
Samuel, pria itu membaringkan tubuhnya di atas ranjang milik Ara. Dia sedang berada di kamar gadis tersebut bersama Asa. Senyuman Samuel tiba-tiba mengembang ketika mengingat momen-momen yang menyenangkan di dalam kamar tersebut.
Momen di mana dia diam-diam datang lewat jendela dan tidur di sofa hanya untuk memastikan kekasihnya baik-baik saja. Memandangi wajah terlelap Ara sebelum berangkat ke masjid untuk menunaikan sholat subuh.
"Gue kangen semua tentang lo, Ra." Memejamkan mata, semakin larut dalam kenangan yang tidak pernah terlupakan oleh Samuel, sehingga tidak menyadari Asa yang telah berada di sampingnya. Gadis itu sudah berganti baju di bantu nani yang menjaganya di rumah.
"Ayah, bobo?" Merangkak naik ke ranjang dan memegangi hidung mancung Samuel. Lantas saja pria itu membuka mata lalu tersenyum tipis.
"Udah siap?"
Asa mengangguk. "Kata nani, bunda sibuk nggak bisa pegang hp, terus Asa izin sama Oma."
"Dibiarin?"
"Oma senang!" Asa ternyum ceria, turun dari ranjang untuk membuka laci nakas. Gadis kecil itu mencari sesuatu di sana, membuat Samuel yang tidak sengaja melihat hal menarik. Pria itu menahan laci yang hendak ditutup Asa.
"Sebentar!" Mengambil bingkai foto di dalam laci sambil mengulum senyum. Ara mengatakan tidak peduli lagi tentang dirinya, tapi gadis itu menyimpan foto saat dia wisuda, entah mendapatkannya dari mana.
"Jangan ambil foto ayah, Ayah!" Merebut foto di tangan Samuel. Asa lantas memeluknya. Selama ini Ara memperkenalkan foto tersebut sebagai ayah dari Asa.
Gadis kecil itu memandangi wajah Samuel dangan foto yang berada di pelukannya secara bergantian.
"Ayah, mirip ayah," gumamnya.
"Ayah?" Kening Samuel mengerut.
__ADS_1
Asa lantas mengangguk cepat. "Bunda ngomong kalau ini foto ayah. Ayah lagi terbang tinggi jadi nggak pulang."
"Benarkah?" Untuk pertama kalinya setelah 14 tahun, senyuman Samuel merekah, membuat seram di wajahnya memudar seketika dan tergantikan dengan mata sipit yang terlihat sangat mengemaskan.
"Berarti bunda nungguin ayah pulang?"
"Iya."
Tanpa sabar, Samuel merebut foto di pelukan Asa lalu menyandingkan dengan wajahnya, membuat Asa mengerjap perlahan.
"Mirip nggak?" tanya Samuel dijawab anggukan oleh Asa.
"Berarti ayah, ayah Asa dong."
"Ayah udah nggak terbang tinggi lagi? Ayah datang jemput Asa sama bunda?" Gadis kecil itu menghampiri Samuel lalu naik ke pangkuan pria tersebut.
"Yeh ayah balik, bunda harus tau!" Girang Ara. Selama ini gadis kecil itu selalu bertanya di mana ayahnya dan Ara hanya memperlihatkan sebuah foto. Asa baru sadar kalau orang di foto tersebut adalah Samuel.
Tanpa ragu lagi, Asa menarik tangan Samuel keluar dari kamar dengan senyum penuh kebahagian. Gadis dengan dres imut berwarna pink kalem itu terus berlari kecil sambil tertawa.
"Ayo jalan-jalan, Asa mau liat harimau!" serunya.
"Go!" Samuel langsung mengendong tubuh Asa dan menurunkannya di jok samping kemudi.
Malajukan mobil perlahan meninggalkan pekarangan rumah dengan perasaan bahagia. Harapan yang sempat sirna di hati Samuel kembali bermekaran ketika tahu sampai sekarang Ara masih mencintainya.
__ADS_1
Terbukti dengan foto yang berada di dalam laci, juga memperkenalkan dirinya menjadi ayah dari Asa.
***
Rumah sakit.
Ara, gadis itu mendaratkan tubuhnya di kursi setelah melakukan operasi yang kedua kalinya hari ini. Bisa dikatakan seluruh waktu Ara hanya berasa di ruang operasi saja.
Namun, setiap selesai menyelamatkan orang dan berhasil keluar tanpa masalah, adalah kelegaan tersendiri untuk gadis imut tersebut.
Asa mengerai rambutnya yang sejak tadi di cepol, sehingga membuatnya semakin cantik. Memeriksa ponsel yang dia letakkan di dalam laci, terkejut bukan main melihat ada beberapa panggilan tidak terjawab dari Asa.
Tanpa menunggu waktu lama, gadis itu langsung menghubungi putrinya takut terjadi sesuatu.
Hanya dalam satu deringan, panggilannya dijawab.
"Maafin bunda Sayang, karena nggak jawab telpon kamu. Asa butuh sesuatu? Asa baik-baik saja."
"Asa di rumah gue."
Hening
Ara terdiam, berusaha mengenali suara di seberang telpon dengan kening mengkerut. "Samuel?"
"Iya Sayang?"
__ADS_1
"Dimana putriku! Jangan sakiti dia apalagi ...."
"Dia lagi main sama anak-anak Jack. Gue tunggu!"