kita, dulu seru banget demi apa. Tapi sekarang pasti lebih seru lagi karena ada lo."


"Benarkah? Ara mau ikut kalau Milo juga ikut." Mata Ara berbinar mendengar kabar itu. Ara suka liburan, terlebih dengan orang-orang yang mengerti akan dirinya seperti Edgar.

__ADS_1


Sejak berteman dengan Edgar, Ara sama sekali tidak pernah dibuat sedih atau menangis. Senyuman selalu menghiasi wajahnya jika di sekitar laki-laki itu.


Tawa Ara berhenti ketika mendengar notifikasi di ponselnya. Dia tersenyum setelah memeriksa pesan dari sang kekasih.


Lima menit lagi bel istirahat, gue tunggu di kantin.


"Siapa Ra?" tanya Edgar.


"Abang," jawab Ara cepat. "Katanya Abang nunggu Ara di kantin setelah keluar kelas. Tapi Ara ada urusan sama bu guru dulu. Mau nganter buku." cengir Ara.


Memang jam pelajaran pertama dan kedua Ara dan Edgar bisa bercerita sebab guru hanya masuk untuk memberikan tugas dan pergi lagi.


Mungkin karena para guru tengah sibuk mempersiapkan ujian untuk kelas tiga.


Tepat saat bel berbunyi nyaring, Ara segera beranjak dari duduknya. Tidak lupa mengambil buku pelajaran yang lupa dia kumpulkan minggu lalu. Untung saja bu Rita memaklumi dan menyuruhnya menyetor ke lantai tiga.


"Mau gue temenin nggak?" tanya Edgar.


Gadis cantik itu mulai melangkahkan kakinya seraya memeluk satu buku. Berjalan penuh senyuman menyusuri koridor sekolah.


Berbelok untuk menaiki anak tangga menuju lantai tiga yang tidak pernah dia kunjungi sebelumnya. Toh, Ara tidak ada urusan dengan kelas X dan dia tidak mengenal siapapun di atas sana.


"X ipa 2 yang mana ya?" gumam Ara mulai meneliti satu persatu kelas setelah berada di lantai tiga.


Brugh


"Maafin Ara, Ara nggak sengaja," lirihnya padahal yang ditabrak adalah dia dan yang jatuh juga dirinya.

__ADS_1


"Hm."


Ara berusaha berdiri dan merapikan seragamnya yang sedikit kusut. Benar-benar siswa kelas X tidak memiliki sopan santu. Bahkan laki-laki yang menabrak Ara tidak membantu sama sekali.


Senyuman gadis imut itu mengembang melihat kelas betuliskan X ipa 2.


"Akhirnya Ara ketemu," gumanya.


Dia mengentuk pintu sebelum memasuki kelas yang ternyata ributnya bukan main, entah tidak menghargai guru atau memang disuruh ribut oleh bu Rita.


"Bu, ini tugas Ara."


"Oh yang tadi chat ibu ya?"


"Iya bu."


"Baiklah, lain kali jangan telat lagi ya. Baik-baik kalau cuma ibu. Gimana kalau pak Alvi? Langsung kosong nilai kamu," canda bu Rita.


"Iya bu, Ara pergi dulu." Gadis imut itu mencium punggung tangan Bu Rita sebelum keluar dari kelas.


Tanpa dia sadari sejak tadi salah satu siswa memperhatikannya di dekat tangga menuju rooftop sekolah.


Laki-laki itu menyeringai bersama teman-temannya.


"Makan enak kira bro," ujar sang ketua tanpa melepaskan tatapannya dari Ara.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa like dan ramaikan kolom komentar. Tebar kembang dan kopi sebanyak-banyaknya😍


Follow ig otor @Tantye005


__ADS_2