Lost Love

Lost Love
Part 78 ~ Mulai bersikap dewasa


__ADS_3

Samuel senyum tipis melihat wajah ketakutan Rayhan. Dia segera menarik rantai yang sejak tadi dia gengam hingga Jack kembali masuk ke kandangnya.


"Anjir, lo kira gue takut hah?" teriak Rayhan setelah Jack berada di dalam kandangnya. Padahal sejak tadi jantung laki-laki playboy itu bepacu sangat hebat.


Jeck hanya mendengarkan Samuel dan pawangnya saja, tidak untuk orang lain. Mungkin karena Samuel sudah memelihara Jack, saat berusia 1 bulan.


"Ngapain lo?" tanya Samuel berjalan menujur pinggir kolam renang dan Rayhan mengikuti dari belakang.


"Kenapa nggak nyuruh anggota Avegas buat lindungin Ara?" tanya Rayhan balik, ikut duduk di samping sepupunya.


"Gue bisa sendiri."


"Bisa sendiri atau nggak percaya sama orang?"


Samuel melirik Rayhan sekilas lalu memilih fokus pada Jack yang tengah diberi makan oleh pawangnya.


"Ngapain lo ke sini?" Samuel mengulang kalimat yang sama.


Sementara yang ditanya tidak kunjung menjawab dan sibuk dengan ponselnya. Entah Rayhan cetingan dengan siapa hingga tertawa sendiri.


"Lo ngomong apa tadi?" tanya balik Rayhan setelah selesai dengan urusannya.


"Nggak ada."


"Hilih, ngambek lo kek cewek," ejek Rayhan. "Wiltar ngajak kita balapan nanti malam, tapi Azka nggak bisa ikut karena udah janji sama Salsa."


"Lawan?"


"Leo," jawab Rayhan memperlihatkan chat dari Leo ketua geng Wiltar.

__ADS_1


"Gue bakal maju," ucap Samuel dan beranjak dari duduknya.


Lagi pula laki-laki wajah dingin itu sangat butuh hiburan untuk saat ini. Mungkin balapan bisa mengurangi sedikit beban pikirannya.


"Rencananya gue mau ngajak lo gelud, tapi nggak jadi!" teriak Rayhan berjalan menjauhi Samuel. "Gue bukan jomblo yang harus nemenin lo, wle." laki-laki itu menjulurkan lidahnya meledek pada Samuel.


Brugh


"Anjir!" maki Rayhan.


Samuel yang melihat sepupunya tersungkur ke lantai karena tidak melihat pelayan mengepel hanya bisa tersenyum tipis.


"Sukurin!" ledek Samuel melanjutkan langkahnya menuju kamar.


***


Dia dan Fany sedang berada di Cafe setelah jalan-jalan dan belanja barang cukup banyak.


"Siapa yang sakit Nak?"


"Ara mau jenguk mamanya Milo, Mami."


"Boleh banget dong, tapi mami nggak bisa nemenin Nak. Mami ada urusan setelah ini."


Ara mengembangkan senyumnya. "Ara bisa sendiri kok Mam. Makasih udah izinin Ara."


"Sama-sama Sayang." Fany mengelus rambut lurus Ara penuh kasih Sayang.


Sejak tadi wanita paruh baya itu berusaha mengorek informasi tentang Samuel dan Ara, tapi sepertinya gadis imut yang berada di hadapannya itu tidak ingin membeberkan sedikitpun.

__ADS_1


Sikap dan kelakuan Ara setiap harinya berubah dan sering kali berbohong, membuat Fany kadang kala takut gadis itu meninggalkan putranya.


"Kenapa natap Ara kayak gitu, Mam?"


"Jangan tinggalin Abang ya Nak. Abang cuma butuh Ara dan suka sama Ara, hanya saja Abang terlalu gengsi buat gakuin itu!" pinta Fany mengenggam tangan Ara.


"Ara nggak bakal ninggalin Abang Mami. Ara suka sama Abang, jadi Mami nggak perlu khawatir."


***


Didalam sebuah ruangan bernuansa putih, seorang laki-laki tengah menumpu kepalanya di pinggir ranjang karena sangat mengantuk bergadang setiap malam untuk bekerja di sebuah club malam.


Dia adalah Edgar, yang selalu menghabiskan waktunya dengan belajar, bekerja, dan menjaga mamanya yang sedang terbaring di rumah sakit.


Elusan seseorang di kepalanya membuat Edgar terbangun dan baru sadar, ternyata jarum jam sudah menunjukkan angka 4 sore.


Dia mengusap matanya perlahan dan tersenyum pada wanita paruh baya. "Edgar ketiduran sampai nggak sadar Mama udah bangun," ucapnya.


"Pulanglah Nak, kamu juga butuh istirahat. Sehat itu mahal," ucap wanita paruh baya.


"Edgar nggak lelah Ma, jadi buat apa istirahat?" Lagi dan lagi Edgar mengembangkan senyumnya. Diraihkan tangan yang terasa dingin tersebut lalu mengecupnya berulang kali.


"Edgar sayang Mama," ucapnya.


"Papa kamu kemana Nak? Kenapa dia nggak pernah jenguk Mama?"


"Papa sibuk kerja Ma, buat biayain rumah sakit," bohong Edgar.


Laki-laki itu tidak ingin mengatakan bahwa ayahnya telah menikah dengan wanita lain dan menelantarkan dirinya juga Mamanya yang seharusnya membutuhkan dukungan.

__ADS_1


__ADS_2