
Akhirnya setelah mendapat pukulan dari Dito, Samuel bisa sedikit mengontrol emosinya yang sedang tidak stabil.
Laki-laki wajah dingin itu masih berdiri bersama Dito di dalam sebuah ruangan. Menunggu Sagara mendekat untuk dia ikuti kemana Sagara akan pergi.
"Untung lo pakai motor, jadi Ray bisa lacak," gumam Dito pada Samuel yang tengah mengepalkan tangannya kuat-kuat.
Memang mereka ber 6, saling memasang GPS satu sama lain agar bisa mengetahui lokasi masing-masing jika saja dalam bahaya. Namun, tidak berlaku jika mereka meninggalkan motor di lokasi dan menggunakan kendaraan lain.
Langkah Samuel dan Dito mulai bergerak mengikuti segerombolan anak buah Sagara meninggalkan gedung tinggi yang sangat gelap tersebut. Entah dimana Sagara membawa Ara.
"Yang lain nunggu di perpatan jalan," bisik Dito seraya berjalan di belakang Samuel berjaga-jaga kalau saja masih ada anggota Sagara yang tetinggal.
***
Samuel dan teman-temannya menghentikan laju motor ketika melihat Sagara menghentikan motornya tidak jauh dari jalanan yang sepi.
"Kayaknya dia tau deh ada yang ngikutin," celetuk Keenan membuka kaca helmnya.
"Kayaknya sih iya," timpal Azka memperhatikan gerak-gerik Sagara seperti memerintahkan sesuatu pada anak buahnya.
"Kabari anak-anak buat ngikutin mereka!" perintah Samuel dijawab anggukan oleh Ricky.
Langsung saja laki-laki yang pandai melacak keberadaan orang tersebut menghubungi anggota Avegas untuk mengikuti anak buah Sagara. Sementera mereka berenam akan mengikuti Sagara, kalau bisa menghabisinya malam itu juga.
Motor kembali melaju mengikuti Sagara yang tinggal bersama dua anak buahnya lagi. Hingga mereka telah sampai di sebuah gudang terbengkalai.
Benar-benar Sagara mahasiswa bebal sampai tau beberapa tempat kumuh dan terlarang.
__ADS_1
Samuel melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dan berhenti tepat di antara deretan motor.
"Woi sialan!" teriak Samuel berhasil menghentikan langkah tiga laki-laki tersebut.
Tanpa banyak bicara, Samuel menyerang tiga laki-laki yang masih memakai helmnya. Melihat Samuel akan kewalahan, Azka dan Keenan ikut membantu. Hingga satu lawan satu terjadi di gubuk tua tersebut.
Betapa terkejutnya Samuel ketika berhasil melepas helm lawannya dan salah satu dari mereka tidak ada Sagara.
"Kita dikibulin njir!" teriak Rayhan.
"Sialan!"
Bugh
Krak
Tanpa memikirkan resiko yang terjadi, Samuel menusukkan senjata tepat di perut lawannya dan pergi dari sana.
Laki-laki yang terkenal humoris tersebut tinggal untuk mengurus bagiannya sendiri.
"Di penjaran jauh lebih baik," gumam Dito mengeluarkan benda tajam yang terbungkus plastik di saku jaketnya. Mengeluarkan benda tersebut dari plastik beralaskan sapu tangan yang dia gunakan, lalu kembali melumuri darah dan menyerahkan pada laki-laki yang tengah tidak sadarkan diri.
Memanipulasi bukti seakan-seakan keduanya bekelahi dan saling membunuh satu sama lain.
"Beres," gumam Dito kemudian menyusul teman-temannya.
Inilah yang membuat Avegas atau sering kali di sebut Bayangan oleh polisi bahwa mereka tidak tersentuh, karena terlalu bersih jika melakukan sesuatu.
__ADS_1
***
Tubuh lemas, rambut bertankan dan tangis yang tidak pernah berhenti sejak tadi menjadi tema di dalam ruangan yang sangat terang.
Gadis cantik yang kini tubuhnya diikat pada kursi terus saja terisak pilu karena merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
Dia adalah Ara, gadis yang sangat bahagia karena mendapatkan banyak Es krim malah diculik oleh orang yang mengatakan suruhan Samuel.
"Abang, tolongin Ara," lirih gadis imut itu seraya menundukkan kepalanya.
Dia mendongak ketika mendengar decitan pintu dan derap langkah kian mendekati dirinya.
"Ka-kak Saga?" Ara terkejut bukan main, melihat laki-laki yang selama ini dia jauhi dan takuti berdiri di hadapannya.
"Malam cantik," sapa Sagara dengan senyum simpulnya. "Ck, gue terlalu kangen, makanya nyuruh orang nyuri lo," decaknya.
Sagara menarik kursi dan duduk di hadapan Ara yang terlihat sangat ketakukan.
"Jangan nangis dong, gue nggak suka pacar gue nangis gini." Sagara mengelus dagu Ara lembut, naik ke pipi untuk menghapus air matanya.
"Lo terlalu cantik buat dibunuh gitu aja. Gimana kalau lo ngandung anak gue? Biar El ninggalin lo kayak dia ninggalin adek gue."
"Ara nggak mau!" bentak Ara dengan suara serak.
...****************...
Bijaklah membaca, adengan diatas bukan untuk ditiru tapi diwaspadai🤝
__ADS_1
Gais yang nggak ngerti siapa Bayangan dan Avegas, cerita lengkapnya ada di "Cinta dan Masa lalu." ya.
Jangan lupa meninggalkan jejak dan ramaikan kolom komentar.